Internasional

Topics Covered: Dubes Indroyono bahas penguatan kerja sama perpustakaan AS-Indonesia

Dubes Indroyono Diskusikan Penguatan Kerja Sama Antara Perpustakaan AS dan Indonesia

Topics Covered – Jakarta – Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, melakukan kunjungan ke Library of Congress di Washington DC untuk mengupas tajam peningkatan kerja sama antara dua institusi perpustakaan tersebut. Dalam pernyataannya, Indroyono menekankan pentingnya koleksi Indonesia yang disimpan di perpustakaan tersebut sebagai bentuk kontribusi bangsa dalam penyimpanan warisan pengetahuan global.

Koleksi Indonesia sebagai Representasi Budaya dan Sejarah

Menurut Indroyono, setiap benda koleksi dari Indonesia, seperti buku, manuskrip, arsip, dan karya intelektual lainnya, memiliki makna khusus sebagai wajah bangsa yang dipersembahkan kepada dunia. “Kehadiran mereka di Library of Congress adalah bukti bahwa Indonesia memiliki peran signifikan dalam kekayaan ilmu pengetahuan internasional,” tuturnya. Ia juga menyoroti bahwa koleksi tersebut menceritakan perjalanan sejarah, budaya, pemikiran, dan pencapaian bangsa melalui medium yang terpercaya.

Koleksi Indonesia yang tersimpan di Library of Congress merupakan bukti bahwa bangsa kita memiliki kontribusi penting dalam khazanah pengetahuan dunia,” kata Indroyono dalam keterangan KBRI Washington DC, Kamis. “Setiap buku, manuskrip, arsip, dan karya intelektual Indonesia yang hadir di sini menjadi duta bangsa yang memperkenalkan sejarah, budaya, pemikiran, dan pencapaian Indonesia kepada masyarakat internasional.”

Library of Congress, yang merupakan salah satu perpustakaan terbesar di dunia, menyimpan lebih dari 170 juta koleksi yang mencakup 39 juta buku, bahan cetak dalam 470 bahasa, 73 juta manuskrip, serta jutaan foto, peta, rekaman musik, dan arsip suara. Di antara total koleksi itu, sekitar 190.000 berasal dari Indonesia, menunjukkan bagaimana warisan budaya dan intelektual bangsa ini telah diakui secara global.

Karya Budaya dan Sejarah yang Tersimpan

Salah satu bagian menarik dari koleksi tersebut adalah manuskrip Jawa beriluminasi tahun 1862 dengan judul “Pangkat-Pangkat Caritanipun Serat Babad ing Tanah Jawi Sedhaya,” yang mendokumentasikan sejarah Jawa dan penyebaran Islam. Manuskrip ini dianggap memiliki nilai estetika dan sejarah tinggi, serta menjadi simbol keberagaman seni dan budaya Indonesia.

Dalam sambutannya, Indroyono juga menyebutkan bahwa Library of Congress memiliki koleksi yang mencakup lebih dari 1.100 buku mengenai Presiden Soekarno, 918 buku tentang Presiden Soeharto, serta berbagai karya yang memperlihatkan sosok Presiden BJ Habibie. Ini menunjukkan upaya yang berkelanjutan dalam mengabadikan peran tokoh nasional dalam dunia internasional.

Donasi Buku dan Harapan ke Depan

Sebagai bagian dari kunjungan ini, Dubes Indroyono menyerahkan buku karyanya berjudul “Teknologi Maritim & Teknologi Pertahanan Indonesia” (Edisi ke-3, 2018) ke Library of Congress. Dengan donasi ini, jumlah karya beliau yang disimpan di perpustakaan tersebut bertambah menjadi 20 judul. “Karya Indonesia yang disimpan di sini adalah bukti bahwa negara ini terus berkontribusi pada peningkatan wawasan dunia,” imbuhnya.

Indroyono juga mengungkapkan rencana kunjungan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973 pada 1 Juli 2026. Mereka akan menyumbangkan sekitar 100 judul buku dan atlas ke Library of Congress. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kehadiran intelektual dan budaya Indonesia di lingkup global, sekaligus memperkaya koleksi yang ada.

“Perpustakaan, museum, galeri, dan arsip adalah empat pilar peradaban yang menjaga memori kolektif bangsa. Melalui kerja sama antarlembaga pengetahuan, kita tidak hanya melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga membangun jembatan bagi generasi masa depan untuk saling memahami dan belajar satu sama lain,” katanya.

Dalam konteks ini, Indroyono mengungkapkan bahwa partisipasi aktif dari akademisi, penulis, peneliti, perguruan tinggi, serta komunitas Indonesia sangat penting. “Kehadiran karya-karya Indonesia di pusat-pusat pengetahuan global akan memperkuat posisi negara ini sebagai bagian dari kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia,” tuturnya, menutup pernyataannya.

Keberlanjutan dan Kemitraan

Library of Congress, yang berdiri sejak tahun 1800-an, terus berupaya memperkaya koleksinya dengan benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Koleksi Indonesia yang tersimpan di sini bukan hanya menjadi bukti hubungan diplomatik yang kuat, tetapi juga menggambarkan komitmen untuk membangun jaringan pemahaman antarbangsa melalui media ilmu pengetahuan.

Kerja sama ini juga melibatkan lembaga seperti American Folklife Center yang menyimpan rekaman dan dokumentasi budaya Indonesia dari periode 1893 hingga 2009. Fokus pada budaya lokal berdampingan dengan koleksi sejarah, seperti manuskrip dan buku-buku tentang para pemimpin nasional, menunjukkan bahwa perpustakaan AS secara aktif menarik perhatian pada aspek budaya dan intelektual Indonesia.

Indroyono menambahkan bahwa kehadiran Indonesia di Library of Congress bukan sekadar pengakuan atas karya-karya yang telah ada, tetapi juga ajakan untuk memperluas kemitraan dalam bidang pendidikan dan penelitian. “Kami berharap semakin banyak akademisi, penulis, peneliti, perguruan tinggi, dan komunitas Indonesia yang berpartisipasi memperkaya koleksi tentang Indonesia di perpustakaan-perpustakaan dunia,” paparnya.

Dengan penyerahan buku dan rencana donasi lebih lanjut, Indroyono mengharapkan bahwa lembaga-lembaga pengetahuan di Indonesia akan lebih proaktif dalam mempromosikan karya mereka ke kancah global. Ia menekankan bahwa perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai medium untuk menjembatani generasi masa kini dan masa depan dalam pemahaman budaya serta sejarah.

Langkah Kemitraan yang Berkelanjutan

Indroyono menyatakan bahwa inisiatif seperti ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kehadiran Indonesia di panggung global. Dengan membangun kemitraan yang saling menguntungkan, bangsa ini dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan dan memperkaya koleksi dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes juga mengingatkan bahwa budaya dan sejarah suatu bangsa adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan pengetahuan global. “Kerja sama antarlembaga tidak hanya membantu melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga memperkenalkan perspektif baru yang bisa menginspirasi masa depan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perpustakaan dan lembaga pengetahuan lainnya adalah fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkaya wawasan bersama.

Library of Congress, sebagai simbol keahlian dan keterbukaan ilmu pengetahuan, terus berupaya menjadi tempat pertukaran pengetahuan yang dinamis. Kehadiran Indonesia di perpustakaan ini dianggap sebagai bukti bahwa bangsa ini tidak hanya memperhatikan pengetahuan lokal, tetapi juga terbuka pada kerja sama internasional untuk memperkaya koleksi global.

Rina Ramadhan

Rina Ramadhan adalah penulis yang mengangkat tema zakat, sedekah, dan kepedulian sosial dengan pendekatan sederhana dan informatif. Di atapkitadonasi.com, ia berupaya menjembatani pemahaman antara kewajiban sosial dan praktik donasi yang benar. Rina berkomitmen menghadirkan konten yang ramah pembaca dan mudah dipraktikkan.