Susunan Pemain Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026
Belgia: Lukaku Dipastikan Jadi Starter
Topics Covered – Dalam persiapan menghadapi pertandingan grup G Piala Dunia 2026 melawan Iran, timnas Belgia telah merilis susunan pemainnya. Pelatih Rudi Garcia memutuskan untuk mengikutsertakan Romelu Lukaku sebagai kapten lini depan, menjadikannya bagian dari starting XI. Dengan skema 4-2-3-1 yang dipilih, Lukaku akan menjadi pilar utama dalam serangan tim, mendapat dukungan dari Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, dan Leandro Trossard di lini tengah. Kebutuhan ini muncul karena absennya Jeremy Doku yang sedang sakit, sehingga posisi sayap kiri diisi oleh Trossard yang diharapkan bisa memberikan intensitas serangan seimbang.
Strategi yang dipilih Garcia mengutamakan kecepatan dan kontrol bola, memanfaatkan kekuatan gelandang tengah yang terampil. Nicolas Raskin dan Youri Tielemans akan menjadi duet sentral, menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Perubahan susunan ini mencerminkan adaptasi tim untuk menghadapi lawan yang dikenal memiliki daya tahan kuat, sekaligus memaksimalkan potensi pemain berpengalaman seperti Thibaut Courtois di posisi kiper.
Iran: Susunan Pemain yang Strategis
Topics Covered – Di sisi Iran, pelatih Amir Ghalenoei memilih formasi 4-3-3 untuk mengoptimalkan serangan balik. Susunan bek mereka mencakup Saleh Hardani, Hossein Kanani, Ali Nemati, Shoja Khalilzadeh, dan Ehsan Hajsafi, yang terbukti efektif dalam mengamankan gawang di pertandingan besar. Kombinasi ini memperkuat kekuatan defensif Iran, sementara di lini tengah, Ramin Rezaeian, Saman Ghoddos, Saeid Ezatolahi, dan Mohammad Mohebi akan bekerja sama untuk menciptakan peluang lewat skema yang terukur.
Berdasarkan laman FIFA, berikut susunan pemain kedua tim: Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Nicolas Raskin, Youri Tielemans; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku. Sementara Iran (4-3-3): Alireza Vahid, Saleh Hardani, Hossein Kanani, Ali Nemati, Ehsan Hajsafi; Mohammad Mohebi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos; Mehdi Taremi, Shoja Khalilzadeh, Ghazal Kheiri.
Dari segi penyerangan, Iran mengandalkan Mehdi Taremi yang berusia 30 tahun sebagai penyerang utama. Pemain ini memiliki kecepatan dan insting yang tajam, serta kemampuan mengoper bola pendek yang diharapkan bisa merusak pertahanan Belgia. Selain Taremi, Shoja Khalilzadeh dan Ali Nemati juga akan berperan penting dalam mengalirkan bola dari lini tengah ke sayap, mendukung skema serangan balik yang menjadi strategi utama tim.
Kedua tim memperlihatkan penyesuaian taktik sesuai dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Belgia memilih formasi yang memberikan ruang bagi eksplorasi permainan, sementara Iran mengutamakan pertahanan rapat dan penyerangan yang cepat. Susunan pemain ini akan menjadi penentu dalam pertandingan yang diprediksi menarik, dengan pertarungan antara kecepatan dan daya tahan sebagai faktor kunci.
Topics Covered – Kebutuhan akan perubahan susunan pemain juga berdampak pada penyesuaian peran di lini sayap. Dengan Doku absen, Trossard diberi kesempatan untuk tampil sejak menit pertama, sementara Saelemaekers dipercayakan sebagai gelandang sayap yang stabil. Strategi ini dirancang untuk menjaga keseimbangan, mengingat Iran berpotensi menjadi ancaman dari sisi sayap karena kecepatan dan kreativitas pemain mereka.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim untuk membangun permainan di babak grup. Belgia, yang memiliki kekuatan di seluruh posisi, berharap memperkuat dominasi mereka melalui kombinasi antara kecepatan dan kontrol bola. Sementara Iran, dengan pengalaman dan mentalitas yang kuat, ingin memanfaatkan kelemahan Belgia di lini sayap untuk menciptakan peluang serangan. Susunan pemain yang diumumkan menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap kekuatan individu dan keseimbangan tim secara keseluruhan.