Jakarta Kreatif Festival 2026: Platform Kolaborasi di Bawah New Policy yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
New Policy – Dalam rangka mendukung New Policy yang menjadi prioritas pemerintah DKI Jakarta, Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 diadakan pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan. Acara ini dirancang sebagai sarana memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan institusi pendukung. Sebagai hasil dari New Policy, total transaksi selama dua hari pelaksanaan mencapai Rp55 miliar, yang meliputi kegiatan business matching, pembiayaan, serta transaksi ekspor dari usaha kecil menengah (UMKM). Selain itu, festival ini menjadi titik awal dalam penguatan kemitraan antara sektor keuangan dan pelaku usaha lokal, sekaligus mendorong promosi produk-produk UMKM ke pasar lebih luas.
Pelaksanaan New Policy Melalui Program PINISI
Dalam rangkaian acara JKF 2026, Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) berperan penting dalam menerapkan New Policy melalui komitmen pembiayaan senilai Rp575 miliar. Kesepakatan ini dibuat antara lembaga keuangan dan korporasi, yang diharapkan memudahkan akses modal bagi usaha kreatif. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa JKF adalah wadah kolaborasi strategis yang menciptakan ekosistem ekonomi kreatif. “Festival ini menggabungkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dunia usaha, UMKM, akademisi, dan media, untuk bersama-sama mendorong New Policy yang berfokus pada pertumbuhan sektor produktif,” tambah Iwan.
Diversifikasi Aktivitas untuk Mendukung Ekonomi Kreatif
JKF 2026 tidak hanya menjadi platform transaksi ekonomi, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas yang menginspirasi kreativitas dan inovasi. Festival ini menyajikan pameran UMKM, pertemuan bisnis, serta acara kreatif seperti pertunjukan seni, workshop, dan kompetisi. Terdapat 377 tenant yang berpartisipasi, terdiri dari 290 UMKM dan 87 unit layanan, edukasi, serta komunitas kreatif. Mereka bekerja sama dengan 67 lembaga dan instansi untuk membangun jaringan yang lebih luas dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Jakarta.
Kemitraan antara sektor keuangan dan ekonomi kreatif menjadi salah satu poin utama New Policy. Dengan memfasilitasi akses dana yang lebih mudah, program PINISI memberikan peran kunci dalam memperkuat daya tahan usaha kreatif. Selain itu, JKF 2026 juga mempercepat digitalisasi layanan UMKM, termasuk penggunaan teknologi dalam pemasaran dan distribusi produk. Inisiatif ini selaras dengan New Policy yang menekankan transformasi digital sebagai faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Penguatan Ekosistem dan Peran Jakarta sebagai Kota Global
Selama dua hari pelaksanaan, JKF 2026 dikunjungi sekitar 15 ribu pengunjung, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap New Policy yang menekankan kreativitas dan kolaborasi. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang seperti sineas muda, pelaku UMKM, dan kreator digital membuktikan bahwa inisiatif ini telah menarik perhatian luas. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, JKF 2026 membuktikan bahwa New Policy tidak hanya memperkuat sektor ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi fondasi untuk menyiapkan Jakarta sebagai kota global dalam lima abad ke depan.
“Melalui New Policy, Jakarta Kreatif Festival memperlihatkan potensi ekosistem kreatif yang siap mendukung perekonomian sektor produktif. Kami yakin inisiatif ini akan terus berkembang dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta,” kata Uus Kuswanto dalam sambutan pembukaan festival.
Dengan memperkuat komunitas kreatif, New Policy diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha berbasis inovasi. Festival ini juga menjadi wadah untuk mengukuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk film, musik, dan teknologi, yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Peran New Policy dalam Meningkatkan Kualitas UMKM
Salah satu tujuan utama New Policy adalah mendorong pengembangan UMKM melalui akses pembiayaan dan pelatihan. Dalam JKF 2026, program PINISI tidak hanya menandatangani kesepakatan pembiayaan, tetapi juga menyediakan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital kepada pelaku UMKM. Ini menjadi bagian dari upaya New Policy dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan UMKM, sehingga bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional. Kebijakan ini juga mencakup pendampingan pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program ekonomi kreatif.
“Festival ini menjadi bukti bahwa New Policy tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga implementasi nyata yang memperkuat ekosistem UMKM. Kami berharap program serupa akan terus diadakan untuk memperbesar dampaknya,” kata Iwan Setiawan.
Pada kesempatan ini, para pelaku usaha kreatif juga diberikan peluang untuk berkolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah. Dengan demikian, New Policy menjadi alat yang efektif dalam menciptakan kebijakan inklusif yang memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global.