Pramono tindak tegas aksi premanisme usai kejadian di Tanah Abang
Pramono Tindak Tegas Aksi Premanisme Usai Kejadian di Tanah Abang
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan komitmen untuk menangani aksi premanisme secara tegas di ibu kota, terutama setelah insiden yang menimpa seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang beberapa waktu terakhir. Dalam wawancara di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu, ia menyatakan: “Tidak ada ruang untuk kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur tidak ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas.”
Aksi Premanisme di Tanah Abang dan Kebon Sirih
Selasa lalu, video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pengemudi bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat, diminta uang setoran oleh oknum pria. Serupa juga terjadi pada pedagang bakso di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang diberi kesempatan untuk membayar iuran Rp100 ribu. Namun, setelah pedagang menolak, pelaku merusak mangkok miliknya.
“Saya sudah melihat videonya dan meminta Satpol PP serta Kepala Dinas mengambil langkah tegas terhadap peristiwa tersebut,” ujar Pramono.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat pemerintah dan masyarakat penting untuk menjaga keamanan. “Upaya memastikan keamanan tidak hanya tugas pihak berwenang, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga dalam melaporkan kejadian yang mengganggu,” tambahnya. Dengan sinergi ini, ia berharap Jakarta tidak hanya menduduki peringkat tinggi, tetapi benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh penduduknya.
Langkah Pemerintah DKI dan Polda Metro Jaya
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat pengawasan di area rawan dan meningkatkan respons aparat terhadap laporan dari warga. Langkah ini diharapkan menciptakan keamanan yang merata hingga ke sektor pedagang kecil dan informal.
Sementara itu, Polda Metro Jaya juga menegaskan sikap tegas terhadap para pelaku premanisme. Dalam pemberantasan, tim kepolisian akan melakukan penindakan terhadap siapa saja yang terlibat dalam pemalakan atau tindakan mengancam keamanan publik.
