Hasil Pertemuan: Menbud sebut RUU Bahasa Daerah jadi pelindung identitas bangsa

Ads
RumahBerkat - Post

Menbud sebut RUU Bahasa Daerah jadi pelindung identitas bangsa

Peran bahasa daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya nasional

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Bahasa Daerah menjadi prioritas utama dalam upaya melestarikan serta memperkuat identitas bangsa. Menurutnya, bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga dasar dari ketahanan budaya dan kebangsaan. “Negara wajib hadir untuk memastikan bahasa daerah tidak hanya dilindungi, tetapi juga digunakan, dikembangkan, dan diwariskan ke generasi mendatang,” tutur Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Strategi revitalisasi bahasa daerah

Dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Menbud menyampaikan bahwa bahasa daerah memiliki peran krusial dalam membangun ketahanan budaya nasional. Ia menekankan perlunya transformasi pendekatan dari pelestarian pasif menjadi revitalisasi aktif. Upaya ini melibatkan beberapa langkah, seperti mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan, memanfaatkan teknologi digital, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam menciptakan konten berbasis bahasa lokal.

“PPKD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan kebudayaan yang berlandaskan kondisi nyata di lapangan. Dari sini, kita bisa memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan dari perwakilan daerah

Ketua DPD RI Filep Wamafma mengapresiasi perlunya penguatan substansi RUU Bahasa Daerah yang sedang dibahas. “Kami harap langkah-langkah ini terus diawasi agar RUU ini benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah,” tambahnya. Dari sisi lokal, perwakilan Provinsi Papua, David Harold Warumi, menyoroti pentingnya perlindungan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas nasional. “Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya dan bahasa. Bahasa daerah adalah identitas serta warisan bangsa yang harus dijaga,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan Provinsi Jambi, Abu Bakar Jamalia, menyampaikan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam pelestarian seni dan budaya lokal. Ia menyatakan siap berkolaborasi dalam menyosialisasikan program-program kebudayaan di wilayahnya.

Ads
RumahBerkat - Post