Tiga gol menit-menit terakhir antar Madrid tekuk Roma 4-3
Daftar Isi
Real Madrid bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan AS Roma 4-3
Atapkitadonasi.com – Real Madrid menciptakan kemenangan dramatis saat menghadapi AS Roma di Stadion Olimpico, Kamis dini hari WIB. Sempat tertinggal 1-3, tim tamu membalikkan keadaan melalui tiga gol pada fase akhir pertandingan untuk menutup laga Liga Champions dengan skor 4-3.
Hasil ini membawa Madrid mengoleksi enam poin dan menempati urutan kedelapan klasemen. Roma, yang sempat berada di jalur kemenangan setelah unggul dua gol, tetap berada pada posisi ke-25 dengan satu poin.
Roma memulai laga dengan tekanan tinggi
Tuan rumah langsung menunjukkan permainan agresif sejak menit pembuka. Mario Hermoso memperoleh peluang pada menit kelima melalui sepakan melengkung, tetapi Thibaut Courtois mampu menghalau bola. Tidak lama berselang, Paulo Dybala hampir membuka skor, meski tembakannya melintas tipis di sisi kiri gawang Madrid.
Tekanan Roma akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-20. Matias Soule mengirim umpan terobosan yang dimanfaatkan Marten de Roon dengan penyelesaian efektif untuk menaklukkan Courtois. Gol tersebut membuat Roma unggul 1-0 dan memberi dorongan besar bagi pendukung di Olimpico.
Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-25, Yan Diomande memberikan bola kepada Kylian Mbappe. Tembakan keras penyerang Prancis itu mengenai kaki Gianluca Mancini, berubah arah, lalu mengecoh Pierluigi Gollini. Kedudukan kembali imbang 1-1.
Setelah menyamakan skor, Madrid hampir berbalik memimpin. Marc Cucurella mencoba peruntungannya pada menit ke-31 melalui tembakan mendatar, tetapi bola melenceng tipis dari tiang sebelah kiri. Hingga jeda, kedua tim belum mampu menambah gol.
Malen membawa Roma menjauh
Babak kedua kembali diawali dengan inisiatif dari Roma. Donyell Malen membawa timnya unggul lagi pada menit ke-51 setelah menerima umpan terobosan Rodrigo Mora. Penyelesaian Malen membuat Roma memimpin 2-1 dan memaksa Madrid meningkatkan intensitas serangan.
Enam menit kemudian, Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor. Soule sekali lagi berperan penting lewat bola terobosan, sebelum Malen melewati tekanan dan menaklukkan Courtois. Roma pun memperlebar jarak menjadi 3-1.
Keunggulan dua gol itu sempat memberi Roma kendali penuh atas pertandingan. Madrid memang sempat memasukkan bola ke gawang melalui Mbappe pada menit ke-67, tetapi wasit Francois Letexier membatalkannya karena posisi offside. Pada tahap itu, Roma masih tampak mampu menjaga keunggulan.
Tiga gol akhir mengubah jalannya pertandingan
Momentum berubah ketika laga memasuki menit-menit terakhir. Madrid memperkecil selisih pada menit ke-83 melalui Carlos Espi. Dalam kemelut yang terjadi setelah sundulan Endrick, Espi bereaksi cepat untuk menyambar bola di depan gawang. Wasit kemudian meninjau situasi tersebut sebelum mengesahkan gol yang mengubah skor menjadi 3-2.
Gol itu membangkitkan keyakinan Madrid sekaligus memberi tekanan besar kepada pertahanan Roma. Hanya dua menit setelahnya, Arda Guler mengirim sepak pojok yang disambut Endrick dengan sundulan. Gollini tidak berhasil mencegah bola masuk, sehingga skor berubah menjadi 3-3.
Drama belum selesai. Ketika pertandingan memasuki menit ke-90, Madrid kembali mendapatkan sepak pojok. Guler kembali menjadi pengirim umpan, sementara Antonio Rudiger memenangi duel udara dan menanduk bola ke dalam gawang Roma. Gol bek tengah tersebut menyempurnakan kebangkitan Madrid dan memastikan kemenangan 4-3.
Pertandingan ini memperlihatkan besarnya pengaruh bola mati dalam perubahan hasil. Dua dari tiga gol penentu Madrid lahir dari sepak pojok Guler, sedangkan gol Espi berawal dari situasi bola kedua di area berbahaya. Roma yang sebelumnya mampu menguasai permainan harus membayar mahal karena gagal meredam tekanan dalam tujuh menit terakhir.
Bagi Madrid, kemenangan ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Mereka menunjukkan kemampuan mempertahankan intensitas hingga akhir, meski sempat tertinggal dua gol dan gol Mbappe dianulir. Kontribusi pemain pengganti seperti Guler, Endrick, dan Espi juga menjadi pembeda saat pertandingan memasuki fase krusial.
Di sisi lain, Roma memiliki banyak hal positif dari permainan mereka, terutama melalui kombinasi Soule dan Malen. Soule terlibat dalam gol pembuka De Roon serta gol kedua Malen, sementara Malen mencetak dua gol yang sempat membuat Roma berada dalam posisi sangat menguntungkan. Namun, keunggulan 3-1 tidak cukup untuk mengamankan hasil di hadapan tekanan akhir Madrid.
Susunan pemain
AS Roma bermain dengan formasi 3-4-1-2: Gollini; Mancini (Balerdi 63′), N’Dicka, Hermoso (Koulierakis 81′); Molina, De Roon, Kone (Pisilli 17′), Wesley Franca; Soule (Pellegrini 63′); Dybala (Mora 46′), Malen.
Real Madrid menggunakan susunan 4-2-3-1: Courtois; Dumfries (Guler 59′), Rudiger, Konate, Cucurella (Carreras 78′); Valverde, Tchouameni (Bernardo Silva 70′); Diomande (Espi 78′), Vinicius Junior (Endrick 59′), Bellingham; Mbappe.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tiga gol menit menit terakhir antar?
Tiga gol menit menit terakhir antar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tiga gol menit menit terakhir antar matter?
Tiga gol menit menit terakhir antar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.