Waspadai penipuan rekrutmen palsu KAI lewat medsos
Waspadai Penipuan Rekrutmen Palsu KAI Melalui Medsos
Jakarta – KAI Daop 1 Jakarta memberi peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang berkedok perekrutan oleh perusahaan. Pemalsuan ini kini mulai meresahkan dan diduga tersebar lewat platform TikTok. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengadakan perekrutan melalui akun nonresmi di media sosial, termasuk TikTok.
“Informasi yang beredar dari akun-akun tersebut pasti bukan berasal dari KAI,” jelas Franoto Wibowo, Rabu, di Jakarta.
Franoto menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen resmi hanya dilakukan melalui situs web e-recruitment.kai.id serta akun media sosial resmi perusahaan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya informasi yang muncul di luar laman tersebut.
Menurut Franoto, KAI telah menemukan beberapa akun TikTok yang mengatasnamakan rekrutmen BUMN/KAI. Akun-akun ini menyebarkan informasi lowongan kerja yang tidak jelas sumbernya. Beberapa modus yang ditemukan antara lain:
1. Penyebaran info lowongan lewat akun media sosial tidak resmi.
2. Pemindahan calon pelamar ke kontak tertentu.
3. Pengambilan uang dengan alasan administrasi atau seleksi.
4. Janji kelulusan tanpa proses transparan.
KAI juga menegaskan bahwa tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apapun. Perusahaan tidak bekerja sama dengan agen perjalanan atau pihak ketiga, serta tidak menetapkan penggunaan hotel atau transportasi tertentu sebagai syarat wajib. Janji kelulusan instan juga bukan bagian dari prosedur resmi.
Franoto mengimbau agar masyarakat selalu melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum tergiur tawaran yang mengaku berasal dari KAI. Jika menemukan informasi mencurigakan, bisa segera menghubungi Contact Center KAI melalui nomor 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau kanal resmi perusahaan lainnya.
