Agenda Utama: Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”

Ads
RumahBerkat - Post

Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”

Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang memikirkan rencana untuk menarik negaranya dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sebagai tindakan keras terhadap sekutu di Washington. Langkah ini muncul sebagai ancaman terbaru terhadap keanggotaan AS dalam organisasi yang berusia 77 tahun, setelah beberapa negara Eropa enggan mendukung operasi membuka kembali Selat Hormuz.

Komentar Trump pada The Telegraph

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Trump menyebut NATO sebagai “macan kertas” dan menyoroti ketidakpuasan terhadap tanggung jawab keanggotaan. “Oh ya, saya akan mengatakan itu lebih dari sekadar untuk dipertimbangkan kembali,” tegasnya. “Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Vladimir Putin juga tahu itu,” tambah Trump dalam pernyataan yang diterbitkan Rabu (1 April 2026).

“Oh ya, saya akan mengatakan itu lebih dari sekadar untuk dipertimbangkan kembali.” “Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Vladimir Putin juga tahu itu, omong-omong.”

Trump terpikat karena sekutu Eropa menolak mengirim kapal perang untuk memperkuat keamanan Selat Hormuz, jalur laut kritis minyak dan gas yang di kontrol Iran. Mereka juga menolak memperbolehkan akses pangkalan militer AS untuk melakukan serangan terhadap Republik Islam tersebut. Pemimpin Eropa melihat setiap upaya membuka Selat Hormuz sebagai risiko tinggi, karena Iran terus menyerang kapal tanker yang tidak dianggap berasal dari negara “bersahabat”.

Para pejabat menilai perang Trump terhadap Iran adalah keputusan sendiri, tanpa konsultasi dengan sekutu. Mereka juga khawatir konflik ini bisa memicu perang berkepanjangan di Timur Tengah, seperti di Irak atau Afghanistan. Trump menegaskan bahwa keengguran Eropa sebagai pengkhianatan terhadap AS, setelah Washington membantu Ukraina dalam perang empat tahun melawan Rusia.

Ads
RumahBerkat - Post

Trump mengingatkan Inggris dan Prancis pada Selasa bahwa AS tidak akan lagi berada di sana untuk membantu. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyebut Prancis tidak memungkinkan pesawat yang mengangkut bahan bakar militer untuk terbang melintasi wilayahnya. “Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU terkait ‘Jagai Iran,’ yang telah berhasil dieliminasi! Amerika Serikat akan MENGINGAT!!!,” tulis Trump.

Dalam posting lain, Trump mengkritik Inggris sambil menekankan pentingnya tindakan langsung di Selat Hormuz. “Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepemimpinan Iran, saya punya saran untuk Anda,” tambahnya. “Nomor 1, beli dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, bangun keberanian yang tertunda, pergi ke selat itu, dan langsung AMBIL.”

Trump juga menyiratkan kelemahan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, menyebut mereka “tidak punya angkatan laut” dan “kapal induk yang tidak berfungsi”. Dalam komentar ke The Telegraph, ia menegaskan bahwa tidak akan memberi instruksi ke Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait peningkatan belanja pertahanan. “Dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Tidak masalah. Semua yang Starmer inginkan hanyalah turbin angin mahal yang membuat harga energi Anda melonjak,” kata Trump.

Sementara itu, pejabat senior lain juga menyampaikan sinyal bahwa AS bisa meninggalkan NATO, meski belum jelas tingkat seriusnya. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington harus “meninjau kembali” hubungan dengan NATO setelah perang Iran selesai. “Jika NATO hanya tentang kami membela Eropa jika mereka diserang tetapi kemudian menolak hak penggunaan pangkalan ketika kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang sangat baik,” ujarnya.

Ads
RumahBerkat - Post