Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

Ads
RumahBerkat - Post

Menteri Pertahanan Malaysia Berjanji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit Hingga Cedera Otak

Korban dalam insiden penganiayaan tersebut adalah Muhammad Amirul Raziq, seorang prajurit yang mengalami kerusakan otak berat setelah dipukul oleh pelaku. Menurut laporan, kejadian terjadi di Royal Malay Regiment akibat perselisihan tugas bersihkan gudang senjata. Polisi telah menangkap tersangka, sementara militer membentuk tim penyelidikan khusus untuk mengungkap kasus tersebut.

Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, menegaskan kementeriannya akan mendukung penyelidikan hukum hingga tuntas. Ia menyatakan bahwa tindakan penegakan hukum akan diambil setelah proses investigasi selesai. “Kami tidak akan menoleransi bentuk kekerasan semacam ini,” ujar Khaled kepada New Straits Times.

Penyelidikan Awal Temukan Penyebab Penganiayaan

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban diduga dianiaya oleh tersangka dengan menampar dan memukul di bagian wajah serta perut. Tindakan ini dipicu oleh ketidakpuasan pelaku terhadap tugas membersihkan gudang senjata. Ayah korban, Rosafindi Tambi Chik, yang pernah menjabat sebagai komando, mengatakan pelatihan militer tidak pernah mengajarkan para prajurit untuk menyerang sesama anggota.

Kasus Diselidiki Berdasarkan Pasal 325 KUHP

Kasus ini sedang diteliti menggunakan Pasal 325 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia, yang menyangkut tindak pidana luka berat. Pelaku, seorang kopral, telah ditahan oleh polisi, sementara tim militer terus mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden.

Ads
RumahBerkat - Post

Isu Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia

Selain kasus penganiayaan di dalam angkatan bersenjata, ada pula berita terkait kebijakan Selat Hormuz yang akan dibuka secara gratis untuk kapal Malaysia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses logistik dan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga.