Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dini Rahmania tegaskan peran pesantren dalam edukasi cegah karhutla

Published 27/10/2026 · Updated 27/10/2026 · By Rizki Ananda - atapkitadonasi.com

Pesantren Didorong Jadi Mitra Edukasi Pencegahan Karhutla

Atapkitadonasi.com – Peran pesantren dalam menjaga lingkungan dinilai dapat diperkuat melalui pendidikan dan kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Namun, pelibatan lembaga pendidikan Islam tersebut tidak boleh bergeser menjadi pemindahan tanggung jawab negara dalam menangani bencana karhutla.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menekankan bahwa pesantren memiliki ruang penting untuk menumbuhkan kepedulian ekologis di kalangan santri serta masyarakat di sekitarnya. Peran itu terutama berkaitan dengan pembelajaran mengenai perlindungan alam, pencegahan kebakaran, dan langkah keselamatan ketika ancaman bencana muncul.

“Pesantren dapat menjadi mitra dalam memberikan edukasi lingkungan kepada santri dan masyarakat sekitar. Namun, jangan sampai pelibatan tersebut justru menjadi alasan untuk mengalihkan tanggung jawab negara kepada lembaga pendidikan,” kata Dini di Jakarta, Selasa.

Pendidikan Lingkungan Bukan Tugas Penanggulangan Bencana

Dini mengingatkan bahwa santri tetap memiliki tugas utama untuk belajar dan mendalami ilmu. Karena itu, kegiatan kepedulian lingkungan di pesantren perlu diposisikan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kesiapsiagaan dasar, bukan sebagai penugasan teknis untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Ia menilai terdapat perbedaan jelas antara membangun kesadaran lingkungan dengan menjalankan operasi penanggulangan bencana. Penanganan karhutla memerlukan tenaga profesional, peralatan memadai, koordinasi lintas instansi, serta prosedur keselamatan yang ketat. Santri dan lembaga pendidikan tidak semestinya dibebani peran yang berada di luar kewenangan maupun kompetensinya.

“Jangan sampai atas nama pemberdayaan masyarakat, kita justru memberikan tanggung jawab kepada santri yang seharusnya menjadi tugas petugas profesional,” ujarnya.

Dalam konteks wilayah yang rawan kebakaran, standar operasional prosedur mitigasi tetap dibutuhkan. SOP tersebut dapat membantu masyarakat mengenali risiko, mengambil tindakan awal yang aman, serta memahami jalur penyelamatan diri apabila bencana terjadi. Meski demikian, penyusunannya harus mempertimbangkan kemampuan pihak yang terlibat dan tidak mengabaikan keselamatan.

Fokus pada Pencegahan dan Keselamatan

Pesantren dapat mengambil peran melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembelajaran tentang pentingnya menjaga hutan dan lahan, membiasakan perilaku ramah lingkungan, serta menyebarkan pemahaman mengenai bahaya pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Edukasi semacam ini juga dapat menjangkau keluarga santri dan warga sekitar pesantren.

Selain pengenalan pencegahan, pemahaman mengenai tindakan saat keadaan darurat juga relevan diberikan. Santri dan warga dapat dibekali pengetahuan dasar mengenai cara melindungi diri, mengenali situasi berbahaya, serta mengetahui pentingnya mengikuti arahan petugas ketika kebakaran terjadi. Pendekatan ini menjaga pesantren tetap berada pada fungsi pendidikan dan penguatan komunitas.

Karhutla bukan hanya persoalan api yang muncul di satu lokasi. Dampaknya dapat meluas terhadap kualitas lingkungan, aktivitas masyarakat, dan keselamatan warga di kawasan terdampak. Karena itu, pencegahan memerlukan keterlibatan banyak unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, hingga masyarakat yang tinggal di area berisiko.

Negara Tetap Memegang Tanggung Jawab Utama

Dini menyatakan Komisi VIII DPR RI akan terus mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB untuk memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah. Penguatan kesiapsiagaan dibutuhkan agar upaya pengendalian kebakaran tidak hanya dilakukan setelah api membesar.

Beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian mencakup kesiapan personel, kecukupan anggaran, ketersediaan perlengkapan, dan keberhasilan sistem pencegahan serta penanganan dini. Seluruh unsur tersebut merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana.

Pelibatan masyarakat tetap memiliki arti strategis, tetapi harus ditempatkan secara proporsional. Warga dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan, menyampaikan informasi awal, dan menjalankan langkah pencegahan yang aman. Sementara itu, pekerjaan teknis dan operasi penanggulangan harus dilakukan oleh petugas yang memiliki keahlian serta dukungan perlengkapan yang sesuai.

Potensi Pesantren dalam Menjaga Alam

Gagasan memperluas peran pesantren dalam pelestarian lingkungan sebelumnya juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. Ia mendorong keterlibatan pesantren dalam upaya menjaga hutan dan mencegah karhutla di Kalimantan Selatan.

Muhaimin memandang sejumlah pesantren telah menjalankan kegiatan yang mendukung perlindungan alam. Potensi tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat budaya menjaga lingkungan di tingkat komunitas, terutama melalui keteladanan dan kegiatan pendidikan yang berkelanjutan.

“Sebetulnya di mana ada pesantren, biasanya ada keberpihakan dan ada tindakan-tindakan preventif karena sudah banyak pesantren yang menjadi kekuatan penjaga lingkungan,” kata Muhaimin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (25/10).

Kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat dapat memperluas jangkauan pendidikan lingkungan tanpa mengaburkan pembagian tugas. Pesantren dapat menjadi ruang pembentukan kesadaran, sedangkan penanganan kebakaran secara operasional tetap berada di tangan lembaga dan petugas yang berwenang.

Dengan pembagian peran yang jelas, pendidikan lingkungan di pesantren dapat berkembang sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Santri memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga alam, masyarakat mendapat penguatan informasi keselamatan, dan negara tetap menjalankan kewajibannya untuk memastikan kesiapan sistem penanggulangan karhutla.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dini Rahmania tegaskan peran pesantren?

Dini Rahmania tegaskan peran pesantren is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dini Rahmania tegaskan peran pesantren matter?

Dini Rahmania tegaskan peran pesantren matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.