Prabowo Mintai Himbara Tidak Hanya Fokus pada Laba, Tapi Hadir untuk Masyarakat
Meeting Results – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran perbankan yang termasuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak hanya terpaku pada pencapaian keuntungan, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat luas. Pernyataan ini disampaikan saat ia menggelar pertemuan dengan para direktur utama dan komisaris dari kelima bank pelat merah tersebut. Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala BKPM, menjelaskan bahwa arahan Prabowo memberikan gambaran jelas tentang keharusan perbankan nasional untuk berperan lebih luas dalam mendorong perekonomian.
Pertemuan Fokus pada Peran Strategis Perbankan
Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam, Prabowo menekankan pentingnya perbankan milik negara menjadi mitra dalam memperkuat akses keuangan bagi berbagai kalangan. Menurut Rosan, pesan utama yang disampaikan adalah tentang kesetaraan manfaat yang harus dirasakan oleh masyarakat, terutama UMKM, sektor komersial, dan perusahaan besar. “Presiden meminta perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi juga aktif dalam pemerataan kesempatan ekonomi,” kata Rosan.
“Tadi arahan Bapak Presiden kepada seluruh perbankan dan dewan komisaris bahwa perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dalam bentuk pemerataan kesempatan bagi UMKM, sektor komersial, maupun korporasi,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, Prabowo juga berbicara tentang optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, Presiden memandang bahwa kondisi perekonomian nasional memiliki potensi positif di masa depan, sehingga perbankan pelat merah diharapkan menjadi bagian dari upaya penguatan stabilitas keuangan. Ia menyebutkan bahwa perbankan harus aktif menciptakan akses pembiayaan yang merata, termasuk untuk kelompok masyarakat yang kurang terjangkau oleh layanan keuangan tradisional.
Kapitalisasi Pasar Lima Bank BUMN
Dalam sesi pertemuan yang berlangsung hampir empat jam, Prabowo menanyakan langsung nilai kapitalisasi pasar lima bank yang tergabung dalam Himbara. Rosan menjelaskan bahwa data tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengukur kontribusi perbankan terhadap perekonomian. “Nilai pasar Bank Mandiri berada di sekitar Rp450 triliun, sedangkan BRI sedikit di atas angka yang sama,” katanya. Selain itu, Rosan juga menyebutkan bahwa Bank BNI memiliki kapitalisasi sekitar Rp200 triliun, sementara BTN dan BSI ikut memberikan kontribusi signifikan.
“Jika dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar di Indonesia,” tambah Rosan.
Angka tersebut, menurut Rosan, menunjukkan bahwa Himbara memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar yang besar menggambarkan kemampuan perbankan untuk menarik investasi dan berpartisipasi dalam dinamika pasar keuangan nasional. Dengan kapitalisasi total yang mencapai Rp1.100 triliun, Himbara dianggap sebagai bagian penting dari sistem keuangan Indonesia, yang sekaligus menjadi mitra dalam kebijakan pemerintah.
Kehadiran Para Petinggi dan Menteri
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi perbankan dan menteri kabinet. Dari sisi direktur utama, hadir Riduan (Bank Mandiri), Putrama Wahju Setyawan (BNI), Hery Gunardi (BRI), Nixon L.P. Napitupulu (BTN), serta Muhadjir Effendy (BSI). Di sisi kementerian, Rosan didampingi oleh Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Suahasil Nazara (Wakil Menteri Keuangan), Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara), dan Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet). Selain itu, CIO Danantara Pandu Sjahrir juga hadir sebagai bagian dari tim penunjang.
Prabowo menekankan bahwa perbankan tidak boleh hanya memenuhi target finansial, tetapi juga merespons kebutuhan masyarakat secara lebih holistik. Menurut Rosan, pesan ini menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan perbankan dan pembangunan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Ia menyatakan bahwa Himbara diperintahkan untuk menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam memberikan layanan keuangan yang berkelanjutan.
Salah satu kebijakan yang menjadi fokus Prabowo adalah pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Dalam pembicaraannya, Presiden mengingatkan bahwa akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah harus ditingkatkan. Rosan menjelaskan bahwa Himbara diminta untuk mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung keterlibatan UMKM dalam pasar keuangan. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua kalangan masyarakat memiliki kesempatan yang adil,” kata Rosan.
Kehadiran Himbara dianggap sebagai upaya pemerintah untuk menjamin keterlibatan sektor keuangan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Dengan jumlah kapitalisasi pasar yang besar, Himbara diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menyerap investasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Rosan menegaskan bahwa perbankan pelat merah harus menjadi pelaku utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih seimbang.
Menurut Rosan, pertemuan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa Himbara tetap bergerak sesuai dengan visi pemerintah. Ia menyatakan bahwa selain fokus pada laba, perbankan juga harus menjadi penyelesaia untuk kebutuhan masyarakat. “Dengan kehadiran perbankan yang lebih merata, ekonomi Indonesia bisa menjadi lebih stabil dan berkembang,” tambahnya.
Perbankan BUMN sebagai Fondasi Kesejahteraan Rakyat
Rosan menekankan bahwa Himbara memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan rakyat. Ia menyatakan bahwa perbankan BUMN harus menjadi wadah untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata, termasuk dalam pembiayaan kebutuhan mendasar masyarakat. “Himbara harus menjadi bagian dari solusi bagi kebutuhan riil warga Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja perbankan pelat merah sekaligus menyesuaikan strategi mereka dengan tujuan nasional. Rosan memaparkan bahwa himbara tidak hanya berperan dalam layanan keuangan, tetapi juga harus aktif dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha, termasuk UMKM, yang seringkali kesulitan dalam mendapatkan modal. Dengan mengoptimalkan peran tersebut, Himbara diharapkan menjadi aset yang bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.
Menurut Rosan, perbankan BUMN harus menjadi pelaku yang konsisten dalam menyerap dana dari masyarakat sekaligus menyebarkan