New Policy: Profil Dirgayuza, Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan
New Policy – Dalam upaya menerapkan New Policy yang lebih efektif, Presiden Prabowo Subianto melantik Dirgayuza Setiawan sebagai Asisten Presiden yang membidangi komunikasi dan analisis kebijakan. Pengangkatan ini diumumkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33/M Tahun 2025, menetapkan Dirgayuza untuk periode 2024-2029. Sejak menjabat, Dirgayuza berkomitmen untuk mendorong narasi yang relevan dan kebijakan yang berdampak luas. “Mari kita bersama mengembangkan Indonesia yang lebih baik melalui New Policy yang terencana dan berkelanjutan,” tutur Dirgayuza dalam posting Instagramnya.
Profesi dan Kepemimpinan
Dirgayuza Setiawan, lahir di Jakarta pada 15 Mei 1989, memiliki latar belakang yang unik dalam dunia politik dan komunikasi. Ia adalah putra dari Kapten CDM. Dr. Boyke Setiawan, mantan pelatih terjun payung militer, dan Jasmin Kartiasa Prawirabisma, atlet nasional. Sejak muda, Dirgayuza aktif dalam organisasi sayap partai Tunas Indonesia Raya, yang menjadi fondasi awal kariernya di bidang politik. Selain itu, ia dikenal sebagai anggota “Jedi Knight” muda yang diandalkan Prabowo Subianto selama kampanye 2014.
Dalam perannya sebagai Asisten Presiden, Dirgayuza fokus pada penyusunan strategi komunikasi yang mengintegrasikan analisis kebijakan dengan visi nasional. Ia menggabungkan pengalaman di sektor swasta, BUMN, serta kegiatan politik untuk menciptakan kebijakan yang responsif terhadap isu kontemporer. Pengalaman ini diharapkan memperkuat efektivitas New Policy dalam mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat.
Pendidikan dan Keterampilan Global
Sebelum menjabat di pemerintahan, Dirgayuza mengenyam pendidikan di University of Melbourne, Australia, dengan gelar Sarjana (Bachelor of Arts) dalam bidang Media Communications dan Political Science. Prestasi akademiknya membawanya menjadi Wakil Presiden PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia di Australia) dan anggota delegasi Indonesia pada Y8 Summit 2013 sebagai Head of State. Ia juga pernah menjadi anggota Parlemen Muda Indonesia (2012) serta mengikuti program Executive Program in International Business/Commerce di Tsinghua University, Tiongkok (2013).
Setelah itu, Dirgayuza melanjutkan studi ke Oxford University, Inggris, dengan memperoleh gelar Master of Social Science of the Internet (MSc) pada 2015-2016. Di sana, ia mengkaji isu media digital, regulasi internet, dan perlindungan anak di dunia maya. Kombinasi pendidikan global ini membantunya mengembangkan perspektif yang holistik dalam merancang New Policy yang berbasis data dan teknologi.
Profil dan Kontribusi Politik
Dalam dunia politik, Dirgayuza memiliki kontribusi signifikan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Tenaga Ahli di Kementerian Kelautan dan Perikanan (2021-2022) dan sebagai penulis naskah pidato Presiden Prabowo pada 2019. Selama kampanye pemilu 2019, ia aktif dalam bursa menteri Prabowo-Gibran 2024, menunjukkan keahliannya dalam menyusun strategi komunikasi politik. Sebelumnya, Dirgayuza juga memimpin Head of Social Media & Infopub Partai Gerindra (2017-2020), yang menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi narasi partai dalam New Policy.
Keterlibatannya dalam organisasi sayap politik sejak dini hari menghasilkan keahlian dalam menyampaikan pesan kebijakan secara efektif. Ia dikenal sebagai figur yang terus berinovasi dalam membangun jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat, yang menjadi inti dari New Policy.
Pengalaman di Sektor Swasta dan BUMN
Sebelum masuk pemerintahan, Dirgayuza meniti karier di sektor swasta hingga BUMN. Ia pernah menjadi Konsultan di McKinsey Indonesia (2017-2020) dan Wakil Direktur Utama PT Agro Industri Nasional (2020-2022). Pada 2022, ia menjabat Direktur Pengembangan Usaha dan Pemasaran PT Angkasa Transportindo Selaras, lalu menjadi Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha di PT RNI (Persero) atau ID FOOD pada 2023. Di luar perusahaan tersebut, Dirgayuza juga menjadi Deputy CEO AGRINAS (2020-2022) dan pendiri serta anggota dewan komisaris PT Lestari Bumi Pertiwi.
Pengalaman di sektor swasta dan BUMN membekali Dirgayuza dengan keahlian manajerial dan strategis yang relevan untuk menerapkan New Policy. Ia juga aktif dalam organisasi seperti Asta Cita Center dan GP Ansor, yang memperkuat jaringan dan wawasan multidimensi dalam merancang kebijakan nasional.
Karya dan Publikasi
Dirgayuza dikenal sebagai penulis dan peneliti yang produktif. Di Australia, ia menerbitkan sekitar 11 buku dengan tema teknologi dan filsafat politik, termasuk karya-karya yang menggambarkan pandangan kritis terhadap isu sosial dan ekonomi. Di Indonesia, bukunya mencakup “Nilai-Nilai Pendekar Pejuang, Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot” (2015), “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022), serta “Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045” (2023). Karya-karya ini mencerminkan perannya dalam mengembangkan New Policy yang berfokus pada perubahan struktural dan inklusif.
Dalam konteks New Policy, publikasi Dirgayuza berperan sebagai sumber inspirasi bagi para pembuat kebijakan. Ia juga menjadi anggota Oxford Indonesia Society dan Diplomasi Pemuda Indonesia, yang menunjukkan komitmennya pada kolaborasi global dalam memperkuat ide-ide lokal. Keberadaannya dalam media dan akademik menjadi pengayaan dalam proses penyebaran dan evaluasi kebijakan baru.