Pembahasan Penting: Wapres janji cari solusi sejahterakan guru honorer di SD Kaniti Kupang
Wapres Janji Cari Solusi Sejahterakan Guru Honorer di SD Kaniti Kupang
Jakarta – Dalam kunjungan terbaru ke SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmen untuk menemukan solusi yang mampu meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru kontrak (PPPK) yang mengajar di sekolah tersebut. Gibran memberikan janji itu saat bertemu langsung dengan para pendidik di sana, setelah pemerintah menyelesaikan renovasi sekolah yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Sebelumnya, ruang belajar-mengajar di tempat tersebut masih dalam kondisi kurang memadai. Dalam pertemuan tersebut, Yuliana juga mengungkapkan harapan agar tidak ada tenaga pendidik yang dirumahkan, karena terdampaknya bisa mengganggu proses belajar mengajar.
“Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali,” kata Kepala Sekolah kepada Wapres Gibran.
Dalam kunjungan yang sama, Gibran menekankan bahwa pemerintah saat ini berupaya memastikan tidak ada guru yang terkena dampak negatif dari perubahan kebijakan. Ia menjelaskan bahwa ada koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pengajaran. “Kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT, red.). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” tambah Gibran.
SD Inpres Kaniti merupakan salah satu dari sekolah yang direnovasi pemerintah pada 2025 sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto. Proses revitalisasi berlangsung selama 90 hari kerja, mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025. Renovasi mencakup pembangunan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, serta satu unit toilet.
Kunjungan Gibran ke SD Kaniti, Senin (6/4), adalah yang kedua setelah pertemuan sebelumnya pada Mei 2025. Dalam kunjungan pertama, Wapres menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada para guru dan murid. Selain itu, ia juga memotivasi para siswa agar lebih giat dalam belajar. “Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret,” pesan Gibran kepada para murid yang didampingi oleh guru-gurunya.
SD Inpres Kaniti saat ini memiliki total 420 siswa yang dibagi dalam 16 rombongan belajar. Sekolah tersebut didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Gibran menyoroti bahwa, meski status kepegawaian para guru berbeda, tujuan mereka tetap sama, yakni mencerdaskan anak-anak. Ia berharap pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil.
