Penelitian Baru OLeh TOURISE dan LIONS Advisory Mengungkap Bagaimana Kreativitas Menciptakan Keunggulan Komersial Untuk Pertumbuhan Destinasi
Kreativitas Jadi Kunci Baru Perebutan Perhatian Wisatawan Global
Atapkitadonasi.com – Persaingan antar-destinasi wisata kini tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, akses penerbangan, atau ketersediaan hotel. Di tengah semakin banyaknya pilihan dan perubahan cara orang mencari inspirasi perjalanan, kreativitas dinilai menjadi kekuatan komersial yang dapat membantu sebuah destinasi membangun daya tarik jangka panjang.
TOURISE bersama LIONS Advisory meluncurkan IDEAS That Travel, sebuah kajian yang membahas hubungan antara kreativitas, preferensi wisatawan, dan pertumbuhan sektor perjalanan. Kajian tersebut hadir ketika minat bepergian terus meningkat, sementara perhatian calon wisatawan tersebar di media sosial, konten kreator, komunitas digital, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan.
Kondisi tersebut membuat kehadiran sebuah merek pariwisata tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan visibilitas. Destinasi juga perlu mampu menciptakan kesan yang khas, dipercaya, dan relevan sejak seseorang mulai membayangkan perjalanan, bahkan sebelum memasuki tahap pencarian tiket atau pemesanan akomodasi.
“Kini wisatawan menemukan destinasi lebih awal dan melalui lebih banyak saluran dibanding sebelumnya, mulai dari media sosial dan konten kreator hingga komunitas dan perangkat AI. Hal ini meningkatkan standar bagi merek-merek pariwisata. Kreativitas, keunikan, dan kepercayaan semakin menjadi faktor utama bagi destinasi wisata untuk menarik perhatian, membangun preferensi, dan tetap relevan selama perjalanan wisatawan,” kata Yang Mulia Ahmed Al Khateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi sekaligus Ketua TOURISE.
AI Mengubah Tahap Awal Perencanaan Liburan
Survei daring yang dilakukan pada Desember 2025 melibatkan 8.374 konsumen dari 13 pasar. Seluruh responden tercatat pernah bepergian ke luar negeri dalam 12 bulan sebelumnya. Riset ini turut diperkuat melalui wawancara mendalam dengan sejumlah pemimpin industri global dan telaah riset pemasaran serta studi kasus dari LIONS.
Temuannya menunjukkan bahwa penggunaan AI telah menjadi bagian penting dari proses merencanakan perjalanan. Sebanyak 55% wisatawan telah memakai AI untuk membantu menyusun rencana liburan. Sementara itu, 62% responden memperkirakan pemakaian teknologi tersebut akan meningkat dalam 12 bulan berikutnya.
Perubahan ini berarti destinasi harus mempertimbangkan bagaimana informasi, cerita, pengalaman, dan identitas mereka muncul dalam berbagai ruang digital. Wisatawan dapat memperoleh rekomendasi melalui video pendek, unggahan komunitas, mesin pencari, percakapan dengan AI, maupun pengalaman langsung dari orang lain. Semua titik pertemuan itu ikut membentuk persepsi jauh sebelum keputusan pembelian dibuat.
Wawancara dalam kajian tersebut melibatkan Tony Fernandes, CEO Capital A dan salah satu pendiri AirAsia; David Droga, Wakil Ketua Accenture; Gonzalo Brujó, CEO dan Pimpinan Global Interbrand; serta Joanne Chehab, Kepala Solusi Bisnis Global Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara di ByteDance/TikTok.
Lima Pendorong Efektivitas
IDEAS That Travel menawarkan kerangka praktis yang disusun melalui lima pendorong efektivitas: Investasi, Keunikan, Keterlibatan, Keotentikan, dan Kelancaran. Kelima unsur ini diposisikan sebagai fondasi untuk membantu merek wisata menghadapi persaingan yang lebih kompleks.
Investasi berkaitan dengan komitmen membangun kehadiran dan komunikasi yang konsisten. Keunikan menekankan perlunya karakter yang mudah dibedakan dari destinasi lain. Keterlibatan berbicara tentang kemampuan menarik minat melalui cerita yang bermakna, sedangkan keotentikan membantu memperkuat rasa percaya lewat pengalaman yang kredibel.
Faktor kelancaran menyoroti pentingnya perjalanan pelanggan yang tersambung. Artinya, pengalaman wisatawan perlu terasa konsisten saat berpindah dari pencarian digital ke kanal pemesanan, lalu menuju kunjungan nyata di destinasi. Kesenjangan antara promosi dan realitas dapat memengaruhi kepercayaan, sehingga koordinasi antara komunikasi, layanan, dan pengalaman di lapangan menjadi semakin penting.
“Kreativitas merupakan keunggulan komersial,” kata Paul Coxhill, Chief Operating Officer dan Presiden LIONS.
“Berbagai penelitian empiris membuktikan peran kreativitas dalam pertumbuhan bisnis. Sektor pariwisata adalah lahan subur untuk efektivitas kreativitas. Hanya sedikit sektor yang berhubungan langsung dengan emosi, pengalaman, dan kenangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami perubahan besar dalam cara konsumen menemukan destinasi, melakukan pemesanan, dan berinteraksi dengan destinasi. Seiring meningkatnya permintaan, persaingan dan kompleksitas juga semakin besar.”
Persaingan Bukan Sekadar Mendapatkan Pemesanan
Sejumlah studi kasus dari Airbnb, Tourism Australia, Visit Sweden, Visit North Carolina, dan Southwest Airlines memperlihatkan penerapan prinsip tersebut dalam praktik. Contoh-contoh itu menegaskan bahwa komunikasi pariwisata dapat bekerja lebih efektif ketika tidak hanya berfokus menjual perjalanan, tetapi juga membangun hubungan emosional dan relevansi budaya.
Bagi wisatawan, pendekatan ini dapat berarti pengalaman mencari liburan yang lebih mudah dipahami dan terasa lebih personal. Bagi pengelola destinasi dan pelaku industri, tantangannya adalah menyatukan penceritaan, kerja sama dengan kreator, teknologi AI, media, serta pengalaman wisata nyata ke dalam strategi yang selaras.
Destinasi yang paling siap menghadapi pertumbuhan di masa depan diperkirakan bukan hanya yang mampu menarik transaksi, melainkan juga yang berhasil mempertahankan perhatian publik dan menjadi bagian dari percakapan budaya. Dalam lanskap perjalanan yang semakin dipengaruhi teknologi, kreativitas dapat menjadi penghubung antara inspirasi awal, kepercayaan calon pengunjung, dan keputusan untuk benar-benar berangkat.
TOURISE merupakan platform global yang berfokus membentuk masa depan pariwisata. KTT perdana TOURISE, dengan dukungan Kementerian Pariwisata Arab Saudi, berlangsung di Riyadh pada 11–13 November 2025. Forum tersebut mempertemukan tokoh dari pemerintahan, bisnis, investasi, pariwisata, dan teknologi untuk mendorong inisiatif berdampak tinggi serta arah pembangunan sektor perjalanan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi masa depan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Penelitian Baru OLeh TOURISE dan LIONS?Penelitian Baru OLeh TOURISE dan LIONS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Penelitian Baru OLeh TOURISE dan LIONS matter?Penelitian Baru OLeh TOURISE dan LIONS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.