Program Terbaru: Pastikan Ibadah Paskah Aman, Polda NTT Kerahkan 3.227 Personel dalam Operasi Semana Santa 2026
Pastikan Ibadah Paskah Aman, Polda NTT Kerahkan 3.227 Personel dalam Operasi Semana Santa 2026
Operasi Khusus untuk Menjaga Kedamaian dalam Perayaan Agama
Dalam rangka menjaga keselamatan dan ketenangan selama perayaan Paskah, Polda NTT melibatkan sekitar 3.227 personel untuk Operasi Semana Santa Turangga 2026. Upaya ini bertujuan memastikan prosesi ibadah berjalan aman, teratur, dan penuh khusyuk, dengan pendekatan yang lebih santun serta penuh perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Partisipasi gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta komunitas pemuda lintas agama menunjukkan komitmen bersama menjaga keharmonisan.
Larantuka, Kabupaten Flores Timur, kembali menjadi pusat perhatian karena peran kunci dalam Semana Santa. Di sana, sebanyak 985 personel disiapkan secara penuh untuk mengawasi prosesi darat dan laut yang sarat makna spiritual. Ribuan peziarah yang datang setiap tahun menggarisbawahi bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi bagian lokal, tetapi juga menginspirasi nilai iman di tingkat nasional. Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa kehadiran personel bukan sekadar tugas keamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap umat dapat menjalani ibadah dengan aman dan khusyuk. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian bagi masyarakat, sebagaimana semangat Polda NTT Penuh Kasih yang kami bawa,” ujar Kapolda NTT.
Operasi dilaksanakan selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026, dengan fokus pada pengamanan di 1.113 gereja dan jalur prosesi di Flores Timur serta Kota Kupang. Untuk meningkatkan layanan, 85 pos pelayanan didirikan di titik strategis. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat pengawasan, bantuan darurat, dan koordinasi, sehingga masyarakat dapat merasa terlayani kapan pun dibutuhkan.
Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, menjelaskan bahwa pendekatan pengamanan mengutamakan kemanusiaan. “Semana Santa di Larantuka adalah tradisi keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi dan dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, kami menerapkan pelayanan yang humanis dan penuh kasih agar masyarakat merasa didukung,” tambahnya.
Langkah-langkah strategis dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengamanan berlapis di setiap gereja hingga pengawasan jalur prosesi. Seluruh personel diminta menjalankan tugas dengan profesionalisme, sambil membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Suasana aman dan harmonis diharapkan terjaga sepanjang perayaan. Perhatian khusus juga diberikan pada keselamatan peziarah, terutama dalam prosesi laut yang memerlukan pengawasan ekstra.
Pengaturan arus transportasi di bandara, pelabuhan, dan terminal juga dilakukan secara optimal. Pendekatan ini didukung patroli bahari terpadu serta kesiapan tim medis di setiap pos pelayanan, guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan lancar. Operasi ini tidak hanya sebagai upaya pengamanan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dengan hati dan empati.
