Berita Penting: Iran tegaskan akan cegah kapal perang melintasi Selat Hormuz
Iran Berkomitmen Cegah Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz
Dari Teheran, Iran menyatakan akan “tegas” mencegah seluruh upaya kapal perang untuk melewati Selat Hormuz, menurut pernyataan Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Setiap usaha kapal perang melintasi Selat Hormuz akan diblokir secara menyeluruh. Angkatan Laut IRGC kini menguasai wilayah tersebut sepenuhnya. Hanya kapal sipil yang diperbolehkan melewati dengan syarat tertentu,” demikian pernyataan tersebut seperti dilaporkan kantor berita Iran, Fars.
IRGC membantah adanya laporan bahwa kapal perang AS melewati Selat Hormuz. Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran memantau posisi kapal perusak Angkatan Laut AS yang berangkat dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz. Semua gerak-gerik kapal tersebut dikabarkan kepada delegasi Iran di Islamabad, yang selanjutnya menyampaikannya kepada pihak AS melalui perantara Pakistan.
Fars melaporkan bahwa Iran telah memberikan peringatan kepada kapal perusak tersebut. Selain itu, negara itu menyampaikan langsung kepada perantara Pakistan bahwa kapal tersebut akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit bila melanjutkan perjalanan, yang berpotensi mengganggu proses negosiasi Iran-AS.
Pembicaraan antara Iran dan AS dimulai di Islamabad pada Sabtu. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua minggu kepada Teheran pada 8 April. Sampai berita ini diturunkan, sesi negosiasi telah berlangsung lebih dari delapan jam. Putaran ketiga masih berlangsung.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan anggota termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati. Di sisi lain, delegasi AS diwakili oleh Wakil Presiden J.D. Vance, dengan kehadiran utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu presiden, Jared Kushner.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
