Rencana Khusus: DKI sepekan, Lebaran Betawi hingga penambahan jam operasional Ragunan
DKI Sepekan, Lebaran Betawi hingga Penambahan Jam Operasional Ragunan
Jakarta menjadi pusat perhatian dalam sepekan terakhir karena berbagai peristiwa menarik. Di antaranya, persiapan Lebaran Betawi 2026 dan perubahan kebijakan pengelolaan keamanan di kota ini. Berikut rangkuman berita utama:
Persiapan Kegiatan Lebaran Betawi 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyiapkan berbagai acara selama tiga hari pelaksanaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng. Kebijakan ini diharapkan menarik partisipasi masyarakat lokal dan sekitarnya. “Kami mengundang seluruh warga Jakarta untuk turut serta meramaikan acara ini,” tutur Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.
Pemantauan Keamanan Melalui CCTV
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mewajibkan bangunan dengan lantai di atas empat untuk terhubung ke sistem CCTV Pemprov. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan dan mencegah kejahatan. “Penggunaan CCTV akan membuat keamanan Jakarta lebih terpadu,” jelas Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu.
Perluasan Jam Buka Ragunan untuk Jogging
Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, berencana memperpanjang jam buka hingga malam hari untuk menunjang kegiatan olahraga jogging. “Hanya untuk pengunjung yang ingin berolahraga, bukan untuk melihat satwa,” kata Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, di Jakarta, Sabtu.
Pengaruh Sampah terhadap Omzet Pedagang
Penurunan penjualan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mencapai 30 persen karena tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter di Tempat Penampungan Sementara. “Banyak pembeli enggan datang ke bagian lapak saya, khususnya karena takut parkir,” ungkap Syaeful, seorang pedagang, di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu.
Pelarangan Kerja ASN di Tempat Umum Saat WFH
Pemerintah DKI Jakarta melarang aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari kafe atau tempat umum saat menjalani kebijakan kerja dari rumah (WFH) setiap Jumat. “Jika ada ASN yang bekerja di tempat umum, mereka akan dikenai sanksi tegas,” tegas Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.
