Menghadapi Tantangan: Airlangga respons proyeksi Bank Dunia pangkas pertumbuhan ekonomi RI

Airlangga respons proyeksi Bank Dunia pangkas pertumbuhan ekonomi RI

Jakarta – Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, memberikan tanggapan terhadap penyesuaian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank. Menurut lembaga tersebut, angka pertumbuhan negara ini turun dari 4,8% menjadi 4,7%. Airlangga menyatakan perubahan ini wajar mengingat tekanan geopolitik global yang meningkat.

“Dengan situasi perang, mereka semua menurunkan proyeksi di berbagai wilayah,” ujarnya saat diwawancara di kantornya, Kamis.

Walau demikian, Airlangga menilai proyeksi Bank Dunia tetap optimistis. Angkanya masih di atas rata-rata prediksi ekonomi dunia, yang berada di sekitar 3,4%. “Kalau kita lihat, angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen, tapi Indonesia optimis karena hasil kuartal I (2026) bisa menjadi indikator,” jelasnya.

Airlangga menambahkan Bank Dunia memiliki metode khusus dalam membuat laporan proyeksi ekonomi. Pemerintah Indonesia tetap terbuka memberikan data, tanpa mengintervensi lembaga tersebut. “Masalah proyeksi kan mereka punya perkiraan sendiri. Tapi sering kali hasilnya lebih baik daripada prediksi mereka. Jadi, tidak apa-apa,” ujarnya.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2025 sebesar 4,8%.

Ads
RumahBerkat - Post

Bank Dunia menyebut perlambatan ekonomi terjadi karena tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global dan peningkatan kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional. Meski demikian, lembaga tersebut mengatakan dampak tekanan sebagian dapat diminimalkan oleh pendapatan dari sektor komoditas serta inisiatif investasi yang didorong pemerintah.

Indonesia, menurut Bank Dunia, masih memiliki daya tahan ekonomi, termasuk dari ekspor komoditas, yang bisa membantu meredam efek kenaikan biaya energi dalam jangka pendek.