Rilis Pers

Visit Agenda: Perlintasan Liar Harus Segera Ditutup untuk Menjaga Keselamatan Bersama

Perlintasan Liar Harus Ditutup untuk Keselamatan Bersama

Visit Agenda – Sebanyak 3.888 perlintasan sebidang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra, dengan 1.089 di antaranya berpotensi membahayakan karena kurangnya pengamanan dan berada di luar pengaturan resmi. KAI menekankan bahwa penutupan perlintasan liar adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama. Dengan memperketat pengawasan dan menutup titik-titik rawan, risiko tabrakan antara kereta api dan pengguna jalan dapat diminimalkan secara signifikan.

Tindakan yang Dilakukan KAI

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa perlintasan liar merupakan ancaman serius bagi keamanan masyarakat. Perlintasan yang tidak terstandarisasi mempersempit ruang aman, meningkatkan peluang kecelakaan. “Dalam rangka memastikan keselamatan di setiap perjalanan, KAI dan pemerintah telah menutup 2.220 perlintasan liar sejak 2017 hingga April 2026. Ini adalah bagian dari upaya Visit Agenda untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terkontrol,” jelas Bobby.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan perjalanan, sehingga memerlukan jarak pengereman yang cukup panjang. Saat kondisi mendadak, kereta tidak bisa berhenti segera. Oleh karena itu, disiplin pengguna jalan di perlintasan menjadi kunci utama. Dengan kebiasaan yang baik, Visit Agenda bisa meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan,”

Strategi Pengendalian Risiko

KAI terus mendorong penutupan perlintasan liar sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko. Dalam beberapa tahun terakhir, 4.988 aktivitas sosialisasi telah dilakukan di berbagai titik perlintasan, serta 687 sesi edukasi di sekolah dan tempat ibadah. Pemasangan 1.745 media peringatan di lokasi strategis juga turut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya jika tidak mematuhi aturan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa penataan perlintasan bukan hanya melibatkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga disiplin pengguna jalan. “Visit Agenda untuk penutupan perlintasan liar adalah wujud komitmen KAI dan pihak terkait dalam menjaga keselamatan bersama. Setiap perlintasan yang ditutup membantu mengurangi potensi kecelakaan dan memastikan interaksi antara transportasi kereta api dengan masyarakat berjalan lebih aman,” papar Anne.

Kemitraan dengan Pihak Terkait

Upaya penutupan perlintasan liar juga didukung oleh Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah. Dalam beberapa tahun, KAI telah menangani 564 perlintasan lainnya melalui pembangunan flyover dan underpass. “Kerja sama antara lembaga pemerintah dan KAI menjadi faktor utama dalam menjaga konsistensi Visit Agenda ini. Dengan keberhasilan penutupan perlintasan, lingkungan sekitar pun bisa terbebas dari ancaman kecelakaan,” lanjut Anne.

Kepada masyarakat, Anne mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam berlalu lintas di perlintasan adalah hal yang harus diterapkan secara rutin. “Kebiasaan seperti berhenti, melihat ke kiri dan kanan, serta menunggu hingga aman sebelum melintas, menjadi bagian dari keselamatan bersama. Dengan semua pihak terlibat, Visit Agenda untuk penutupan perlintasan liar bisa tercapai secara maksimal,” tutup Anne.

Aisyah Putri

Relawan aktif di berbagai program kemanusiaan, Aisyah sering membagikan kisah inspiratif dari para penerima manfaat donasi. Ia menyoroti pentingnya solidaritas dan aksi nyata dalam membantu sesama.