Humaniora

Special Plan: Wamen Komdigi: Papua miliki dua jalur konektivitas internasional

Wamen Komdigi: Papua Miliki Dua Jalur Konektivitas Internasional

Special Plan – Jayapura, Papua, menjadi sorotan setelah Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo mengungkapkan bahwa kota ini kini dilengkapi dua jalur penghubung internasional. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia, yang sebelumnya masih bergantung pada satu jalur utama.

Pernyataan tersebut dibacakan Angga saat menghadiri acara peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Telkom Witel Jayapura. Menurutnya, kedua jalur tersebut tidak hanya memperkuat stabilitas layanan komunikasi tetapi juga menjadi pilar penting dalam mempercepat proses transformasi digital. “Dengan dua jalur ini, Papua memiliki cadangan yang memastikan ketersediaan akses internet secara optimal, bahkan dalam situasi darurat,” tambahnya.

“Keberadaan dua jalur tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung pemerataan transformasi digital di Papua serta kawasan Asia-Pasifik,” kata Angga dalam pidatonya. Ia menekankan bahwa akses yang lebih luas ke infrastruktur digital akan mendorong pengembangan sektor ekonomi digital, sekaligus meningkatkan kemampuan daerah dalam menghadapi tantangan global.

Saat ini, Jayapura telah terhubung melalui jalur lama yang menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Namun, jalur kedua yang baru diresmikan menambah keandalan sistem jaringan dengan menghubungkan Vanimo, Papua Nugini, ke Jayapura. Setelah itu, jalur ini melanjutkan perjalanan hingga Manado dan akhirnya mengarah ke Los Angeles, Amerika Serikat, melalui kabel SEA-US. “Jalur ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memperluas cakupan digital di wilayah paling ujung,” jelas Angga.

Kabel laut Puk-Puk 1, yang diresmikan pada Jumat (8/5), adalah hasil kerja sama antara Telkom Indonesia melalui Telkom International (Telin) dengan PNG DataCo. Menurut Angga, kerja sama ini memberikan manfaat besar karena menghasilkan sistem jaringan yang mampu menghubungkan dua negara, Indonesia dan Papua Nugini, secara langsung. “Kabel ini membuka peluang baru bagi masyarakat, termasuk pengusaha lokal, untuk berpartisipasi dalam ekosistem digital global,” imbuhnya.

Angga juga menyoroti peran Telkom Indonesia dalam membangun jaringan. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada PT Telkom Indonesia, khususnya Tim Telkom International (Telin), yang berhasil mengembangkan proyek ini. “Perusahaan ini berkontribusi besar dalam menciptakan konektivitas yang andal, dan ini menjadi bukti komitmen untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia Timur,” ujarnya.

“Dengan dua jalur tersebut, Papua memiliki dua kaki konektivitas internasional yang mandiri. Ini tidak hanya memperkuat kapasitas digital daerah tetapi juga meningkatkan daya saing secara nasional,” kata Angga. Ia menjelaskan bahwa keberadaan jalur alternatif ini memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan meskipun ada gangguan di satu jalur. “Karena itu, infrastruktur digital di Papua kini lebih resilien, sehingga mampu menopang berbagai sektor kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, program kerja prioritas nasional menekankan pentingnya percepatan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan yang lebih merata. Angga menambahkan bahwa kabel laut Pukpuk menjadi bagian kunci dari upaya ini. “Kabel ini tidak hanya meningkatkan kecepatan internet tetapi juga mendorong integrasi ekonomi digital antar daerah, termasuk Papua Nugini,” tuturnya.

Peresmian Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Telkom Witel Jayapura dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Selain Angga Raka Prabowo, hadir pula Direktur Utama Telkom Indonesia, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Wakil Konsulat Papua Nugini Leon Galemo, serta Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait. Acara tersebut juga dihadiri oleh CEO Telin Kharisma dan CEO PNG DataCo Paul Komboi, yang memberikan dukungan teknis untuk pembangunan jalur kabel.

Angga menjelaskan bahwa kabel laut Pukpuk tidak hanya memperkuat akses internet di Jayapura tetapi juga menjadi langkah penting untuk menghubungkan Papua Nugini dengan wilayah Indonesia Timur. “Ini membuka peluang bagi bisnis dan layanan digital untuk berkembang secara signifikan, terutama di sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” katanya. Ia berharap dengan adanya dua jalur konektivitas, masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi yang lebih luas.

Proyek ini memperlihatkan komitmen Indonesia dalam membangun jaringan telekomunikasi yang terintegrasi. Angga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan negara tetangga seperti Papua Nugini adalah bagian dari strategi nasional untuk memastikan kemajuan digital. “Kabel laut ini akan menjadi salah satu tulang punggung dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif,” katanya.

Pengembangan kabel laut Pukpuk juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam menghadapi era globalisasi. Menurut Angga, keberhasilan ini akan menjadi contoh bagus bagi daerah lain yang ingin memperluas akses teknologi. “Dengan dua jalur, kita bisa memastikan bahwa layanan digital tidak pernah terhambat, terutama saat masyarakat semakin bergantung pada teknologi dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Puk-Puk 1 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan internet, terutama di wilayah terpencil. Angga menyoroti bahwa kabel laut ini juga menjadi simbol kerja sama antarnegara. “Kabel ini menggambarkan bagaimana kemitraan yang kuat dapat menciptakan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberadaan dua jalur konektivitas akan memberikan dampak jangka pan

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.