PLN Lampung Pastikan Seluruh Kendaraan Operasional Berbasis Listrik
Visit Agenda – Kota Bandarlampung menjadi pusat perhatian dalam upaya transisi energi bersih yang dilakukan oleh PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung. Perusahaan listrik terbesar di Indonesia ini telah mencapai target penting, yakni mengoperasikan semua kendaraan operasional secara listrik. Tindakan ini dilakukan untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan adaptasi layanan di berbagai kondisi geografis.
Transisi ke Kendaraan Listrik Berjalan Lancar
Dalam wawancara di Bandarlampung, Minggu, General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menjelaskan bahwa 51 unit kendaraan operasional telah sepenuhnya beralih ke sistem elektrifikasi. “Kami yakin 100 persen kendaraan operasional kami kini menggunakan teknologi listrik,” tuturnya. Transisi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan dalam operasional sehari-hari.
“Transformasi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga bisa mendukung mobilitas kerja secara andal di berbagai medan,” ujarnya.
Kendaraan listrik diunggulkan karena daya jelajahnya hingga 350-450 kilometer per pengisian. “Kendaraan ini tetap efektif meski digunakan di daerah terpencil, bahkan di medan yang cukup rumit,” lanjut Rizky. Dengan penggunaan EV, PLN UID Lampung berharap mampu meminimalkan emisi gas buang dan memberikan kontribusi nyata menuju energi bersih.
Kebutuhan Mobilitas Harian dan Dukungan Infrastruktur
Rizky menjelaskan bahwa kebijakan ini memerlukan persiapan matang. “Kami berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya untuk memastikan operasional tetap optimal,” katanya. Beberapa tahun terakhir, PLN UID Lampung terus membangun infrastruktur pengisian listrik, yang menjadi pendukung utama transisi ke kendaraan listrik.
Dalam konteks Visit Agenda, PLN Lampung menegaskan bahwa energi listrik bukan hanya untuk rumah tangga, tetapi juga untuk sektor transportasi yang membutuhkan daya tahan tinggi. “Transisi ini menunjukkan komitmen kami untuk meraih efisiensi operasional jangka panjang,” tambah Rizky.
Penggunaan kendaraan listrik di wilayah Lampung, yang memiliki medan beragam, memberikan keuntungan signifikan. “Kendaraan ini memudahkan pekerjaan di kota maupun daerah terpencil, karena keandalannya dan daya jelajah yang lebih baik,” ujarnya. Ini juga mempercepat pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Keyakinan Tim Lapangan dan Peran Pelatihan
Rizky menekankan bahwa transisi ke EV juga melibatkan adaptasi petugas lapangan. “Kami memberikan pelatihan khusus agar mereka bisa mengoperasikan kendaraan listrik secara maksimal,” jelasnya. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk perubahan menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Dalam pengalaman nyata, salah satu pengguna kendaraan listrik, Adi, mengapresiasi perubahan ini. “Kendaraan listrik membuat operasional lebih praktis, suaranya lebih tenang, dan perawatannya lebih sederhana,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa jarak tempuh yang cukup jauh membuat pekerjaan di medan yang tidak rata lebih mudah.