Indonesia

Latest Program: BYD klaim sistem bantuan berkendaranya tekan tingkat kecelakaan berat

BYD Klaim Sistem Bantuan Berkendara Tekan Tingkat Kecelakaan Berat

Latest Program – Perusahaan otomotif besar asal Tiongkok, BYD, mengungkapkan bahwa teknologi bantuan berkendara yang mereka kembangkan berhasil menurunkan risiko kecelakaan berat hingga 1/6. Pernyataan ini disampaikan oleh Yang Dongsheng, wakil presiden senior BYD Group dan kepala Automotive New Technology Research Institute, selama acara 13th Intelligent Connected Vehicle Technology Annual Conference di Shanghai, seperti dilaporkan Car News China, pada 23 Mei. Dalam sesi presentasi, ia menjelaskan bahwa sistem bantuan berkendara BYD kini diterapkan pada lebih dari 60 model kendaraan, dengan total unit yang aktif mencapai hampir 3 juta unit.

Kinerja Sistem Bantuan Berkendara

Berdasarkan data insiden yang memicu penggunaan fitur airbag per 10 juta kilometer, BYD menyatakan bahwa teknologi mereka mampu mengurangi kecelakaan berat dibandingkan saat pengemudi manusia mengoperasikan kendaraan tanpa bantuan. Yang Dongsheng menekankan bahwa penurunan ini diukur secara spesifik, dengan angka 1/6 menjadi bukti signifikan dari efektivitas sistem. Dalam konteks keselamatan, penggunaan teknologi ini tidak hanya mengurangi risiko cedera serius, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kerusakan besar pada kendaraan.

“Sistem bantuan berkendara kami telah terbukti menurunkan tingkat kecelakaan berat hingga 1/6, berkat integrasi teknologi cerdas yang kami lakukan sejak awal 2025,” kata Yang Dongsheng, seperti yang disebutkan dalam siaran pers.

Ekspansi Teknologi Berkendara Cerdas

BYD mulai mengembangkan teknologi otomotif cerdas secara massal sejak awal 2025. Pernyataan ini diungkapkan oleh Yang Dongsheng, yang menjelaskan bahwa perusahaan telah menawarkan sistem bantuan berkendara Level 2 (L2) pada hampir seluruh lini mobil penumpang. Menurut data yang diungkapkan, penggunaan fitur bantuan navigasi berkendara telah mencapai lebih dari 50 persen, sementara penerapan fitur bantuan parkir telah melampaui 86 persen.

Dalam kasus kecelakaan kecil saat proses parkir, BYD menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi berkurang hingga sekitar 1/50 dibandingkan keadaan tanpa sistem bantuan. Kinerja ini disebutkan tercapai berkat teknologi “God’s Eye” dan program jaminan bantuan parkir yang diluncurkan pada Juli 2025. Yang Dongsheng menambahkan bahwa kemampuan integrasi sistem di balik teknologi ini berasal dari Xuanji Architecture, platform yang menyatukan arsitektur elektronik dan sistem elektrifikasi menjadi satu kesatuan.

Inovasi Teknologi Simulasi dan Pelatihan

Perusahaan menggunakan pendekatan simulasi berbasis model world dan reinforcement learning untuk meningkatkan akurasi sistem. Yang Dongsheng menjelaskan bahwa pelatihan ini didukung oleh produksi data berkendara harian yang mencapai 190 juta kilometer. Dengan data yang begitu besar, BYD memastikan bahwa model AI mereka terus diperbarui secara berkala, dengan frekuensi pembaruan setiap tiga hari.

Teknologi ini juga mengintegrasikan model AI fisik yang ditempatkan di sisi kendaraan untuk fungsi prediksi perjalanan dan perhitungan respons defensif. Yang menyebutkan bahwa sistem ini menggabungkan deteksi visual occupancy network dengan sensor lidar untuk mengenali hambatan menggantung dan lubang saat pengemudi melakukan parkir. Teknologi ini berkontribusi pada stabilitas kendaraan, terutama dalam kondisi ekstrem.

Kondisi Ekstrem dan Stabilitas Kendaraan

BYD tidak hanya fokus pada keadaan normal, tetapi juga mengembangkan sistem untuk menangani kondisi ekstrem seperti pecah ban pada kecepatan tinggi, hujan deras, salju, serta permukaan jalan dengan daya cengkeram rendah. Yang Dongsheng menjelaskan bahwa platform intelligent-electric terintegrasi BYD mampu menstabilkan kendaraan dalam waktu 200 milidetik melalui koordinasi respons motor dan sasis. Dalam pengujian, ia menyebutkan bahwa kemampuan stabilisasi saat ban pecah telah melampaui kecepatan 200 kilometer per jam dalam skenario validasi perusahaan.

“Kita mampu menstabilkan kendaraan dalam waktu 200 milidetik, termasuk situasi seperti ban pecah pada kecepatan tinggi, berkat platform terpadu yang kami kembangkan,” tambah Yang Dongsheng.

Proses Pengembangan dan Uji Coba

Untuk memastikan keandalan teknologi bantuan berkendara, BYD menggunakan proving ground khusus yang difokuskan pada pengembangan fitur parkir dan bantuan berkendara. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan menggabungkan simulasi digital dengan uji coba fisik untuk memperkuat kinerja sistem. Dengan memanfaatkan data jutaan kilometer sehari, mereka mengoptimalkan pengujian di berbagai kondisi lingkungan.

Yang Dongsheng menjelaskan bahwa sistem bantuan berkendara terus diupdate berdasarkan pengalaman pengemudi dan kondisi jalan yang berubah. Selain itu, teknologi ini juga didukung oleh model AI yang bekerja secara terus-menerus untuk menyesuaikan respons kendaraan sesuai dengan skenario berkendara. Dengan kombinasi antara data real-time dan pengalaman pengemudi, BYD percaya bahwa efisiensi dan keamanan sistem akan terus meningkat.

Integrasi Teknologi Baru di Produk Terbaru

Produk-produk terbaru BYD semakin menunjukkan integrasi teknologi berkendara cerdas dengan fitur lain seperti pengisian daya cepat. Yang menyebutkan bahwa perusahaan terus berinovasi untuk memperbaiki pengalaman pengguna, termasuk dalam aspek keamanan dan kenyamanan. Selain itu, penggunaan teknologi bantuan parkir yang terbukti efektif memperkuat posisi BYD sebagai pionir dalam industri otomotif Tiongkok.

Dalam konteks ekosistem kendaraan, BYD menekankan bahwa sistem bantuan berkendara bukan hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Teknologi world

Budi Santoso

Budi Santoso merupakan kontributor yang menaruh perhatian pada transparansi, keamanan, dan praktik baik dalam dunia donasi dan amal. Di atapkitadonasi.com, ia menulis artikel informatif seputar panduan berdonasi, etika berbagi, serta edukasi publik agar masyarakat lebih cermat dalam menyalurkan bantuan. Budi meyakini bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas kebaikan.