Humaniora

New Policy: Pasien manfaatkan antrean online JKN saat kontrol pengobatan ‎

Pasien Manfaatkan Antrean Online JKN Saat Kontrol Pengobatan

New Policy – Jakarta, Antaranews — Angga Saputra, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengungkapkan pengalaman baru dalam mengakses layanan kesehatan melalui fitur Antrean Online di aplikasi mobile JKN. Sistem ini, menurutnya, menjadi solusi efektif untuk memudahkan proses kontrol rutin selama menjalani pengobatan penyakit pelemakan hati. Dengan mengandalkan teknologi digital, Angga merasa lebih terbantu dalam mengatur waktu pengobatan tanpa mengorbankan efisiensi pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Peran Antrean Online dalam Pelayanan Kesehatan

Dalam keterangannya, Angga menjelaskan bahwa Antrean Online telah mengubah cara berobat yang sebelumnya terasa merepotkan. “Fitur Antrean Online benar-benar mengubah pola pengobatan kita. Proses pelayanannya sangat memudahkan peserta fasilitas kesehatan, terutama dalam menghindari penantian berjam-jam,” katanya. Ia menambahkan bahwa sistem ini memberikan dampak nyata pada kesibukan harian, karena tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk menunggu di rumah sakit atau klinik.

“Fitur Antrean Online itu betul-betul mengubah cara kita saat berobat. Proses pelayanannya sangat memudahkan para peserta di faskes. Sistem digital ini juga sangat menghemat waktu kerja saya sebagai PNS. Saya tidak perlu lagi membuang waktu untuk mengantri lama,” ujar Angga dalam keterangannya pada Kamis.

Angga mengatakan perjalanan pengobatannya dimulai dari pemeriksaan awal di Puskesmas Cilandak, yang kemudian mengarah ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut. “Awalnya saya datang berobat ke Puskesmas Cilandak terlebih dahulu. Namun kondisi saya ternyata membutuhkan penanganan medis yang jauh lebih spesifik. Akhirnya saya langsung dirujuk ke RSUD Pasar Minggu dengan alur yang sangat rapi. Petugas di sana juga memandu seluruh proses rujukan saya dengan sangat baik,” ujarnya.

Pemulihan Fungsi Hati dengan Kontrol Berkala

Durasi pemulihan yang diperlukan sekitar dua bulan, Angga menjalani kontrol rutin di RSUD Pasar Minggu. Tim medis memberikan arahan terkait pola makan dan kebiasaan puasa agar membantu pemulihan fungsi hati. “Selama masa pemulihan, saya diberikan instruksi untuk menjaga asupan makanan dan melakukan puasa secara teratur. Ini menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan hasil pengobatan,” tambahnya.

Sistem digital ini, menurut Angga, tidak hanya mempercepat akses ke layanan kesehatan, tetapi juga mengurangi stres yang sering terjadi selama proses rawat inap. “Saya bisa lebih tenang karena seluruh biaya pelayanan ditanggung melalui Program JKN oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, sikap ramah tenaga medis membuat pengalaman berobat saya terasa lebih nyaman,” katanya.

“Ia juga mengaku dapat menjalani pengobatan dengan lebih tenang karena seluruh biaya pelayanan ditanggung melalui Program JKN oleh BPJS Kesehatan, ditambah sikap tenaga medis yang menurutnya ramah kepada pasien,” ujar Angga.

Angga menilai keberadaan JKN menjadi kebijakan penting bagi masyarakat, terutama dalam memberikan akses layanan kesehatan tanpa mengorbankan kualitas pengobatan. “Bagi saya, satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan BPJS Kesehatan adalah bermanfaat. Sistem ini memberikan perlindungan keuangan bagi warga menengah ke bawah, sehingga mereka tidak perlu cemas memikirkan biaya saat jatuh sakit,” lanjutnya.

Kebutuhan Penyesuaian Iuran untuk Masyarakat Luas

Dalam wawancara terpisah, Angga menyoroti pentingnya penerapan sistem digital dalam memperkuat layanan kesehatan. “Saya berharap sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi ini terus dikembangkan, terutama untuk meningkatkan kualitas akses bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya. Ia juga menyarankan bahwa nominal iuran berkala dalam program JKN perlu diperiksa ulang agar lebih terjangkau, terutama untuk keluarga yang memiliki penghasilan terbatas.

Kebijakan JKN, yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, menjadi sumber pengembangan kesehatan yang signifikan. Angga menekankan bahwa jaminan kesehatan nasional tidak hanya menangani kebutuhan medis, tetapi juga menciptakan kesetaraan akses antar lapisan sosial. “Dengan JKN, masyarakat yang berpenghasilan rendah tetap bisa mendapatkan perawatan yang komprehensif tanpa merasa tertekan secara finansial,” paparnya.

Potensi Digitalisasi dalam Pelayanan Kesehatan

Dari pengalaman pribadinya, Angga yakin digitalisasi layanan kesehatan memiliki dampak besar. “Antrean Online mempercepat alur pelayanan dan mengurangi hambatan operasional, terutama di masa pandemi saat interaksi langsung perlu dikurangi,” ujarnya. Ia menilai bahwa adopsi teknologi harus terus ditingkatkan agar sistem kesehatan tetap relevan dan efektif dalam era yang semakin cepat.

Kebutuhan untuk menerapkan inovasi dalam layanan kesehatan semakin mendesak, terlepas dari sektor kesehatan publik. Angga menekankan bahwa peran digital tidak hanya mempercepat proses administratif, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman pasien. “Dengan Antrean Online, saya merasa lebih terlayani dan efisien. Ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang tepat untuk memperkuat sistem kesehatan nasional,” katanya.

Menurut Angga, JKN dan BPJS Kesehatan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan rakyat. “Saya puas dengan sistem ini karena tidak hanya menang

Rafi Firmansyah

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.