Muse Bersiap Rilis Album Kesepuluh dan Luncurkan Tur Global
Key Issue – Jakarta – Sebelum meluncurkan album kesepuluh mereka, “The Wow! Signal”, pada 26 Juni 2026, grup musik asal Inggris ini sedang berlatih keras untuk mempersiapkan tur konser global. Vokalis utama Muse, Matt Bellamy, mengungkapkan bahwa mereka fokus pada peningkatan kondisi fisik dan teknis secara menyeluruh, agar bisa memberikan kualitas performa terbaik saat tampil di berbagai kota. Tur tersebut akan dimulai di Amerika Utara pada 2 Juli 2026, lalu dilanjutkan ke Inggris dan Eropa pada November 2026.
Bellamy mengungkapkan perasaannya terhadap album ini dengan cara yang unik. Menurutnya, album tersebut bukan hanya menjadi bagian penting dalam kariernya, tetapi juga mengingatkannya pada alasan mengapa ia memulai perjalanan di dunia musik. “Ini seperti bangkit kembali di usia yang lebih tua, dan sangat mengejutkan,” jelas Bellamy. Dalam proses produksi, ia terus menjaga kesehatan melalui latihan di pusat kebugaran. “Saya bahkan bertemu dengan Mick Jagger di sebuah pesta di Los Angeles sekitar setahun lalu, untuk mengambil inspirasi dari rutinitas kebugarannya. Saya ingin tahu cara menjaga tubuh sejak usia tertentu,” tutur vokalis yang sekaligus gitaris ini.
“Saya mengobrol dengan Mick Jagger sewaktu kami bertemu di sebuah pesta di Los Angeles sekitar setahun yang lalu, mengenai rutinitas kebugarannya, karena saya ingin tahu cara menjaga kondisi tubuh dan pada usia berapa dia mulai,” kata Bellamy.
Visi Visual dan Teknologi Terkini
Personel Muse juga sedang menyiapkan konsep panggung yang lebih spektakuler untuk tur mereka. Konsep ini mengintegrasikan teknologi laser serta tema luar angkasa, yang akan menjadi elemen utama dalam setiap pertunjukan. “Kami sedang berusaha membangun pesawat ruang angkasa, melakukan beberapa hal baru dengan laser yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan itu akan menjadi sesuatu yang keren,” ujar Bellamy. Menurutnya, konsep ini menambahkan dimensi baru dalam interaksi antara musik dan visual, yang diharapkan bisa memberikan pengalaman tak terlupakan bagi penonton.
Proses Produksi dan Kolaborasi
Album kesepuluh Muse yang berisi sepuluh lagu, termasuk “Cryogen”, “Hexagons”, “The Dark Forest”, “Shimmering Scars”, serta “Hush” yang menampilkan Ellie Goulding, diproduksi oleh dua produser berbeda. Delapan lagu dihasilkan oleh Dan Lancaster, yang sebelumnya pernah bekerja dengan grup Bring Me The Horizon. Sementara dua lagu lainnya dikerjakan oleh Aleks Von Korff, teknisi berpengalaman yang sudah lama mendampingi Muse dalam proses kreatif.
“Ini pertama kalinya kami benar-benar memiliki produser tetap untuk seluruh album…Tentu saja, ini sedikit penyesuaian bagi kami untuk sedikit melepaskan kendali dalam hal suara, mixing, dan sisi produksi, tetapi kami merasa seharusnya kami tidak lagi memproduksi sendiri,” kata Matt Bellamy.
Bellamy menyebut bahwa keputusan untuk menggunakan produser eksternal adalah bagian dari usaha mereka untuk berkembang. Ia juga menceritakan bahwa mereka mendapat masukan dari Chris Martin, vokalis Coldplay, untuk lebih terbuka dalam proses penciptaan musik. “Kami sangat perfeksionis dalam segala hal yang kami lakukan, jadi tantangan terberat dari seluruh proses adalah hanya duduk santai dan berkata, ‘Biarkan Dan (Lancaster) mencampur bagian ini, percayalah itu akan bagus’. Anda membiarkan dia berkreasi; kedengarannya segar, dan terdengar seperti Muse, tetapi dengan suara yang lebih modern,” tambah Bellamy.
Kisah di Balik Judul Album
Laporan dari NME menyebutkan bahwa judul “The Wow! Signal” dipilih karena mengingat sinyal kuat dan misterius yang diterima Bumi pada 1976. Sinyal tersebut diyakini berasal dari makhluk luar angkasa, dan menjadi inspirasi bagi Bellamy dalam membangun cerita musik album ini. Namun, di balik konsep tersebut, Bellamy juga menyampaikan bahwa isi lagu-lagunya berkaitan erat dengan perasaan pribadinya.
“Itu adalah periode yang sangat tidak biasa dan tidak terduga, dan saya berpikir, ‘Bagaimana saya akan membicarakan hal ini dalam wawancara karena akan sangat tidak nyaman?’ Itulah sebenarnya tujuan dari album ini. Saya ingin orang-orang dapat menyimpulkan beberapa hal yang terjadi dari album itu sendiri,” kata Bellamy.
Bellamy mengakui bahwa album ini menjadi cara untuk mengekspresikan kekosongan yang ia rasakan setelah perpisahan dengan model, aktris, dan ibu dari dua anaknya, Elle Evans. Sebagai ayah tunggal, ia merasa tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. “Kami sedang mencari jawaban di langit, tapi kali ini kaki saya menapak kuat di planet Bumi,” ujarnya. Dengan menggabungkan pengalaman pribadi dan konsep kosmik, ia percaya album ini bisa memberikan makna yang lebih dalam bagi pendengarnya.
Langkah Baru dalam Kreativitas
Sebagai grup yang selama ini dikenal konsisten, Muse menunjukkan keberanian untuk berubah. Dalam rilis album kesepuluh ini, mereka tidak hanya menghadirkan musik yang lebih kompleks, tetapi juga menghadirkan format panggung yang lebih inovatif. Bellamy menjelaskan bahwa keputusan untuk menggunakan teknologi laser dan tema luar angkasa adalah bagian dari upaya mereka untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas.
Kehadiran produser eksternal, Dan Lancaster, juga menjadi bagian penting dalam perubahan ini. Meski biasanya Muse memproduksi sendiri, mereka memilih untuk bekerja sama dengan produser baru sebagai cara untuk menghadirkan perspektif yang berbeda. Bellamy menilai bahwa kolaborasi ini membuka peluang untuk menghasilkan suara yang lebih modern, sekaligus memperkaya kekayaan musik mereka.
Dengan memperkenalkan elemen baru dalam produksi dan visual, Muse semakin menunjukkan kemampuan mereka untuk berkembang seiring waktu. Tur global yang akan dimulai setelah rilis album ini diharapkan bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan penonton, sekaligus menegaskan bahwa mereka tetap relevan dalam dunia musik kontemporer.