Internasional

Topics Covered: India: Kerja sama rudal dengan RI untuk tingkatkan kemandirian

India dan Indonesia Memperkuat Kerja Sama Rudal untuk Tingkatkan Kemandirian Pertahanan

Topics Covered – Jakarta, Selasa – Pemerintah India menegaskan komitmen dalam kerja sama pengembangan rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara dengan Indonesia. Tujuan utama dari kolaborasi ini, menurut pihak India, adalah meningkatkan kemandirian serta kemampuan pertahanan kedua negara melalui sistem senjata yang dihasilkan secara mandiri. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah ditandatangani antara kedua negara.

Kemitraan Pertahanan dan Penguatan Kapabilitas Sistem

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa malam, Rudrendra Tandon, Sekretaris Timur Kementerian Luar Negeri India, menjelaskan bahwa bidang rudal menjadi salah satu area baru yang menarik untuk kolaborasi. “Kita berdua adalah negara berkembang, dan kerja sama ini merupakan langkah penting untuk saling membantu dalam meningkatkan kemampuan pertahanan,” kata Tandon, yang menekankan bahwa pengembangan sistem senjata menjadi aspek kunci dari kemitraan strategis.

“BrahMos dan rudal udara-ke-udara, merupakan area baru dalam kolaborasi kita. Manfaatnya sudah jelas, yaitu kita menjadi mandiri, kita mengembangkan kapabilitas kita sendiri berdasarkan sistem yang kita miliki dan kuasai,” ungkap Tandon.

Kerja sama ini juga diharapkan mendorong Indonesia dalam merancang solusi pertahanan yang lebih adaptif terhadap ancaman terkini. Rudal jelajah supersonik BrahMos, yang dikembangkan bersama Rusia, memiliki keunggulan dalam kecepatan dan akurasi, sementara rudal udara-ke-udara, yang akan diproduksi melalui kerja sama dengan perusahaan lokal, dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional Angkatan Udara Indonesia. Tandon menyatakan bahwa fokus utama diskusi antara kedua negara adalah tentang arah kolaborasi, bukan rincian kesepakatan komersial.

Dalam perjalanan kerja sama ini, Tandon menegaskan bahwa perjanjian komersial akan ditangani oleh badan-badan terkait masing-masing negara. Untuk rudal BrahMos, BrahMos Aerospace akan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI, sedangkan Bharat Dynamics Limited (BDL) akan berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia yang membidangi rudal udara-ke-udara. “Diskusi di tingkat kepala negara berfokus pada konsep kerja sama, bukan pada detail perjanjian. Hal-hal seperti penandatanganan kontrak akan ditangani oleh pihak-pihak terkait, seperti BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI untuk BrahMos, serta BDL dan perusahaan lokal untuk rudal udara-ke-udara,” jelas Tandon.

Kunjungan PM Modi dan Pengumuman 16 Dokumen Kerja Sama

Kerja sama pertahanan ini diumumkan sebagai bagian dari serangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta. Selama kunjungan tersebut, Modi dan Presiden Indonesia Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, menyaksikan penandatanganan kontrak pengadaan rudal BrahMos. Kontrak ini diberikan dalam acara resmi di Istana Merdeka, yang menjadi pusat perhatian bagi berbagai kesepakatan penting antara kedua negara.

Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan, total 16 dokumen kerja sama diumumkan. Selain BrahMos, kerja sama di bidang rudal udara-ke-udara juga menjadi bagian dari pakta ini. Tandon mengatakan bahwa ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kemitraan antara India dan Indonesia, terutama dalam konteks keamanan nasional. “Kemitraan strategis komprehensif yang kita miliki memberikan landasan untuk kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pertahanan, manajemen bencana, dan keamanan laut,” lanjut Tandon.

Peran Rudal dalam Memperkuat Keamanan Wilayah

Kerja sama di bidang rudal dirasa sangat relevan mengingat posisi strategis Indonesia di kawasan Samudera Hindia. Rudal jelajah supersonik BrahMos, yang memiliki kecepatan melebihi suara, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menangani ancaman dari laut. Sementara itu, rudal udara-ke-udara yang menjadi fokus kerja sama lainnya, dianggap mampu memperkuat kemampuan udara dan darat dalam menjaga kedaulatan wilayah.

Dalam konferensi pers tersebut, Tandon menekankan bahwa kerja sama pertahanan ini bukan sekadar tentang pengadaan senjata, tetapi juga tentang penguasaan teknologi. “Kita berdua ingin meningkatkan kapasitas produksi dan pengoperasian sistem senjata secara mandiri,” tutur Tandon. Hal ini mencerminkan upaya India dan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada negara-negara lain dalam pengadaan senjata strategis.

Kerja sama di bidang rudal ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan hubungan bilateral. Dengan pengembangan sistem senjata yang diproduksi secara lokal, kedua negara bisa lebih cepat merespons ancaman yang muncul di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Tandon menyampaikan bahwa pembicaraan di tingkat kepala negara membuka peluang untuk menggali potensi kerja sama di sektor pertahanan lain, seperti pengembangan teknologi pertahanan canggih atau sistem pertahanan rudal yang lebih modern.

Peluang untuk Penguatan Kebangsaan dan Pertahanan

Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Modi menegaskan komitmen India dalam meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang. “Kita berdua memandang penting kerja sama dalam bidang pertahanan, terutama untuk memastikan kemandirian dan kekuatan nasional,” kata Modi, yang menyebutkan bahwa kemitraan ini menjadi bagian dari peran strategis India di kawasan Asia Tenggara.

Dalam konteks ini, kerja sama rudal dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada luar negeri. Rudal udara-ke-udara, misalnya, bisa digunakan untuk menjaga keamanan wilayah udara Indonesia, terutama di sekitar garis batas darat dan laut. Sementara BrahMos, yang dirancang untuk membasmi ancaman dari jarak jauh, bisa menjadi alat pertahanan yang efektif dalam konteks pertahanan maritim.

Kerja sama ini juga dipandang sebagai langkah menuju ketahanan nasional. Dengan memiliki sistem senjata yang dikembangkan sendiri, kedua negara bisa mengurangi risiko ketergantungan teknologi, serta meningkatkan kemampuan reaksi cepat terhadap ancaman luar. Tandon mengatakan bahwa negara-negara berkembang seperti India dan Indonesia perlu saling mendukung dalam pengembangan pertahanan yang komprehensif. “Ini adalah bagian dari kolaborasi pertahanan yang saling menguntungkan, yang bisa diterapkan dalam berbagai skenario pertahanan,” jelas Tandon.

Pengumuman kerja sama ini menjadi titik balik dalam hubungan pertahanan India dan Indonesia. Dengan membangun kapabilitas senjata yang saling mendukung, kedua

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.