Memperluas jejak dagang Indonesia di Pasifik melalui Chile
Indonesia Memperkuat Posisi Perdagangan di Kawasan Pasifik Lewat Kemitraan dengan Chile
Atapkitadonasi.com – Jakarta — Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menjangkau pasar-pasar internasional di kawasan Pasifik. Salah satu negara yang kini menjadi fokus utama dalam kebijakan perdagangan luar negeri adalah Chile. Negara yang terletak di pesisir barat benua Amerika Selatan ini memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan karena garis pantainya menghadap langsung ke Samudra Pasifik. Kondisi ini menjadikan Chile sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan ekonomi regional Pasifik yang semakin terintegrasi.
IC-CEPA sebagai Fondasi Kerjasama Ekonomi
Kerjasama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Chile telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan sejak diberlakukannya Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement atau yang lebih dikenal dengan singkatan IC-CEPA. Kesepakatan perdagangan ini mulai berlaku untuk perdagangan barang sejak tanggal 10 Agustus 2019 silam. Salah satu manfaat utama dari kesepakatan ini adalah pemberian tarif bea masuk nol persen bagi sebanyak 6.704 produk asal Indonesia yang ingin masuk ke pasar Chile. Fasilitas preferensial ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengekspor berbagai komoditas tanpa menghadapi hambatan tarif yang signifikan.
Kerjasama yang telah terjalin kemudian mengalami perluasan melalui Protokol Perdagangan Jasa yang telah diratifikasi pada awal tahun 2025. Setelah itu, pembahasan lebih lanjut juga dilakukan di bidang investasi untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi dari hubungan dagang ini dapat dirasakan secara maksimal oleh kedua negara. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Indikator Kinerja Perdagangan Bilateral
Implementasi IC-CEPA mulai terlihat jelas dari peningkatan kinerja perdagangan bilateral antara Indonesia dan Chile. Berdasarkan data terbaru, pada tahun 2025 nilai perdagangan kedua negara mencapai angka 535,5 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menandakan adanya peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan.
Dari sisi ekspor, Indonesia mencatatkan nilai sebesar 441,5 juta dolar AS, sementara impor mencapai 94 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar 347,5 juta dolar AS. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Chile meliputi kendaraan bermotor, pupuk, dan alas kaki. Sebaliknya, impor Indonesia dari Chile didominasi oleh ikan beku, bubur kayu, pati, pupuk, serta anggur.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun nilai perdagangan telah mencapai setengah miliar dolar AS, Chile belum dapat dikategorikan sebagai pasar utama bagi ekspor Indonesia. Tantangan berikutnya yang perlu diatasi adalah memperluas jumlah pelaku usaha yang mampu memanfaatkan fasilitas perdagangan yang tersedia. Selain itu, peningkatan keragaman produk Indonesia yang mampu menembus pasar Chile juga menjadi prioritas penting.
Dengan demikian, persoalan utama saat ini bukan lagi sekadar membuka akses pasar, melainkan bagaimana meningkatkan penetrasi produk Indonesia di Chile. Tarif nol persen memang berfungsi mengurangi hambatan masuk, namun hal ini tidak serta merta memperbesar pangsa pasar. Daya saing produk, kemampuan memenuhi standar internasional, jaringan distribusi yang kuat, serta kesinambungan pasokan akan menjadi faktor penentu seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan dari hubungan dagang ini.
Perluasan jejak dagang Indonesia di Pasifik melalui Chile bukan hanya soal volume perdagangan, tetapi juga tentang kualitas kemitraan dan keberlanjutan ekonomi bilateral.
Pemerintah Indonesia diharapkan dapat terus melakukan diplomasi ekonomi dan memberikan dukungan kepada pelaku usaha domestik agar lebih agresif dalam mengekspor produk ke Chile. Dengan strategi yang tepat, Chile berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke kawasan Pasifik dan Amerika Latin.