Kemenhub dan China kerja sama kembangkan Bandara Maleo Sulteng

Kerja Sama Indonesia dan Tiongkok untuk Pengembangan Bandara Maleo

Atapkitadonasi.com – Jakarta telah menjadi saksi sejarah baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama dengan pihak Tiongkok telah resmi menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan infrastruktur Bandar Udara Maleo yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas udara nasional serta memperlancar mobilitas masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan ucapan terima kasih atas nama Pemerintah Republik Indonesia. Beliau mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh Republik Rakyat Tiongkok serta PT Zhenshi Indonesia Industrial Park. Dukungan ini sangat krusial bagi proses pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo agar dapat beroperasi dengan optimal.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima telah dilakukan secara formal. Dokumen-dokumen tersebut menandai serah terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI. Langkah ini dianggap sebagai momen strategis bagi Kemenhub dalam memperkuat konektivitas udara nasional.

Pengembangan bandara ini juga sejalan dengan dukungan terhadap kawasan industri nasional. Selain itu, peningkatan pelayanan transportasi bagi masyarakat menjadi salah satu tujuan utama dari proyek ini. Menteri Perhubungan menekankan bahwa hari ini bukan hanya penyelesaian proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dudy.

Kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat bagi pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Bandar Udara Maleo merupakan bagian dari komitmen Kemenhub dalam menghadirkan infrastruktur transportasi udara yang mampu mengikuti laju pertumbuhan kawasan industri Morowali.

Langkah strategis ini juga bertujuan untuk meningkatkan konektivitas udara di kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, tenaga kerja, maupun distribusi logistik sehingga meningkatkan daya saing wilayah secara keseluruhan.

Menteri Perhubungan juga menyampaikan komitmen jangka panjang untuk membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Beliau menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia terbuka terhadap kerja sama internasional untuk kemajuan sektor penerbangan.

“Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional,” tutur Menhub.

Secara teknis, pekerjaan pengembangan Bandar Udara Maleo mencakup berbagai aspek penting. Di antaranya adalah penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA). Perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile juga dilakukan untuk memastikan stabilitas landasan. Perpanjangan landas pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter menjadi salah satu komponen utama proyek ini.

Selain itu, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, serta penyempurnaan marka landasan juga telah dilaksanakan. Seluruh pekerjaan mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai Rp177,99 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya investasi yang dilakukan untuk pengembangan bandara tersebut.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub akan melanjutkan peningkatan fasilitas Bandar Udara Maleo melalui penguatan perkerasan landas pacu. Pelebaran apron serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid juga menjadi prioritas. Upaya tersebut dilakukan agar bandara mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan.

Kerja sama Indonesia dan China di bidang penerbangan terus berkembang secara positif. Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026. Acara ini menjadi wadah untuk membahas berbagai isu penerbangan regional.

Dalam semangat kemitraan tersebut, Indonesia juga mengharapkan dukungan dari China terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO (ICAO Council). Pencalonan ini merupakan wujud komitmen Indonesia untuk memberikan kontribusi yang konstruktif bagi kemajuan penerbangan sipil internasional dan kepentingan bersama di kawasan Asia Pasifik.