AdaKami memastikan aturan tentang transparansi sejalan dengan OJK
Daftar Isi
AdaKami Perkuat Komitmen Transparansi Sesuai Arah OJK
Atapkitadonasi.com – Industri jasa keuangan digital di Indonesia terus menghadapi tantangan untuk memastikan konsumen mendapatkan perlindungan yang memadai. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh PT Pembiayaan Digital Indonesia atau yang dikenal sebagai AdaKami adalah memperkuat komitmen transparansi dalam setiap layanan yang diberikan. Jonathan Kriss, sebagai Strategic Communication and Brand Lead perusahaan tersebut, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Transparansi bukanlah konsep baru bagi AdaKami. Sejak pertama kali melayani masyarakat pada tahun 2019, perusahaan telah memastikan bahwa setiap proses peminjaman dilakukan dengan keterbukaan informasi yang jelas. Namun, tahun ini menjadi momen penting untuk menyoroti kembali komitmen tersebut sebagai bentuk perlindungan konsumen yang lebih terstruktur.
Tiga Pilar Transparansi dalam Aplikasi
Komitmen transparansi tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama yang dapat dipahami langsung oleh pengguna melalui aplikasi. Pilar pertama adalah kebijakan tanpa potongan awal. Artinya, dana pinjaman yang disetujui akan diterima secara utuh oleh nasabah. Selain biaya materai yang bersifat standar, tidak ada potongan biaya lain yang dipotong di awal transaksi.
Pilar kedua berkaitan dengan sistem cicilan flat setiap bulannya. Setiap periode cicilan berlangsung selama 30 hari, sesuai dengan informasi yang telah ditampilkan sejak awal proses peminjaman. Hal ini memberikan kepastian bagi konsumen mengenai jumlah pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan tanpa adanya perubahan mendadak.
Pilar ketiga adalah jaminan tanpa biaya tersembunyi. Seluruh komponen keuangan, mulai dari jumlah dana yang diterima, tingkat bunga, biaya layanan, tenor pinjaman, jadwal cicilan, hingga total kewajiban, ditampilkan secara lengkap sebelum konsumen menyetujui pinjaman. Jonathan menjelaskan bahwa perincian biaya akan selalu ditampilkan sebelum nasabah melakukan persetujuan atau menandatangani surat kontrak pinjam-meminjam.
“Transparansi sebenarnya bukan hal yang baru di AdaKami, karena sejak kami pertama kali melayani masyarakat di 2019, kita sudah pastikan transparansi itu terjadi. Tapi memang sebenarnya khususnya tahun ini, kami mau highlight kembali komitmen kami untuk transparansi ini sebagai bentuk perlindungan konsumen,” ujarnya dalam agenda Peluncuran Kampanye Transparansi AdaKami, di Jakarta, Kamis.
Dampak Nyata Terhadap Pemahaman Konsumen
Komitmen transparansi yang diterapkan oleh AdaKami terbukti memberikan dampak positif terhadap tingkat pemahaman pengguna. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2026, lebih dari 95 persen pengguna AdaKami memahami total kewajiban pembayaran mereka sebelum menyetujui pinjaman.
Angka tersebut menjadi bukti bahwa penyajian informasi yang tersedia secara jelas sejak awal berdampak langsung pada pemahaman konsumen. Ketika informasi disajikan dengan baik, konsumen tidak hanya memahami jumlah yang harus dibayar, tetapi juga komponen-komponen yang membentuk total kewajiban tersebut.
Kampanye “Buka-Bukaan” yang diluncurkan oleh AdaKami bertujuan untuk mendorong transparansi informasi pinjaman sebagai standar minimal yang seharusnya diterima setiap konsumen. Langkah ini dinyatakan sejalan dengan arahan OJK dalam mendorong industri jasa keuangan untuk menghadirkan layanan yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab demi terciptanya ekosistem perlindungan konsumen yang lebih kuat.
“Kampanye Buka-Bukaan ini nggak berhenti cuma di hari ini, tapi kita sudah punya komitmen untuk melanjutkan rangkaian kegiatan yang sebenarnya membantu masyarakat,” kata dia lagi.
Jonathan menambahkan bahwa masyarakat memiliki kebiasaan tertentu ketika menggunakan instrumen keuangan. Mereka tahu risikonya, mereka tahu kewajiban dan haknya, dan ketika ada sesuatu yang terjadi, mereka juga harus tahu apa yang mereka lakukan. Oleh karena itu, AdaKami berkomitmen untuk terus melakukan hal-hal yang membantu masyarakat dalam jangka panjang.
Konteks Regulasi dan Masa Depan
Peraturan OJK mengenai transparansi dalam industri jasa keuangan telah menjadi acuan penting bagi berbagai perusahaan pembiayaan digital di Indonesia. Dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi yang konsisten, AdaKami tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang dengan nasabahnya.
Di tengah pertumbuhan industri fintech yang pesat, transparansi menjadi faktor pembeda yang menentukan loyalitas konsumen. Ketika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan informasi yang jelas, mereka cenderung untuk terus menggunakan layanan yang sama dalam jangka waktu yang lebih lama.
Komitmen ini juga mencerminkan kesadaran bahwa industri jasa keuangan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga pada kualitas layanan yang diberikan. Dengan transparansi sebagai fondasi, AdaKami berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is AdaKami memastikan aturan tentang transparansi sejalan?
AdaKami memastikan aturan tentang transparansi sejalan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does AdaKami memastikan aturan tentang transparansi sejalan matter?
AdaKami memastikan aturan tentang transparansi sejalan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.