Hukum

Polri gelar “trauma healing” bagi anak pengungsi gempa di Manggarai

Foto : Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Polisi Bawa Senyum Kembali ke Wajah Anak-Anak Pengungsi Gempa di Manggarai
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polisi Bawa Senyum Kembali ke Wajah Anak-Anak Pengungsi Gempa di Manggarai

Atapkitadonasi.com – Di tengah tenda-tenda pengungsian yang masih berdiri di Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sekelompok anak yang beberapa hari sebelumnya dilanda ketakutan akibat guncangan gempa bumi kini kembali tertawa lepas. Mereka mengikuti berbagai sesi permainan interaktif yang dirancang khusus untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka. Kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing ini digelar pada Minggu pagi, dimulai tepat pukul 09.00 WITA, oleh personel Satuan Tugas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT.

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai beberapa waktu lalu meninggalkan dampak yang jauh melampaui kerusakan fisik bangunan. Bagi anak-anak yang tinggal di posko pengungsian, pengalaman merasakan tanah bergetar, mendengar suara retakan, dan harus meninggalkan rumah dalam keadaan darurat menciptakan luka psikologis yang tidak kasatmata. Ketakutan akan gempa susulan, kecemasan akan keselamatan keluarga, serta ketidakpastian tentang kapan mereka bisa kembali ke rumah menjadi beban emosional yang terus mengintai setiap malam di tenda pengungsian.

Peran Kepolisian dalam Pemulihan Pascabencana

Komandan Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT, Kombes Pol. Hasripuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi kepolisian untuk tidak hanya menangani aspek fisik pascabencana, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis para korban. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana yang utuh mencakup pemulihan mental, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak yang berada di tempat pengungsian.

“Pascabencana, anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap memiliki semangat serta kembali merasa aman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memberikan edukasi dan motivasi.”

Hasripuddin menambahkan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada tahap evakuasi dan distribusi bantuan logistik dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut. Tanpa intervensi psikologis yang tepat, anak-anak berisiko mengalami gangguan kecemasan berkepanjangan, gangguan tidur, hingga regresi perilaku yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka dalam jangka panjang.

Mekanisme Trauma Healing untuk Anak

Trauma healing bagi anak-anak pascabencana umumnya dirancang dengan pendekatan bermain dan ekspresi kreatif. Melalui permainan kelompok, bernyanyi bersama, menggambar, bercerita, serta aktivitas fisik ringan, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan ketakutan mereka secara aman. Petugas pendamping juga memberikan edukasi sederhana tentang apa itu gempa, mengapa tanah bisa bergetar, dan apa yang bisa dilakukan untuk merasa lebih aman. Pendekatan ini membantu anak memahami peristiwa yang menimpa mereka sehingga rasa takut yang tidak terkendali dapat berkurang secara bertahap.

Sebanyak 10 personel Satgas SAR diterjunkan khusus untuk kegiatan pendampingan edukatif dan motivatif tersebut. Mereka dipimpin langsung oleh Komandan Kompi Satgas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT, AKP Roy Ronaldo Dansu, yang memastikan seluruh sesi berjalan sesuai protokol dan tetap berfokus pada kebutuhan emosional anak-anak pengungsi.

Respons Warga dan Orang Tua

Suasana di Posko Pengungsian Barangkolong berubah drastis sejak kegiatan dimulai. Warga dan orang tua yang semula tampak tegang dan murung mulai menunjukkan ekspresi lega. Anak-anak pengungsi mengikuti setiap sesi dengan antusiasme tinggi, berlari dari satu aktivitas ke aktivitas lain, dan saling berinteraksi dengan teman-teman mereka. Bagi banyak keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah dalam keadaan darurat, melihat anak-anak mereka kembali tertawa menjadi momen yang sangat berarti.

“Melihat anak-anak kembali tersenyum dan bersemangat menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Kami akan terus bersinergi memberikan pelayanan serta pendampingan bagi masyarakat terdampak.”

Hasripuddin menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah pengungsian bukan sekadar tugas operasional, melainkan bentuk empati institusional terhadap penderitaan warga. Sinergi lintas instansi, kata dia, akan terus dijaga selama masa pemulihan berlangsung.

Konteks Lebih Luas: Mengapa Pemulihan Psikologis Anak Menjadi Prioritas

Para ahli psikologi anak secara konsisten menekankan bahwa pengalaman traumatis pada usia dini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat meninggalkan bekas emosional yang bertahan bertahun-tahun. Anak-anak yang mengalami bencana alam sering kali tidak memiliki kosakata cukup untuk mengungkapkan ketakutan mereka, sehingga ekspresi mereka cenderung muncul dalam bentuk perilaku: menolak tidur, menjadi sangat menempel pada orang tua, atau mengalami gangguan makan. Intervensi seperti trauma healing yang dilakukan secara terstruktur dan berulang membantu memutus siklus kecemasan tersebut.

Di wilayah NTT yang secara geografis berada di jalur subduksi lempeng tektonik, gempa bumi merupakan ancaman yang berulang. Masyarakat di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya sudah beberapa kali menghadapi guncangan bumi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat kesiapan psikologis warga, khususnya anak-anak, menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan dalam setiap siklus tanggap bencana. Kehadiran program pendampingan psikologis di posko pengungsian, seperti yang dilakukan oleh personel Brimob Polri di Barangkolong, menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan emosional komunitas agar mereka tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga mampu bangkit secara mental dari dampak bencana.

Frequently Asked Questions

What is Polri gelar trauma healing bagi anak?

Polri gelar trauma healing bagi anak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polri gelar trauma healing bagi anak matter?

Polri gelar trauma healing bagi anak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com

Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com

Rina Ramadhan adalah penulis yang mengangkat tema zakat, sedekah, dan kepedulian sosial dengan pendekatan sederhana dan informatif. Di atapkitadonasi.com, ia berupaya menjembatani pemahaman antara kewajiban sosial dan praktik donasi yang benar. Rina berkomitmen menghadirkan konten yang ramah pembaca dan mudah dipraktikkan.