Dunia

Trump ancam hentikan perdagangan jika The Fed tak pangkas suku bunga

thumbs_b_c_55c461e3cfaa82c11aecd105c086dda2
Foto : Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Trump Tekan The Fed: Turunkan Suku Bunga atau Hadapi Penutupan Perdagangan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Trump Tekan The Fed: Turunkan Suku Bunga atau Hadapi Penutupan Perdagangan

Atapkitadonasi.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap bank sentral negaranya. Melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social, ia menyatakan akan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan negara-negara yang dinilai menyebabkan defisit bagi Washington — kecuali Federal Reserve segera memangkas tingkat suku bunga acuan. Ancaman ini datang di tengah ketegangan berkepanjangan antara Gedung Putih dan lembaga yang secara konstitusional seharusnya beroperasi independen dari tekanan politik.

“Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan kita defisit, yang telah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung AS dalam putusannya yang konyol dan sangat merugikan soal tarif, bahwa ‘presiden’ memiliki hak mutlak untuk melakukannya.”

Pernyataan tersebut tidak hanya menargetkan kebijakan moneter, tetapi juga merujuk pada putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kewenangan tarif presiden. Trump menyebut putusan itu “konyol dan sangat merugikan,” sebuah karakterisasi yang menunjukkan ketidaksenangannya terhadap batasan hukum yang dibebankan pada eksekutif dalam urusan perdagangan luar negeri.

Tuntutan kepada Dewan Gubernur: “Bersikap Cerdas dan Patriotik”

Dalam unggahan yang sama, Trump menyindir jajaran dewan The Fed agar bertindak lebih “cerdas” dan sesekali menunjukkan sikap patriotik. Nada tersebut menggarisbawahi ketegangan struktural antara kepala negara dan lembaga moneter yang selama puluhan tahun dijaga independensinya agar tidak menjadi perpanjangan kepentingan politik jangka pendek.

Klaim Ekonomi: Pertumbuhan Bukan Inflasi

Trump kemudian melangkah lebih jauh dengan menantang konsensus ekonomi arus utama. Ia mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis memicu inflasi, dan bahwa keyakinan lama bahwa keduanya berkorelasi justru telah menghambat kemajuan perekonomian Amerika selama seperempat abad.

“Kita seharusnya mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 dan 20 persen, bukannya 2, 3, dan 4 persen; dan Amerika seharusnya bisa menjadi jauh lebih kuat secara finansial daripada saat ini. Utang kita akan lunas dan semua hal lain ini akan terwujud.”

Ia menambahkan bahwa setiap kenaikan satu poin persentase pada suku bunga acuan membebani negara sebesar 650 miliar dolar AS per tahun dalam bentuk biaya pinjaman. Angka ini merujuk pada beban bunga atas utang federal yang membengkak, sebuah tekanan fiskal yang memang telah menjadi perhatian serius di Kongres dan pasar obligasi.

Kevin Warsh dan Agenda Modernisasi The Fed

Konteks ancaman ini tidak dapat dilepaskan dari pergantian kepemimpinan di puncak The Fed. Pada akhir Mei, Trump mengumumkan bahwa Kevin Warsh, ketua baru bank sentral, akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran di institusi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Warsh tetap harus sepenuhnya independen dalam setiap keputusan kebijakan — sebuah catatan yang kontradiktif dengan nada ancaman sebelumnya.

Warsh bukan nama asing di lingkungan The Fed. Sebelum menjabat sebagai gubernur bank sentral, ia pernah menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed dari Februari 2006 hingga Maret 2011. Saat ditunjuk ke kursi tersebut, ia berusia 35 tahun dan menjadi anggota dewan termuda dalam sejarah lembaga itu. Karier publiknya juga mencakup jabatan penasihat kebijakan ekonomi presiden serta anggota Dewan Ekonomi Nasional di Gedung Putih.

Proses penunjukannya sendiri berlangsung cepat. Trump mencalonkan Warsh sebagai ketua baru The Fed pada akhir Januari. Empat bulan kemudian, tepatnya 13 Mei, Senat Amerika Serikat menyetujui penunjukan tersebut untuk masa jabatan empat tahun ke depan. Kecepatan persetujuan ini kontras dengan proses konfirmasi ketua The Fed sebelumnya yang kerap berlarut berbulan-bulan di ruang sidang Senat.

Bayang-Bayang Kritik terhadap Powell

Sebelum Warsh mengambil alih kursi ketua, Trump secara berulang mengkritik Jerome Powell, pendahulunya, karena dianggap terlalu lamban dalam memangkas suku bunga acuan. Tekanan tersebut menciptakan preseden yang kini Warsh warisi: setiap keputusan kebijakan moneter akan diukur bukan hanya terhadap indikator inflasi dan ketenagakerjaan, tetapi juga terhadap kepuasan politik Gedung Putih.

Implikasi bagi Pasar dan Kemandirian Moneter

Bagi pelaku pasar global, ancaman menghentikan perdagangan sebagai alat tekanan terhadap kebijakan suku bunga membuka pertanyaan fundamental tentang apakah The Fed masih dapat menjalankan mandat ganda — stabilitas harga dan ketenagakerjaan penuh — tanpa intervensi eksekutif. Jika suku bunga dipangkas bukan karena kondisi ekonomi mengizinkan, melainkan karena tekanan politik, konsekuensinya dapat berupa lonjakan inflasi yang justru memperburuk daya beli rumah tangga dan melemahkan dolar sebagai mata uang cadangan dunia.

Sementara itu, bagi mitra dagang Amerika, ancaman penutupan perdagangan sepihak menambah lapisan ketidakpastian baru di atas tarif-tarif yang sudah diberlakukan. Negara-negara yang bergantung pada akses pasar AS kini harus memperhitungkan bukan hanya tarif, tetapi juga risiko embargo mendadak yang dikaitkan dengan keputusan internal bank sentral negara mitra dagang terbesar di dunia.

Dalam jangka pendek, pasar obligasi dan valuta asing akan mengamati setiap pernyataan lanjutan dari kedua belah pihak. Dalam jangka panjang, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah arsitektur kemandirian moneter Amerika — yang telah menjadi pilar stabilitas keuangan global sejak era pasca-Perang Dunia II — masih mampu bertahan di bawah tekanan politik yang semakin terbuka dan personal.

Frequently Asked Questions

What is Trump ancam hentikan perdagangan jika The Fed?

Trump ancam hentikan perdagangan jika The Fed is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trump ancam hentikan perdagangan jika The Fed matter?

Trump ancam hentikan perdagangan jika The Fed matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.