24 juta anak TK di China dapat manfaat bebas biaya pendidikan
Daftar Isi
Kebijakan Bebas Biaya Pendidikan untuk 24 Juta Anak TK di China Resmi Diterapkan
Atapkitadonasi.com – Pemerintah China memastikan bahwa 24 juta anak TK di China kini memperoleh akses pendidikan prasekolah tanpa beban biaya untuk tahun terakhir masa belajar mereka. Pengumuman tersebut disampaikan oleh pejabat Kementerian Keuangan dalam konferensi pers pada Jumat (21/8) dan menandai salah satu langkah paling signifikan dalam sejarah kebijakan pendidikan anak usia dini di negara itu. Dengan kebijakan ini, keluarga yang memiliki anak di jenjang taman kanak-kanak tidak lagi menanggung biaya sekolah maupun biaya pengasuhan harian selama satu tahun terakhir sebelum anak mereka memasuki sekolah dasar.
Rincian Subsidi dan Cakupan Program
Wang Xinxiang, Direktur Departemen Anggaran Kementerian Keuangan China, menjelaskan bahwa pembebasan biaya berlaku khusus untuk tahun terakhir pendidikan prasekolah dan mulai diterapkan sejak semester musim gugur 2025. Di samping itu, lebih dari 25 juta bayi dan anak berusia di bawah tiga tahun (batita) telah menerima subsidi pengasuhan anak untuk tahun 2026. Subsidi tahunan bebas pajak sebesar 3.600 yuan, yang setara sekitar Rp9.518.400, diberikan untuk setiap anak batita sebagai bagian dari program subsidi pengasuhan anak nasional yang pertama kali diluncurkan pada 2025.
“Sementara itu, lebih dari 25 juta bayi dan anak berusia di bawah tiga tahun telah menerima subsidi pengasuhan anak untuk tahun 2026,” ujar Wang Xinxiang dalam konferensi pers tersebut.
Kombinasi kedua instrumen fiskal ini menciptakan jaring pengaman yang mencakup dua titik kritis dalam siklus pengasuhan anak: masa bayi dan masa transisi menuju sekolah dasar. Bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, penghapusan biaya tahunan pendidikan TK berarti penghematan yang signifikan dan langsung terasa dalam anggaran rumah tangga bulanan.
Konteks Demografis dan Dampak Jangka Panjang
Langkah pemerintah China ini merupakan respons langsung terhadap tekanan demografis yang semakin berat. Angka kelahiran di negara tersebut terus menurun selama beberapa dekade terakhir, sementara populasi menua dengan cepat. Dengan membebaskan biaya pendidikan dan pengasuhan untuk 24 juta anak TK di China, pemerintah berupaya mengurangi salah satu faktor utama yang membuat keluarga enggan memiliki atau membesarkan anak. Para pengamat menilai bahwa intervensi fiskal semacam ini, jika dipadukan dengan kebijakan perumahan dan cuti parental yang memadai, dapat mengubah persepsi masyarakat tentang biaya membesarkan anak secara bertahap.
Dampak kebijakan ini tidak berhenti pada aspek ekonomi semata. Penghapusan biaya pendidikan prasekolah juga diharapkan meningkatkan tingkat partisipasi anak dalam program pendidikan formal, sehingga mengurangi kesenjangan akses antara keluarga mampu dan kurang mampu di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dalam membangun masyarakat yang ramah terhadap kelahiran.
Tanya Jawab: Hal Praktis yang Perlu Diketahui
Siapa yang berhak menerima pembebasan biaya? Kebijakan ini ditujukan bagi seluruh anak yang terdaftar di taman kanak-kanak dan sedang menempuh tahun terakhir pendidikan prasekolah. Dengan cakupan sekitar 24 juta anak TK di China, program ini menjadi salah satu inisiatif pendidikan berskala terbesar yang pernah diterapkan di negara tersebut.
Berapa besar subsidi untuk anak batita? Setiap bayi atau anak berusia di bawah tiga tahun berhak menerima subsidi tahunan bebas pajak sebesar 3.600 yuan. Subsidi ini merupakan bagian dari program nasional yang dimulai pada 2025 dan diperpanjang untuk tahun 2026, dengan cakupan lebih dari 25 juta anak.
Kapan kebijakan ini mulai berlaku? Pembebasan biaya pendidikan dan pengasuhan untuk tahun terakhir TK diterapkan sejak semester musim gugur 2025. Subsidi pengasuhan anak batita telah berjalan sejak peluncuran program nasional pada 2025 dan berlanjut ke tahun anggaran berikutnya.
Apa tujuan utama kebijakan ini? Pemerintah China menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan meringankan beban keuangan keluarga yang memiliki anak kecil serta mendukung upaya membangun masyarakat yang ramah terhadap kelahiran di tengah tren penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi.