Pramono ajak Jakmania tak bawa rivalitas ke luar pertandingan
Daftar Isi
Pramono Dorong Jakmania Jaga Sportivitas Jelang Persija vs Persib
Atapkitadonasi.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Jakmania menunjukkan dukungan yang tertib dan dewasa saat Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Super League, Sabtu pukul 15.30 WIB. Pertemuan dua klub besar ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pesan tersebut disampaikan Pramono dalam Apel Gelora Jakarta bersama Jakmania di SUGBK pada Jumat. Kegiatan itu menjadi bagian dari persiapan pengamanan laga yang selalu menyedot perhatian publik karena sejarah persaingan panjang antara Persija dan Persib.
Bagi Pramono, rivalitas harus ditempatkan sebagai bagian dari pertandingan sepak bola, bukan alasan untuk merusak hubungan antarsuporter ataupun warga dari daerah berbeda. Ia mengingatkan bahwa semangat kompetisi di stadion perlu tetap dibarengi rasa saling menghormati setelah laga berakhir.
“Rivalitas antara Persija dan Persib Bandung adalah rivalitas pertandingan sepak bola. Setelah pertandingan (antarsesama suporter) harus tetap menjadi saudara, sahabat,” kata Pramono.
Pertemuan di SUGBK Setelah 2019
Laga akhir pekan ini memiliki arti tersendiri karena menjadi perjumpaan pertama Persija dan Persib di SUGBK sejak 2019. Pramono melihat kesempatan tersebut sebagai momentum penting untuk memperlihatkan bahwa pertandingan dengan tensi tinggi tetap dapat berjalan aman, tertib, dan menjunjung nilai sportivitas.
Atmosfer sepak bola yang kuat memang menjadi bagian dari daya tarik pertandingan besar. Dukungan, nyanyian, dan loyalitas suporter dapat menghidupkan stadion serta memberi energi bagi tim. Namun, antusiasme itu diharapkan tetap berada dalam batas yang sehat, tanpa membawa permusuhan ke luar arena pertandingan.
Jakmania disebut Pramono sebagai pemain ke-12 bagi Persija, mengingat peran besar suporter dalam mengiringi perjalanan klub kebanggaan Jakarta itu. Kehadiran pendukung di tribun bukan hanya soal memberi semangat, tetapi juga mencerminkan wajah Jakarta kepada para penonton dan masyarakat yang mengikuti pertandingan.
“Secara khusus saya berpesan kepada Jakmania dan seluruh elemen yang ada agar menjaga Jakarta, menjaga Persija, dan menjaga pertandingan berlangsung secara baik,” kata dia.
Rivalitas Tidak Menghalangi Persaudaraan
Pramono menekankan bahwa perbedaan pilihan klub tidak semestinya mengganggu hubungan baik antara warga Jakarta dan Jawa Barat. Sepak bola dapat menjadi ruang bersama untuk merayakan kompetisi, sementara kehidupan sosial tetap perlu dibangun dengan saling menghargai.
Ajakan itu juga relevan bagi seluruh pihak yang terlibat pada hari pertandingan, mulai dari suporter, panitia, petugas keamanan, hingga penonton umum. Kelancaran laga tidak hanya ditentukan oleh permainan kedua tim di lapangan, melainkan pula oleh sikap para pendukung sebelum memasuki stadion, selama pertandingan, dan ketika pulang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Jakmania akan bersama-sama mengawal jalannya pertandingan. Pramono menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kepolisian dalam persiapan laga tersebut serta berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung baik.
“Mudah-mudahan pertandingan berlangsung dengan baik,” katanya.
Kedua Tim Datang dengan Modal Kemenangan
Persija dan Persib memasuki pertandingan ini dengan hasil positif pada laga pembuka kompetisi. Persija memulai langkahnya dengan kemenangan 1-0 atas Borneo FC Samarinda. Sementara itu, Persib meraih tiga poin setelah menang 3-1 melawan PSM Makassar.
Hasil tersebut membuat duel di SUGBK semakin menarik. Kedua tim sama-sama membawa kepercayaan diri dari kemenangan awal, sehingga pertandingan diperkirakan menghadirkan persaingan sengit dalam perebutan hasil terbaik. Meski demikian, fokus utama di luar lapangan tetap tertuju pada penyelenggaraan yang aman dan tertib.
Bagi para pendukung, pesan penting dari apel ini adalah menjaga semangat membela klub tanpa mengorbankan rasa aman maupun persaudaraan. Rivalitas Persija dan Persib dapat tetap terasa kuat selama 90 menit pertandingan, tetapi penghormatan kepada sesama suporter harus terus dijaga setelah peluit akhir dibunyikan.
Pertandingan di SUGBK pada Sabtu sore menjadi peluang bagi semua pihak untuk memperlihatkan bahwa laga besar dapat berlangsung meriah tanpa kehilangan kendali. Dukungan untuk Persija, kecintaan terhadap sepak bola, dan kebanggaan sebagai warga Jakarta dapat hadir bersamaan dengan sikap sportif kepada lawan dan para pendukungnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pramono ajak Jakmania tak bawa rivalitas?
Pramono ajak Jakmania tak bawa rivalitas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pramono ajak Jakmania tak bawa rivalitas matter?
Pramono ajak Jakmania tak bawa rivalitas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.