Mantan karyawan TikTok kembangkan AI untuk mengarahkan pose foto
Daftar Isi
Superpose Hadirkan Panduan Pose Berbasis AI untuk Pengguna iPhone
Atapkitadonasi.com – Menghasilkan foto yang terlihat natural sering kali tidak mudah, terutama ketika seseorang tidak tahu harus menempatkan tangan, memiringkan tubuh, atau memilih arah pandangan. Kebutuhan tersebut mendorong dua mantan karyawan TikTok, Melody Chu dan Jing Liu, untuk membuat Superpose, aplikasi kamera berbasis kecerdasan artifisial yang membantu pengguna menemukan ide pose saat memotret.
Aplikasi ini telah tersedia untuk perangkat iOS dan dirancang sebagai pendamping saat pengguna ingin mengambil swafoto maupun foto menggunakan kamera belakang. Superpose tidak sekadar memberikan contoh gaya, tetapi juga membantu pengguna mengikuti posisi yang direkomendasikan melalui fitur pencocokan pose.
Empat Pilihan Pose dalam Sekali Rekomendasi
Sistem AI di Superpose dapat membuat empat alternatif pose untuk dipilih pengguna. Opsi tersebut ditujukan bagi berbagai situasi pengambilan gambar, mulai dari foto diri sendiri hingga ketika pengguna meminta orang lain mengambilkan gambar dengan kamera belakang.
Setelah pose muncul, pengguna dapat menyimpannya sebagai referensi. Pilihan lain adalah memakai fitur match-pose, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan posisi tubuh dengan contoh visual dari aplikasi. Dengan cara ini, AI berfungsi seperti pemandu visual yang memberi arahan mengenai gaya dan susunan tubuh sebelum tombol kamera ditekan.
Fitur semacam ini dapat membantu pengguna yang merasa canggung di depan kamera atau kerap memperoleh hasil foto yang kurang sesuai harapan. Alih-alih mencoba banyak gaya secara acak, pengguna memperoleh beberapa arah pose yang dapat dijadikan titik awal. Hasil akhir tetap bergantung pada cara pengguna menerapkannya, pencahayaan yang tersedia, serta sudut pengambilan gambar, tetapi aplikasi menyediakan panduan pada tahap menentukan gaya.
Berawal dari Pengalaman Pribadi
Gagasan untuk membangun Superpose muncul dari pengalaman Melody Chu. Ia pernah menghadapi persoalan sederhana yang juga akrab bagi banyak orang: sulit mendapatkan foto yang bagus ketika dipotret oleh suaminya. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi ide untuk menghadirkan alat yang dapat membantu orang menentukan pose secara lebih terarah.
Chu memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Meta, Nextdoor, Roblox, TikTok, dan Slack. Latar belakang tersebut mempertemukannya dengan Jing Liu, yang turut membawa pengalaman teknis di bidang pemrosesan gambar.
Sebelum mengembangkan Superpose, Liu pernah bekerja sebagai teknisi di perusahaan pemindai wajah tiga dimensi. Di TikTok, ia kemudian mengembangkan model untuk gambar dan video. Kombinasi pengalaman Chu dalam produk teknologi serta keahlian Liu pada model visual menjadi dasar pengembangan aplikasi kamera yang memanfaatkan AI sebagai pemberi arahan pose.
Panduan Visual untuk Foto Sehari-hari
Penggunaan AI dalam Superpose difokuskan pada proses kreatif yang sederhana: membantu pengguna memilih gaya saat berada di depan kamera. Aplikasi ini tidak menggantikan fotografer atau proses penyuntingan foto, melainkan menawarkan referensi pose yang dapat dipakai sebelum gambar diambil.
Bagi pengguna, rekomendasi pose dapat menjadi cara untuk mengurangi kebingungan ketika ingin mengabadikan momen. Dalam praktiknya, seseorang bisa memilih pose yang terasa paling sesuai, mencoba menirukan contoh yang diberikan, lalu menyesuaikannya dengan kondisi tempat dan gaya pribadi. Pendekatan tersebut membuat proses berfoto lebih terarah tanpa menghilangkan keleluasaan pengguna untuk menentukan hasil yang diinginkan.
Keberadaan pilihan untuk kamera depan dan belakang juga memperluas kegunaan aplikasi. Swafoto memerlukan komposisi yang berbeda dengan foto yang diambil orang lain. Pada swafoto, pengguna biasanya mengatur perangkat sekaligus pose secara mandiri. Sementara itu, pada foto kamera belakang, pengguna dapat lebih fokus mengikuti arahan posisi tubuh ketika orang lain menangani pengambilan gambar.
Telah Diunduh Lebih dari 22.000 Kali
Superpose diluncurkan pada Juli dan telah mencatat lebih dari 22.000 unduhan. Para pengguna aplikasi tersebut juga telah menghasilkan lebih dari 190.000 pose. Angka itu menggambarkan penggunaan fitur rekomendasi pose sebagai bagian utama dari pengalaman aplikasi.
Model akses Superpose menyediakan lima rekomendasi pose gratis setiap hari. Batas harian tersebut memungkinkan pengguna mencoba fitur utamanya tanpa biaya, sekaligus memberi kesempatan untuk memakai rekomendasi baru pada waktu berikutnya.
Pengguna yang membutuhkan tambahan dapat membeli lima pose lagi dengan harga 2,99 dolar AS, atau sekitar Rp52 ribu. Tersedia pula paket berisi 20 pose seharga 9,99 dolar AS, setara sekitar Rp176 ribu. Pilihan tersebut memberi pengguna opsi untuk menyesuaikan penggunaan aplikasi dengan kebutuhan mereka.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Penentu Gaya
Rekomendasi dari kecerdasan artifisial dapat menjadi inspirasi, tetapi pengguna tetap memegang peran utama dalam menentukan pose yang nyaman dan sesuai. Tidak semua gaya akan cocok untuk setiap orang atau setiap situasi. Karena itu, contoh yang diberikan aplikasi dapat diperlakukan sebagai panduan awal, lalu disesuaikan dengan ekspresi, pakaian, lokasi, dan tujuan foto.
Superpose menawarkan pendekatan praktis bagi pengguna iPhone yang ingin memperoleh arahan visual saat berfoto. Dengan pilihan pose yang dihasilkan AI dan fitur untuk menyelaraskan posisi tubuh, aplikasi ini mencoba menjadikan proses mencari gaya foto terasa lebih mudah bagi pengguna sehari-hari.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mantan karyawan TikTok kembangkan AI?
Mantan karyawan TikTok kembangkan AI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mantan karyawan TikTok kembangkan AI matter?
Mantan karyawan TikTok kembangkan AI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.