Bisnis

Erick Thohir: Potensi wisata olahraga perlu digarap maksimal

IMG_20260930_123935
Foto : Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Sport Tourism Indonesia Dinilai Masih Memiliki Ruang Tumbuh Sangat Besar
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Sport Tourism Indonesia Dinilai Masih Memiliki Ruang Tumbuh Sangat Besar

Atapkitadonasi.com – Potensi ekonomi dari wisata olahraga di Indonesia dinilai masih jauh dari kapasitas yang sebenarnya dapat diraih. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyoroti besarnya pasar global yang bergerak di sektor ini, sementara kontribusi Indonesia masih berada pada porsi yang relatif kecil.

Perhatian terhadap peluang tersebut disampaikan Erick di Jakarta, Rabu, dalam peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata. Acara itu menjadi ruang untuk membahas keterkaitan antara penyelenggaraan ajang olahraga, penguatan citra daerah, serta dampak ekonomi yang dapat menyertai kedatangan peserta dan penonton.

Nilai industri olahraga dunia disebut berada di kisaran Rp8.000 triliun. Sementara itu, skala wisata olahraga secara global mencapai sekitar Rp9.500 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan, prestasi atlet, atau hiburan bagi penggemar, melainkan juga dengan perjalanan, akomodasi, transportasi, konsumsi, dan aktivitas ekonomi lain di daerah penyelenggara.

“Olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat. Padahal kalau kita lihat, sport industry itu sekarang kurang lebih Rp8.000 triliun, ini angka yang luar biasa. Lalu kalau kita bicara sport tourism itu mencapai Rp9.500 triliun. Ini secara global,” kata Erick Thohir.

Porsi Indonesia Masih Sekitar 0,5 Persen

Dari potensi global tersebut, Indonesia saat ini memperoleh sekitar Rp39 triliun hingga Rp39,5 triliun, atau kurang lebih 0,5 persen. Erick menilai capaian itu perlu menjadi dorongan untuk mengembangkan ekosistem wisata olahraga secara lebih terarah dan maksimal.

Besarnya selisih antara pasar dunia dan bagian yang telah diperoleh Indonesia memperlihatkan peluang yang masih terbuka. Pengembangan tidak semata-mata bergantung pada satu agenda internasional, tetapi juga dapat ditopang oleh rangkaian kompetisi, kegiatan olahraga masyarakat, kejuaraan nasional, hingga acara yang memberi alasan bagi wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama di suatu wilayah.

“Kalau dari data yang kita lihat hari ini kita baru 0,5 persen daripada nilai global. Yaitu kurang lebih Rp39,5 triliun,” ujarnya.

Dalam praktiknya, wisata olahraga dapat menciptakan perputaran ekonomi di luar arena pertandingan. Penonton membutuhkan tempat menginap, makan, mobilitas, dan pilihan kegiatan selama berada di lokasi. Pelaku usaha lokal, sektor jasa, serta destinasi sekitar dapat ikut menerima manfaat apabila pelaksanaan ajang dirancang terhubung dengan kebutuhan daerah.

Karena itu, nilai sport tourism tidak hanya dapat diukur dari tiket atau penyiaran pertandingan. Daya tarik sebuah event juga dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, pengalaman pengunjung, kemudahan akses, serta kemampuan suatu daerah memperkenalkan karakter wisatanya kepada orang yang datang.

Mandalika dan Dampak Ajang MotoGP

Sirkuit Mandalika menjadi salah satu contoh kontribusi ajang olahraga terhadap perputaran ekonomi. Erick menyampaikan bahwa penyelenggaraan MotoGP tahun lalu memberikan sumbangan sekitar Rp5 triliun. Angka itu memperlihatkan peran event berskala besar dalam mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperluas perhatian terhadap sebuah destinasi.

MotoGP Mandalika juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan citra Indonesia di mata publik internasional. Ketika sebuah kompetisi menarik perhatian luas, lokasi penyelenggaraan ikut dikenal melalui siaran, pemberitaan, dokumentasi, dan pengalaman pengunjung yang hadir langsung.

Namun, dampak jangka panjang membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan. Sebuah ajang tidak cukup hanya ramai saat hari perlombaan. Manfaatnya akan lebih kuat apabila fasilitas, promosi, layanan bagi wisatawan, dan aktivitas ekonomi setempat terus dikembangkan sebelum maupun setelah event selesai.

Erick memandang sektor olahraga sebagai bidang yang mampu menghasilkan nilai ekonomi besar sekaligus menawarkan prospek investasi. Pandangan ini menempatkan olahraga dalam cakupan yang lebih luas: sebagai medium pembinaan karakter, penggerak kegiatan masyarakat, dan bagian dari strategi pembangunan ekonomi.

Pelajaran dari Investasi Infrastruktur Nasional

Erick juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan pandangan Presiden Sukarno sebagai salah satu pendiri bangsa. Setelah Indonesia merdeka, pembangunan olahraga telah mendapat perhatian melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON, yang kemudian disusul Asian Games.

Rangkaian agenda tersebut berjalan seiring dengan pembangunan sejumlah infrastruktur penting. Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Sarinah, Tugu Selamat Datang, dan Jembatan Semanggi dibangun pada masa itu dan masih digunakan maupun dinikmati hingga sekarang. Keberadaan berbagai bangunan tersebut memperlihatkan bahwa investasi untuk kegiatan berskala nasional dapat meninggalkan manfaat yang melampaui masa penyelenggaraan acaranya.

“Itu bagaimana kita berinvestasi. Artinya apa? Tidak hanya investasi karakter bangsa, tapi juga ada investasi ke ekonominya. Dan ini merupakan national branding sampai hari ini,” katanya menambahkan.

Gagasan tersebut relevan bagi pengembangan wisata olahraga saat ini. Infrastruktur olahraga yang baik dapat mendukung pertandingan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas kota atau daerah. Ketika dipadukan dengan akses transportasi, layanan wisata, serta agenda yang konsisten, fasilitas itu berpotensi memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan pelaku ekonomi.

Tantangan berikutnya adalah mengubah potensi besar itu menjadi hasil yang lebih nyata. Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisi di sektor sport tourism dengan memaksimalkan penyelenggaraan event, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, dan memastikan dampak ekonomi dapat menjangkau daerah sekitar. Dengan porsi global yang masih 0,5 persen, ruang peningkatan bagi sektor ini tetap terbuka lebar.

Frequently Asked Questions

What is Erick Thohir?

Erick Thohir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Erick Thohir matter?

Erick Thohir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com

Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.