Bisnis

KKP dorong pemanfaatan limbah ikan jadi bahan baku pakan

KKP-Mendorong-Budidaya-Perikanan-tematik-2806226-DS-6
Foto : Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. KKP Perkuat Pemanfaatan Sisa Ikan untuk Menopang Bahan Baku Pakan Lokal
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

KKP Perkuat Pemanfaatan Sisa Ikan untuk Menopang Bahan Baku Pakan Lokal

Atapkitadonasi.com – Pemanfaatan bagian ikan yang tersisa dari proses pendaratan hingga pengolahan menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepala, tulang, kulit, sisik, serta jeroan yang selama ini kerap dipandang sebagai sisa produksi dinilai masih dapat diolah menjadi tepung ikan untuk mendukung industri pakan di dalam negeri.

Langkah ini memiliki dua tujuan yang berjalan beriringan: mengurangi bahan yang terbuang dari rantai perikanan dan memperbesar ketersediaan bahan baku pakan lokal. Tepung ikan merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam produksi pakan, sehingga pasokan dari hasil samping pengolahan ikan berpotensi memberi nilai tambah bagi pelaku usaha perikanan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, menekankan bahwa pengolahan sisa ikan tidak semata-mata berkaitan dengan pengelolaan residu produksi. Kegiatan tersebut juga dapat membuka ruang usaha baru di sektor produk nonpangan.

“Ini bukan sekadar penanganan limbah produksi perikanan, tapi membuka peluang usaha produk nonpangan,” kata Erwin dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Potensi dari Pelabuhan hingga Sentra Fillet

Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Sukabumi, hasil samping dari aktivitas perikanan diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 100 kilogram setiap hari. Volume tersebut dapat diarahkan menjadi tepung ikan yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk pakan.

Besarnya peluang juga terlihat pada kegiatan pengolahan fillet ikan di Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menyampaikan bahwa sisa pengolahan fillet di wilayah itu dapat mencapai sekitar 500 kilogram per hari, setara kurang lebih 10 ton dalam satu bulan.

“Potensi ini terbukti bernilai tinggi jika dikelola secara terstruktur melalui kemitraan yang jelas antarpemangku kepentingan,” kata Sri Padmoko.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahan baku tidak selalu harus berasal dari tangkapan tambahan. Dalam kegiatan perikanan, satu jenis ikan dapat menghasilkan produk utama untuk konsumsi sekaligus bagian lain yang masih bisa dimanfaatkan. Pengolahan yang tepat memungkinkan hasil samping tersebut masuk ke rantai ekonomi baru, khususnya untuk kebutuhan pakan.

Pendekatan ini juga memberi arti penting bagi kawasan yang memiliki aktivitas pendaratan ikan, pengolahan hasil perikanan, atau usaha fillet. Alih-alih berhenti sebagai sisa proses, bahan tersebut dapat dikumpulkan, dipilah, dan diolah secara lebih bernilai. Namun, pengelolaan yang teratur menjadi faktor penting agar volume bahan, mutu produk, dan keberlanjutan pasokan dapat dijaga.

Kemitraan Diperlukan untuk Skala Mikro dan Kecil

Pengembangan industri pakan berbasis tepung ikan pada skala mikro dan kecil membutuhkan kerja sama lintas pihak. Erwin melihat kemitraan antara pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, serta offtaker sebagai bagian penting untuk membangun kepastian pasar.

Kepastian penyerapan produk menjadi unsur yang menentukan bagi usaha pengolahan. Pelaku usaha perlu mengetahui bahwa tepung ikan yang dihasilkan memiliki saluran pasar yang jelas. Pada saat yang sama, pengguna bahan baku memerlukan pasokan dengan kualitas dan volume yang dapat diandalkan.

Kolaborasi tersebut dapat membantu menghubungkan sumber hasil samping ikan dengan pihak yang mengolahnya serta pengguna akhir di industri pakan. Peran pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan juga relevan dalam mempertemukan pemangku kepentingan yang berada dalam satu rantai kegiatan perikanan.

Pengolahan bahan sisa menjadi tepung ikan bukan hanya soal mengumpulkan material dari proses produksi. Produk akhir harus memenuhi kebutuhan mutu agar dapat digunakan sebagai bahan pakan. Karena itu, pengembangan usaha ini perlu memperhatikan penanganan bahan baku, proses pengolahan, dan kebutuhan pasar secara bersamaan.

Mengurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor

Perwakilan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Susi Rosellia, menilai ketersediaan tepung ikan lokal yang bermutu dan memenuhi standar dibutuhkan untuk membantu menekan biaya produksi pakan. Hal tersebut sekaligus berkaitan dengan keberlanjutan industri akuakultur.

Ketergantungan pada pakan dan bahan baku dari luar negeri, termasuk tepung ikan, masih tergolong tinggi. Kondisi ini membuat penguatan bahan baku dalam negeri menjadi relevan bagi kegiatan budi daya ikan. Jika bahan yang tersedia di sekitar sentra perikanan dapat diolah dengan baik, rantai pasok pakan lokal berpeluang semakin kuat.

Pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan dapat menjadi salah satu jalan untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Selain memberikan nilai ekonomi pada bagian ikan yang sebelumnya tidak menjadi produk utama, langkah ini juga mendukung upaya membangun kemandirian dalam kegiatan budi daya.

Bagi pelaku perikanan, pengembangan tepung ikan lokal membuka kemungkinan diversifikasi usaha. Bagi pembudi daya, ketersediaan bahan pakan dari dalam negeri berpotensi mendukung efisiensi biaya apabila kualitas dan pasokannya sesuai kebutuhan. Sementara itu, bagi daerah seperti Sukabumi, volume sisa pengolahan yang cukup besar dapat menjadi dasar pengembangan kegiatan ekonomi turunan.

Upaya KKP mendorong pemanfaatan sisa ikan memperlihatkan pentingnya melihat industri perikanan secara menyeluruh. Nilai sebuah hasil perikanan tidak hanya berada pada daging atau produk konsumsi, melainkan juga pada bagian lain yang dapat diolah secara produktif. Dengan kemitraan yang jelas, standar mutu yang diperhatikan, dan pasar yang tersedia, hasil samping ikan dapat berkontribusi bagi bahan baku pakan serta penguatan industri akuakultur nasional.

Frequently Asked Questions

What is KKP dorong pemanfaatan limbah ikan jadi?

KKP dorong pemanfaatan limbah ikan jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKP dorong pemanfaatan limbah ikan jadi matter?

KKP dorong pemanfaatan limbah ikan jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com

Rina Ramadhan - atapkitadonasi.com

Rina Ramadhan adalah penulis yang mengangkat tema zakat, sedekah, dan kepedulian sosial dengan pendekatan sederhana dan informatif. Di atapkitadonasi.com, ia berupaya menjembatani pemahaman antara kewajiban sosial dan praktik donasi yang benar. Rina berkomitmen menghadirkan konten yang ramah pembaca dan mudah dipraktikkan.