Undip-ITS bawa pulang empat gelar juara dari KMHE 2026
Daftar Isi
Undip dan ITS Raih Masing-Masing Dua Gelar di KMHE 2026
Atapkitadonasi.com – Kompetisi kendaraan hemat energi tingkat nasional di Universitas Jember menghasilkan dominasi Universitas Diponegoro dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kedua perguruan tinggi itu sama-sama mengamankan dua gelar juara pertama dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026, yang ditutup pada Minggu malam di Jember, Jawa Timur.
Undip menguasai dua kelas pada kategori Prototype melalui Antawirya Rondhan ICE dan Antawirya Rondhan EV. Sementara itu, ITS menyapu dua kelas Urban Concept lewat Nogogeni ITS Team. Hasil tersebut menempatkan dua kampus itu sebagai peraih gelar terbanyak dari delapan kelas utama yang dipertandingkan.
Keunggulan di Prototype dan Urban Concept
Pada kategori Prototype, Antawirya Rondhan ICE dari Undip menjadi pemenang kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Bensin. Tim Antawirya Rondhan EV dari kampus yang sama juga merebut posisi terbaik di kelas Motor Listrik.
Dua gelar Prototype lainnya diraih oleh Apatte62 Brawijaya Team 2 dari Universitas Brawijaya pada kelas MPD Diesel serta Semeru Team 1 dari Universitas Negeri Malang di kelas MPD Etanol.
Persaingan kategori Urban Concept menghadirkan hasil yang tak kalah ketat. Nogogeni ITS Team merebut kemenangan pada kelas MPD Etanol dan Motor Listrik. Garuda UNY Eco Team 1 dari Universitas Negeri Yogyakarta tampil sebagai juara kelas MPD Bensin, sedangkan Bengawan Team 2 dari Universitas Sebelas Maret menjadi yang terbaik di kelas MPD Diesel.
Secara keseluruhan, enam perguruan tinggi berhasil menjadi juara pertama pada delapan nomor utama. Undip dan ITS masing-masing mengoleksi dua kemenangan, sementara empat gelar lainnya terbagi kepada Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sebelas Maret.
64 Tim Bertanding di Jember
KMHE 2026 berlangsung selama empat hari, dari 1 hingga 4 Oktober, dengan melibatkan 64 tim yang berasal dari 42 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Ajang ini mempertemukan rancangan kendaraan mahasiswa dalam dua kelompok besar, yaitu Prototype dan Urban Concept.
Kedua kategori tersebut memiliki empat kelas yang sama: MPD Bensin, MPD Diesel, MPD Etanol, dan Motor Listrik. Keberagaman kelas itu memberi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi beragam pendekatan teknologi kendaraan hemat energi, dari mesin pembakaran dalam hingga sistem penggerak listrik.
Ketua Panitia KMHE 2026 Fendi Setyawan menggambarkan jalannya perlombaan sebagai ajang yang penuh dinamika. Para peserta tidak hanya dituntut menyiapkan rancangan kendaraan, tetapi juga harus mampu menghadapi persoalan teknis yang muncul di lintasan.
“Kami semua telah menyaksikan betapa sangat seru dan luar biasanya para kontestan dalam berlaga. Ada yang saat start mesin mati, ada yang sempat sesama kendaraan terguling, dan banyak lagi tantangan yang dihadapi. Namun itulah dinamika, tantangan, dan keseruannya,” katanya dalam penutupan KMHE 2026 di Auditorium Unej.
Tantangan di arena menjadi bagian penting dari pembelajaran kompetisi. Performa kendaraan hemat energi tidak hanya ditentukan oleh desain awal, tetapi juga oleh kesiapan tim dalam melakukan pengujian, penyesuaian teknis, serta pengambilan keputusan saat kondisi perlombaan berubah.
Ruang Riset untuk Energi Masa Depan
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaja menekankan bahwa KMHE memiliki nilai lebih luas daripada sekadar perlombaan kendaraan. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset yang berkaitan dengan kebutuhan energi Indonesia pada masa mendatang.
“Proses seperti itu akan menjadi bekal ketika teman-teman mahasiswa sekalian masuk ke dunia kerja dan industri. Arena yang sudah disiapkan perguruan tinggi ini dapat dimaksimalkan untuk membagikan dan mengembangkan potensi para seluruh finalis,” katanya saat memberikan sambutan secara daring.
Pengalaman merancang kendaraan, menguji efisiensi, serta bekerja dalam tim memberi peserta kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran kampus dengan tantangan teknologi di lapangan. Dalam konteks transportasi, efisiensi penggunaan energi menjadi salah satu unsur penting seiring kebutuhan akan kendaraan yang mampu bekerja secara efektif.
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna juga menyoroti bahwa kemajuan transportasi tidak semata-mata diukur dari kecepatan dan performa kendaraan. Penggunaan energi yang efisien perlu menjadi bagian dari arah pengembangan teknologi.
Ia berharap ide-ide yang lahir selama kompetisi tidak berhenti setelah penutupan KMHE 2026. Prototipe dan kendaraan eksperimental karya mahasiswa dapat menjadi pijakan bagi riset serta inovasi lanjutan di bidang transportasi Indonesia.
Penghargaan Tambahan untuk Peserta
Selain gelar juara di lintasan, panitia memberikan sejumlah penghargaan off-track untuk mengapresiasi aspek kerja tim, keselamatan, kreativitas, dan identitas kendaraan. Selembayung Team 1 dari Universitas Riau menerima penghargaan Best Team Spirit.
Penghargaan Best K3 Practice diberikan kepada Malem Diwa Dalikha dari Universitas Syiah Kuala. SMES Polsri dari Politeknik Negeri Sriwijaya meraih Most Creative Teaser Video, sementara Gatotkaca Unisi dari Universitas Islam Indonesia mendapatkan Most Interesting Livery.
Tim Jayabaya dari Universitas Nusantara PGRI Kediri ditetapkan sebagai Best Rookie Team of the Year. Penghargaan-penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa KMHE juga menilai unsur pendukung yang penting dalam pengembangan kendaraan, termasuk budaya keselamatan, kolaborasi, komunikasi kreatif, dan karakter visual tim.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Undip ITS bawa pulang empat gelar?
Undip ITS bawa pulang empat gelar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Undip ITS bawa pulang empat gelar matter?
Undip ITS bawa pulang empat gelar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.