Okupansi hotel di NTB selama MotoGP sudah penuh
Daftar Isi
Atapkitadonasi.com – Okupansi hotel di NTB selama MotoGP di Sirkuit Mandalika dilaporkan sudah sangat tinggi, bahkan sejumlah akomodasi di kawasan utama telah terisi penuh. Peningkatan kedatangan penonton dari berbagai daerah ke Lombok turut mendorong permintaan kamar menjelang pelaksanaan ajang balap tersebut.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan tingkat keterisian kamar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah mencapai 100 persen. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat pengunjung untuk menginap dekat lokasi penyelenggaraan MotoGP.
Hotel di Mandalika Penuh, Wilayah Sekitar Ikut Terdampak
Menurut Wolini, sebagian besar akomodasi di sekitar Mandalika telah penuh. Meski masih terdapat homestay yang belum terisi, ketersediaan kamar secara umum di kawasan tersebut semakin terbatas. Okupansi hotel di NTB selama MotoGP menjadi salah satu indikator besarnya pergerakan wisatawan menuju Lombok.
“Kalau untuk yang di Mandalika sudah 100 persen. Meskipun ada homestay yang belum terisi namun pada umumnya semua sudah penuh di sekitar Mandalika,” ujar Wolini di Mandalika, Jumat.
Tingginya permintaan tidak hanya terjadi di Mandalika. Hotel di Kota Mataram serta kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, juga mencatat tingkat keterisian sekitar 80 hingga 90 persen. Kedua wilayah tersebut menjadi alternatif bagi pengunjung yang tidak memperoleh kamar di area paling dekat dengan sirkuit.
Wolini menyebut hotel berbintang di Mataram hampir penuh. Sementara itu, hotel nonbintang dan penginapan yang lebih kecil masih dapat memiliki ketersediaan kamar, meski tidak seluruhnya kosong. Pilihan lokasi menginap, jenis hotel, serta waktu pemesanan menjadi faktor penting bagi calon penonton yang masih mencari akomodasi.
Tarif Akomodasi Mengikuti Mekanisme Pasar
Okupansi hotel di NTB selama MotoGP tahun ini juga dipengaruhi oleh pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tarif Usaha Jasa Akomodasi. Aturan sebelumnya mengatur kenaikan tarif berdasarkan zona tertentu, sedangkan setelah pencabutan peraturan tersebut, harga kamar mengikuti mekanisme pasar dengan tetap berada dalam batas kewajaran.
“Dulu Pergub kan mengatur zona-zona boleh naik sekian persen di zona ini. Tapi setelah Pergub dicabut mekanisme pasar menjadi bebas tapi tidak bebas se-bebasnya harus masih dalam koridor yang wajar, tapi ini ada pilihan bagi konsumen untuk bisa memilih,” tegas Wolini.
Dengan adanya pilihan penginapan di beberapa wilayah, konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan dan anggaran perjalanan. Pengunjung dapat mempertimbangkan Mandalika sebagai lokasi terdekat dengan sirkuit, atau memilih Mataram dan Senggigi yang tetap menjadi kawasan dengan tingkat keterisian tinggi selama periode MotoGP.
Wisatawan Domestik Mendominasi Pemesanan
Pemesanan kamar hotel dan penginapan didominasi wisatawan domestik, kemudian disusul wisatawan mancanegara. Kedatangan penonton dari berbagai daerah mulai terlihat pada Jumat, yang turut meningkatkan aktivitas perjalanan dan kebutuhan akomodasi di Pulau Lombok.
PHRI NTB berharap konsumen tidak mengalami keluhan mengenai tarif kamar selama MotoGP berlangsung. Hingga saat itu, pihaknya belum menerima laporan keluhan terkait harga penginapan. Okupansi hotel di NTB selama MotoGP yang tinggi diharapkan tetap diimbangi dengan layanan yang baik serta harga yang wajar bagi pengunjung.
FAQ Okupansi Hotel di NTB Selama MotoGP
Apakah hotel di Mandalika masih tersedia saat MotoGP?
Ketersediaan hotel di Mandalika sangat terbatas karena tingkat okupansi telah mencapai 100 persen. Calon pengunjung dapat mencari pilihan homestay atau akomodasi di wilayah sekitar apabila masih tersedia.
Wilayah mana yang dapat menjadi alternatif menginap?
Mataram dan Senggigi di Kabupaten Lombok Barat dapat menjadi alternatif. Tingkat keterisian di dua wilayah tersebut berada pada kisaran 80 hingga 90 persen, sehingga pemesanan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
Apakah ada keluhan mengenai harga kamar hotel?
PHRI NTB menyatakan belum menerima laporan keluhan dari konsumen terkait harga kamar atau penginapan selama pelaksanaan MotoGP.