Helikopter MI-17 TNI-AD diterjunkan bantu pemadaman karhutla di Jambi
Daftar Isi
MI-17 Disiapkan Perkuat Pemadaman Karhutla di Jambi
Atapkitadonasi.com – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi akan diperkuat dengan pengoperasian helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat. Helikopter dari Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) itu telah tiba di Kota Jambi untuk mendukung operasi di kawasan Taman Nasional Berbak dan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam.
Pesawat tersebut dikirim dari Semarang dan direncanakan mulai menjalankan tugas pada Minggu pagi, 18 Oktober. Kehadirannya diharapkan membantu menjangkau titik kebakaran yang sulit didatangi langsung oleh petugas darat.
“Hari ini, MI-17 (helikopter) yang dikirim dari Semarang sudah sampai di sini dan rencana besok pagi kita operasionalkan,” kata Pelaksana harian Satgas Karhutla Jambi Brigjen TNI Nyamin di posko udara Kota Jambi, Sabtu.
Penempatan personel ditetapkan sebelum operasi
Sebelum helikopter diterbangkan menuju area terdampak, Satgas Karhutla akan menggelar rapat untuk menyusun kebutuhan operasi. Pembahasan mencakup titik pendaratan, pengangkutan personel, serta penempatan kekuatan di lokasi yang menjadi prioritas penanganan.
Selain MI-17, dukungan yang tiba juga mencakup perlengkapan bagi tim di lapangan. Mesin pompa, selang, dan tenda regu akan disalurkan ke posko-posko penempatan. Peralatan tersebut dibutuhkan agar personel dapat menjalankan pemadaman darat secara lebih terorganisasi, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Dalam operasi awal ini, satgas mengerahkan 148 personel gabungan. Kekuatan tersebut berasal dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, SAR, serta Manggala Agni. Penugasan direncanakan berlangsung sekitar satu minggu, dengan penyesuaian sesuai situasi kebakaran di lapangan.
Tiga lokasi menjadi sasaran penanganan
Personel akan disebar ke tiga titik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi. Di kawasan Taman Nasional Berbak, penanganan diarahkan ke Desa Rantau Rasau dan Sungai Rambut di Kecamatan Berbak, serta Desa Labuhan Pering di Kecamatan Sadu.
Lokasi berikutnya berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Wilayah ini termasuk dalam kawasan Tahura Orang Kayo Hitam. Penempatan tim di beberapa lokasi dimaksudkan untuk mempercepat respons terhadap titik api yang masih terpantau serta menjaga koordinasi antara operasi darat dan udara.
Satgas masih menemukan titik kebakaran di sejumlah area. Tantangan utama yang dihadapi bukan hanya keberadaan api, melainkan medan menuju lokasi. Akses yang sulit membuat petugas tidak selalu dapat memasuki area terbakar secara langsung. Kondisi seperti ini menjadikan dukungan udara penting untuk memperluas jangkauan pemadaman.
Waterbombing menjadi dukungan penting
Operasi pemadaman dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni dari darat dan udara. Untuk jalur udara, helikopter menjalankan metode waterbombing dengan menjatuhkan air ke area yang terbakar. Pada hari pelaporan, dua helikopter waterbombing telah melaksanakan pemadaman dari udara.
“Pemadaman kita kedua duanya darat dan udara waterbombing masih kita lalukan, termasuk hari ini kan dua helikopter waterombing melakukan pemadaman lewat udara,” tutupnya.
Waterbombing dapat membantu ketika lokasi sulit ditembus tim darat. Namun, pemadaman di lahan gambut memiliki persoalan tersendiri. Air yang dijatuhkan dari udara umumnya membasahi lapisan atas, sementara bara dapat tetap tersimpan di bagian bawah gambut. Karena itu, pengawasan dan penanganan di darat tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Kerja gabungan antara armada udara, tim pemadam darat, perlengkapan pompa, dan personel di posko menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Helikopter MI-17 diproyeksikan membantu mobilisasi serta memperkuat kemampuan operasi di area yang sukar dijangkau melalui jalur darat.
Luas lahan terbakar mencapai ribuan hektare
Data Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 mencapai 4.363,86 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla memerlukan langkah berkelanjutan, termasuk pemadaman aktif pada titik api yang tersisa dan pemantauan terhadap area rawan.
Bagi warga di sekitar lokasi, operasi ini menjadi bagian dari upaya menekan perluasan kebakaran. Petugas perlu menghadapi kondisi medan, jarak, serta karakter lahan yang tidak selalu memungkinkan penanganan cepat. Pengoperasian MI-17 bersama helikopter waterbombing diharapkan memperkuat respons terhadap kebakaran yang masih berlangsung di Jambi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Helikopter MI 17 TNI AD diterjunkan?
Helikopter MI 17 TNI AD diterjunkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Helikopter MI 17 TNI AD diterjunkan matter?
Helikopter MI 17 TNI AD diterjunkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.