Agenda Utama: Ketua D-8, RI terus dorong deeskalasi di Timteng cegah konflik meluas
Ketua D-8 RI Terus Dorong Deeskalasi di Timteng untuk Cegah Konflik Meluas
Jakarta (ANTARA) – Dalam peran sebagai ketua organisasi Developing Eight (D-8), Indonesia berkomitmen mempromosikan deeskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel agar tidak semakin memperburuk situasi. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, saat taklimat media di Jakarta, Jumat.
Yvonne menegaskan bahwa sebagai pemimpin D-8, Indonesia terus mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menjaga ketenangan. Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi dengan anggota D-8 lainnya terus berlangsung, terutama mengenai perkembangan dinamika konflik yang sedang terjadi.
“Sebagai Ketua D-8, RI juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Yvonne.
Dalam rangka persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan diadakan di Jakarta pada April 2026, Yvonne menyatakan bahwa semua tugas sudah berjalan sesuai rencana. “Indonesia tetap melakukan persiapan yang dibutuhkan dan terus berkoordinasi dengan seluruh anggota D-8,” tambahnya.
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengharapkan D-8 secara tegas mengutuk penyerangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk dukungan konkret bagi anggota organisasi untuk mencapai deeskalasi.
“Berkaitan dengan D-8, kami ingin organisasi ini memberikan kutukan kuat terhadap penyerangan yang terjadi di Iran,” ujar Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman resmi Dubes Iran, Senin (2/3).
Anggota D-8 dan Persiapan KTT
D-8 adalah forum kerja sama ekonomi negara-negara berkembang, yang terdiri dari Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota terbaru yang bergabung pada Desember 2024. Sebagai puncak kepengurusan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 pada April 2026, diikuti pertemuan tingkat menteri dan pejabat tinggi sebelumnya.
KTT D-8 tersebut mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”. Event ini bertujuan memperkuat kolaborasi antaranggota organisasi dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi global.
