Agenda Utama: Ketua OJK Friderica Widyasari Diminta Percepat Reformasi Pasar Modal
Ketua OJK Friderica Widyasari Diminta Percepat Reformasi Pasar Modal
JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui lima anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru untuk masa bakti 2026-2031 dalam rapat paripurna. Perubahan kepemimpinan di lembaga regulator tersebut diharapkan mampu menambah kembali kepercayaan pasar yang sempat terganggu di awal tahun ini.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menegaskan bahwa masa transisi ini harus dimanfaatkan untuk mengeluarkan kebijakan yang jelas dan berimbang. “Kami yakin kepemimpinan baru menjadi peluang penting untuk memperkuat stabilitas pasar,” ujarnya, Jumat (13/3/2026). Menurut Josua, tiga aspek utama perlu diperhatikan: peningkatan transparansi kepemilikan saham, penyesuaian klasifikasi investor, serta peningkatan batas minimal free float.
“Kepemimpinan baru juga harus fokus pada pembentukan satuan tugas khusus untuk reformasi integritas pasar modal, yang dinilai sangat kritis dalam menghadapi tantangan saat ini,” tambah Josua.
OJK diingatkan untuk menjaga kualitas aset bank meski penyaluran kredit terus meningkat. Selain itu, kecepatan transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke bunga perbankan dianggap penting agar proses intermediasi menjadi lebih efisien. Penguatan pengawasan terhadap sektor rentan, seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), menjadi prioritas untuk menghindari risiko pencabutan izin usaha di masa depan.
Direktur Keuangan Bank Permata, Rudy Basyir Ahmad, menyatakan bahwa kepemimpinan OJK yang baru diharapkan mampu menyeimbangkan antara inovasi industri keuangan dan prinsip kewaspadaan. “Peran ini juga penting untuk mendorong ekosistem keuangan Indonesia menjadi lebih tahan banting dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” katanya.
Ekonomi Okezone memberikan laporan terkini mengenai berita ekonomi, kebijakan, serta pergerakan finansial di Indonesia dan dunia. Informasi tersebut dirancang untuk memperkaya pemahaman publik tentang dinamika pasar dan strategi perekonomian.
