Isu Penting: PBB Soroti Penyiraman Air Keras yang Dialami Aktivis KontraS

Ads
RumahBerkat - Post

PBB Soroti Penyiraman Air Keras yang Dialami Aktivis KontraS

Kasus serangan dengan air keras terhadap Andrie Yunus, anggota aktivis KontraS, menarik perhatian Dewan HAM PBB. Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut melalui akun X resmi dewan tersebut.

“Sangat prihatin terhadap serangan asam yang mengerikan terhadap Andrie Yunus, anggota KontraS,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip pada hari Sabtu (14/3).

Turk menegaskan perlunya investigasi menyeluruh atas insiden ini. Ia meminta pelaku dikenai sanksi hukum. “Para pelaku tindakan kekerasan yang cabul ini harus diberi pertanggungjawaban. Pembela hak asasi manusia perlu dilindungi saat menjalankan tugas penting dan dapat menyuarakan isu yang relevan bagi masyarakat tanpa rasa takut,” tambahnya.

Insiden terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah persimpangan di kawasan Jalan Salemba I-Talang. Andrie Yunus sedang pulang setelah menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI. Saat itu, ia dihampiri dua orang yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Pelaku pertama, yang kemungkinan berperan sebagai pengemudi, mengenakan seragam kaus putih-biru, celana gelap berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara pelaku kedua, penumpang, menggunakan masker wajah hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru jeans yang di lipat pendek.

Ads
RumahBerkat - Post

KontraS telah meminta penyelidikan polisi hingga selesai. “Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku serta alasan di balik serangan ini. Serangan dengan air keras bisa menyebabkan luka berat bahkan fatal,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam pernyataan yang diunggah pada Jumat (13/3).