BMKG: Gempa M7,6 di Bitung Termasuk Gempa Megathrust
BMKG: Gempa M7,6 di Bitung Termasuk Gempa Megathrust
BITUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026). Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa megathrust, yang juga menyebabkan gelombang tsunami di beberapa daerah di Sulawesi Utara.
Episenter Terletak di Laut
Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut dan berlokasi pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT. Jarak episenter dari Bitung mencapai 129 km ke arah Selatan Timur, dengan kedalaman 33 km.
“Gempa ini terjadi di kedalaman 33 km, yang termasuk dalam kategori megathrust. Sesar naik memiliki potensi lebih besar memicu tsunami dibandingkan mekanisme lainnya, sehingga peringatan dini langsung dikeluarkan,” kata Rahmat Triyono, Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, saat konferensi pers di Bitung.
23 Gempa Susulan Terjadi
Setelah gempa utama, tercatat 23 gempa susulan di sekitar wilayah tersebut. BMKG menyebutkan bahwa mekanisme gempa melibatkan sesar naik (thrust fault), yang berpotensi menyebabkan tsunami lebih kuat dibandingkan sesar mendatar.
Deteksi Tsunami di Berbagai Wilayah
Dari pengamatan tinggi muka air laut (Tide Gauge), tsunami terdeteksi di Halmahera Barat pada 06:08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter. Di Bitung, ketinggian gelombang mencapai 0,20 meter pada 06:15 WIB. Sidangoli mencatatkan 0,35 meter pada 06:16 WIB, sementara Minahasa Utara melaporkan 0,75 meter pada 06:18 WIB. Belang tercatat tsunami 0,68 meter pada 06:36 WIB.
