Program Terbaru: FMIPA UI kembangkan ragi tempe adaptif untuk hadapi perubahan iklim

FMIPA UI kembangkan ragi tempe adaptif untuk hadapi perubahan iklim

Perubahan iklim semakin mengancam industri tempe, terutama bagi para perajin lokal yang menghadapi fluktuasi suhu dan kelembaban. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menghadirkan solusi berupa ragi tempe adaptif yang dirancang untuk menjaga konsistensi kualitas dan rasa produk, serta memastikan kelangsungan usaha dalam kondisi lingkungan yang tidak menentu.

Upaya menjaga tradisi dan kesejahteraan

Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme UI, Prof Wellyzar Sjamsuridzal, menuturkan bahwa inovasi ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga bertujuan mengawetkan warisan kuliner Indonesia. “Kami ingin memastikan tempe tetap bisa diproduksi dengan kualitas terbaik, bahkan dalam kondisi perubahan iklim,” tuturnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

“Ragi ini dibuat agar mengurangi risiko gagal fermentasi dan menawarkan rasa yang lebih baik,” katanya.

Menurut Wellyzar, cuaca tidak menentu sering kali mengganggu proses fermentasi tempe. Banyak perajin masih memakai ragi komersial yang kurang mampu menyesuaikan perubahan lingkungan, sehingga hasil tempe bisa bervariasi. Untuk mengatasi hal tersebut, FMIPA UI mengembangkan ragi adaptif ini dengan memanfaatkan koleksi kapang Rhizopus dari Universitas Indonesia Culture Collection (UICC), yang merupakan salah satu pusat pengumpulan mikroba tempe terlengkap di negeri ini.

“Dengan menggabungkan berbagai strain Rhizopus, ragi ini bisa menyesuaikan perubahan suhu dan kelembaban, serta menghasilkan tempe dengan aroma unik, hifa putih yang padat, dan tekstur berkualitas,” jelasnya.

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi perajin tempe. FMIPA UI bekerja sama dengan pengrajin di Jabodetabek melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, serta masyarakat. Pengembangan ragi tempe adaptif juga didukung oleh Program Bestari Saintek yang diselenggarakan Kemdiktisaintek dan LPDP.

Ads
RumahBerkat - Post