atapkitadonasi.com – Yuk, pelajari cara menghitung zakat profesi dengan mudah dan praktis! Temukan langkah-langkahnya, siapa yang wajib bayar, dan tips lainnya di sini.
Zakat profesi, tentu sudah tidak asing bagi umat Muslim yang bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Namun, meski terdengar cukup sederhana, banyak yang masih merasa bingung dengan cara menghitung zakat profesi yang benar.
Pada artikel ini, saya akan mengajak Anda untuk mengenal zakat profesi lebih dalam, mulai dari dasar hukum, siapa saja yang wajib, hingga cara menghitungnya dengan praktis dan mudah dipahami.
Zakat profesi adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat Islam yang memiliki penghasilan tetap. Namun, untuk menghitungnya dengan tepat, ada beberapa langkah yang harus Anda ikuti. Penasaran bagaimana caranya?
Yuk, simak panduan lengkapnya berikut!
Table of Contents
ToggleApa Itu Zakat Profesi?
Zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada penghasilan atau gaji yang diperoleh seseorang dari pekerjaan yang ia jalani.
Penghasilan tersebut bisa berasal dari berbagai profesi, seperti pegawai negeri, karyawan swasta, dokter, pengacara, dosen, atau pengusaha yang mendapatkan pendapatan tetap.
Secara umum, zakat profesi termasuk dalam kategori zakat mal, yang dikenakan pada harta yang dimiliki seseorang. Harta ini kemudian disalurkan untuk membantu sesama yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Dasar Hukum Zakat Profesi
Zakat profesi berlandaskan pada ajaran Islam yang menyebutkan bahwa setiap Muslim wajib mengeluarkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.
Ini sejalan dengan perintah dalam Al-Qur’an dan hadits yang menganjurkan umat Islam untuk membayar zakat sebagai bentuk kewajiban sosial.
Jika kita lihat lebih lanjut, zakat profesi tidak hanya bermanfaat untuk si penerima zakat, tetapi juga bagi orang yang mengeluarkannya. Melalui zakat, kita ikut berperan dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang lebih merata.
Kapan dan Siapa yang Wajib Membayar Zakat Profesi?
Tidak semua orang diwajibkan membayar zakat profesi. Lantas, siapa saja yang wajib membayar zakat profesi? Dan kapan kita harus membayar zakat profesi ini?
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Profesi?
-
Muslim yang Berpenghasilan Tetap: Zakat profesi wajib dibayar oleh setiap Muslim yang memiliki penghasilan tetap, baik itu berupa gaji, honorarium, maupun pendapatan tetap lainnya.
-
Penghasilan Mencapai Nisab: Hanya mereka yang penghasilannya melebihi nisab (batas minimal) yang diwajibkan untuk membayar zakat profesi. Nisab ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian cara menghitung zakat profesi.
-
Capaian Penghasilan Satu Tahun: Zakat profesi umumnya dihitung setahun sekali berdasarkan penghasilan yang diterima dalam satu tahun.
Kapan Zakat Profesi Dibayar?
Zakat profesi umumnya dibayar setelah Anda memperoleh penghasilan yang mencapai nisab. Namun, banyak juga yang memilih untuk membayar zakat profesi setiap bulan, agar lebih mudah dikelola dan disalurkan.
Cara Menghitung Zakat Profesi
Nah, sekarang saatnya kita belajar bagaimana cara menghitung zakat profesi dengan mudah. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:
1. Menentukan Nisab
Nisab adalah batas minimal penghasilan yang dikenakan zakat. Pada umumnya, nisab zakat profesi ini dihitung berdasarkan harga emas atau perak. Nisab zakat profesi saat ini adalah setara dengan harga 85 gram emas.
-
Contoh Nisab Zakat Profesi: Jika harga emas per gram saat ini adalah Rp 1.000.000, maka nisab zakat profesi adalah Rp 85.000.000.
-
Jika penghasilan Anda dalam satu tahun mencapai angka tersebut atau lebih, maka Anda wajib membayar zakat profesi.
2. Menghitung Penghasilan Setahun
Setelah menentukan nisab, langkah berikutnya adalah menghitung total penghasilan Anda dalam satu tahun. Penghasilan yang dihitung bisa berasal dari gaji, honor, komisi, atau pendapatan tetap lainnya yang diperoleh secara rutin.
-
Contoh: Jika penghasilan Anda per bulan adalah Rp 8.000.000, maka penghasilan setahun Anda adalah Rp 8.000.000 x 12 bulan = Rp 96.000.000.
3. Menghitung Zakat Profesi
Zakat profesi dihitung sebesar 2,5% dari total penghasilan setahun yang melebihi nisab. Artinya, jika penghasilan Anda lebih dari nisab, Anda harus membayar 2,5% dari penghasilan tersebut sebagai zakat.
-
Contoh: Jika penghasilan Anda setahun Rp 96.000.000 dan nisabnya Rp 85.000.000, maka zakat profesi yang harus dibayar adalah 2,5% dari Rp 96.000.000 – Rp 85.000.000 = Rp 11.000.000 x 2,5% = Rp 275.000.
4. Pastikan Penghasilan Anda Melebihi Nisab
Jika penghasilan Anda tidak mencapai nisab, Anda tidak wajib membayar zakat profesi. Namun, jika Anda memiliki penghasilan yang lebih, segera pastikan untuk menghitung zakat Anda dengan tepat.
5. Membayar Zakat
Setelah menghitung zakat, langkah terakhir adalah membayar zakat tersebut. Anda dapat membayar zakat profesi melalui lembaga amil zakat terpercaya atau langsung kepada yang berhak menerima.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besaran Zakat Profesi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran zakat profesi yang harus Anda bayarkan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
-
Penghasilan Bersih: Zakat dihitung berdasarkan penghasilan bersih yang Anda terima setelah dipotong pajak atau biaya lainnya.
-
Durasi Penghasilan: Jika Anda memiliki penghasilan yang tidak tetap atau berfluktuasi, zakat profesi Anda akan dihitung berdasarkan total penghasilan yang diterima dalam satu tahun.
-
Tanggungan Keluarga: Meskipun zakat profesi tidak berhubungan langsung dengan jumlah tanggungan keluarga, namun biaya hidup yang lebih tinggi karena banyak tanggungan kadang mempengaruhi keputusan seseorang untuk membayar zakat.
Tips dan Panduan Praktis Menghitung Zakat Profesi
Berikut adalah beberapa tips praktis untuk mempermudah Anda dalam menghitung zakat profesi:
-
Gunakan Aplikasi Penghitung Zakat: Beberapa aplikasi atau website dapat membantu Anda menghitung zakat profesi dengan lebih mudah dan akurat.
-
Pahami Nisab Setiap Tahun: Harga emas yang terus berubah dapat mempengaruhi besaran nisab, oleh karena itu pastikan untuk memeriksa harga emas terbaru.
-
Lakukan Pencatatan Keuangan: Agar lebih mudah dalam menghitung zakat, lakukan pencatatan yang rapi tentang penghasilan dan pengeluaran Anda setiap bulan.
Bagi Anda yang ingin lebih memahami tentang zakat dan bagaimana zakat dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jangan ragu untuk mengunjungi atapkitadonasi.com untuk informasi lebih lanjut dan berbagai peluang berdonasi yang bermanfaat.
Jangan lupa, berbagi itu indah!
FAQs
Apa saja jenis penghasilan yang wajib dikenakan zakat profesi?
Zakat profesi dikenakan pada semua jenis penghasilan tetap yang diterima oleh seorang Muslim, seperti gaji, honorarium, upah, dan pendapatan dari usaha atau profesi tertentu.
Apakah zakat profesi dikenakan setelah pajak dipotong?
Zakat profesi dihitung dari penghasilan yang diterima, baik sebelum atau setelah dipotong pajak. Namun, biasanya penghasilan yang dihitung adalah penghasilan bersih setelah pajak.
Bagaimana cara menentukan nisab zakat profesi jika penghasilan tidak tetap?
Jika penghasilan Anda tidak tetap, Anda harus menghitung rata-rata penghasilan dalam satu tahun untuk menentukan apakah Anda telah mencapai nisab atau belum.















