Kemenekraf Berharap PMGO 2026 Memperkuat Posisi Indonesia di Dunia Esports
Visit Agenda – Jakarta, Kementerian Ekonomi dan Kreatif melalui Direktur Game, Luat Sihombing, secara resmi menyambut penyelenggaraan Main Event PUBG Mobile Global Open (PMGO) 2026 season 1 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/6). Acara ini dianggap sebagai kesempatan strategis untuk membangun keterlibatan lebih dalam antara industri ekonomi kreatif dan komunitas esports. “PUBG Mobile adalah mitra strategis yang mampu dikolaborasikan, maka usaha kami adalah mencari IP-IP yang benar-benar bisa dikawinkan dengan PUBG yang sudah (skala) global,” ujar Luat dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kemenekraf untuk menggali potensi ekonomi dari olahraga digital.
Ekosistem Esports Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif
Menurut Luat, acara esports seperti PMGO 2026 memiliki peran penting dalam memacu roda ekonomi kreatif. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian penggemar game, tetapi juga melibatkan pelaku usaha lokal, terutama di sektor makanan, minuman, dan fesyen. “Melalui PMGO, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem esports bisa menjadi penggerak utama bagi pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa Kemenekraf terus mencari kemitraan dengan berbagai pihak untuk mengembangkan industri ini secara berkelanjutan.
“PUBG Mobile adalah mitra strategis yang mampu dikolaborasikan, maka usaha kami adalah mencari IP-IP yang benar-benar bisa dikawinkan dengan PUBG yang sudah (skala) global,” kata Luat Sihombing dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Kehadiran PMGO 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi tingkat internasional, tetapi juga platform untuk memperkenalkan budaya dan kreativitas Indonesia kepada dunia. Dalam pernyataannya, Luat menyebutkan bahwa pemerintah daerah seperti Jakarta menjadi pilar penting dalam memberikan ruang untuk menggelar acara skala besar. “Itulah kenapa kami kuat menggandeng pemerintah daerah termasuk di Jakarta. Jakarta memberikan ruang untuk memberikan aktifitas,” ujar dia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan daerah lain juga akan menjadi fokus ke depan, terutama bagi kota yang memiliki potensi untuk mengadakan acara serupa.
Peran Indonesia dalam Ekosistem Esports Global
PMGO 2026 akan menjadi ajang kompetisi yang melibatkan 32 tim dari berbagai negara, dengan total hadiah yang mencapai 500.000 dolar AS. Turnamen ini diharapkan dapat menguatkan posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem esports mobile di tingkat global. Luat menyebutkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan acara ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berkiprah dalam dunia digital entertainment yang semakin berkembang.
Kehadiran ribuan penonton di Tennis Indoor Senayan dan pengunjung daring dari berbagai belahan dunia diharapkan semakin memperkuat peran Indonesia dalam peta esports global. Selain itu, acara ini juga menjadi pintu bagi lebih banyak talenta lokal untuk meniti karier profesional. “PMGO 2026 menjadi bukti bahwa ekosistem esports tidak hanya menguntungkan para atlet, tetapi juga masyarakat luas yang turut menikmati keseruan dan inovasi dari industri ini,” jelas Luat. Ia menekankan bahwa keberhasilan PMGO kali ini akan menjadi fondasi untuk acara serupa di masa depan.
Pengalaman Festival Esports yang Komprehensif
Bukan hanya sebagai ajang pertandingan, PMGO 2026 juga dirancang sebagai festival esports yang menyediakan pengalaman lengkap bagi penggemar. Di sekitar arena utama, pengunjung dapat menikmati anjungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperkenalkan produk lokal dari berbagai kota. Aktivitas ini tidak hanya mempromosikan kreativitas, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berinteraksi langsung dengan penggemar di tingkat internasional.
Di samping itu, PMGO 2026 menampilkan instalasi interaktif bertema PUBG Mobile, yang memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Area ini dirancang untuk mengeksplorasi kreativitas dan inovasi dalam dunia game. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas komunitas yang menawarkan hadiah dan cenderamata eksklusif. “Kami ingin PMGO 2026 menjadi lebih dari sekadar pertandingan, tetapi juga wadah untuk membangun komunitas yang kreatif dan inovatif,” terang Luat. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan bagaimana ekosistem esports bisa berdampingan dengan sektor ekonomi lainnya.
Strategi Masa Depan Kemenekraf
Dalam rangkaian kegiatan PMGO 2026, Kemenekraf juga berharap menggali potensi lebih banyak kota lain untuk menggelar acara berbasis digital. Luat menyebutkan bahwa selain Jakarta, daerah-daerah dengan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai bisa menjadi mitra strategis. “Kami terus mencari kota yang memiliki kapasitas untuk menghadirkan acara skala internasional seperti PMGO 2026, sehingga bisa memperluas dampaknya ke berbagai lapisan masyarakat,” kata dia. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara nasional.
Acara PMGO 2026 dianggap sebagai langkah awal dalam menguatkan kemitraan antara pemerintah dan industri esports. Luat menyoroti bahwa keberhasilan penyelenggaraan ini memperlihatkan kapasitas Indonesia untuk menjadi salah satu pusat kegiatan digital yang penting di Asia Tenggara. “Dengan PMGO 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga bisa menjadi bagian dari penggeraknya,” pungkas Luat. Ia berharap kegiatan ini akan menjadi pelopor dalam mengintegrasikan esports dengan sektor ekonomi dan budaya yang lain.
Kehadiran ribuan penonton di Tennis Indoor Senayan serta partisipasi daring dari berbagai negara menunjukkan bahwa PMGO 2026 mampu menarik perhatian internasional. Selain itu, acara ini memberikan ruang bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi mereka dalam bidang ini. Dengan dukungan Kemenekraf, diharapkan PMGO 2026 menjadi katalisator yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi kreatif. “Ini adalah langkah penting untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu berkiprah di panggung global melalui industri esports,” tutup Luat. Keberhasilan acara ini dianggap sebagai buah dari upaya bersama untuk membangun ekosistem yang lebih luas dan berkelanjutan.