Bisnis

Latest Program: PTPN I pacu hilirisasi teh guna perlebar pasar ekspor di Eropa

PTPN I Dorong Peningkatan Proses Hilirisasi Teh untuk Memperkuat Kehadiran di Pasar Eropa

Latest Program – Jakarta – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I terus bergerak untuk mempercepat pengembangan produk teh berkualitas tinggi sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar ekspor ke kawasan Eropa. Perusahaan menggandeng pendekatan berbasis nilai tambah, inovasi, serta peningkatan daya saing di panggung global. Menurut Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, pihaknya telah menyiapkan rencana ekspansi pasar premium ke Eropa setelah berhasil memasuki pasar Kanada dan Dubai. Ia menekankan bahwa potensi pasar teh premium di dunia semakin berkembang, sehingga perusahaan berkomitmen untuk memperkuat eksistensinya di kawasan tersebut.

“Setelah berhasil memasuki pasar premium di Kanada dan Dubai, korporasi kini sedang merancang strategi lanjutan guna mengukuhkan posisi di Eropa,” ujar Aris saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan distribusi global, terutama dengan fokus pada Eropa yang dianggap sebagai pasar potensial. Aris menjelaskan bahwa PTPN I sedang mengembangkan produk baru yang dirancang khusus untuk menarik perhatian konsumen di London, Inggris, sebagai langkah awal menuju pasar Eropa yang lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan merek teh ternama internasional akan menjadi pilar utama dalam menghasilkan produk premium yang bisa bersaing di tingkat global.

Dalam beberapa tahun terakhir, PTPN I telah mencatat peningkatan produktivitas lahan tanaman teh. Pada 2022, produksi kering mencapai 29,05 juta kilogram dengan tingkat protas sebesar 1.685 kg/ha. Meski ada penurunan pada 2023 menjadi 25,97 juta kilogram (1.499 kg/ha), volume tersebut kembali mengalami peningkatan di 2024 hingga 28,44 juta kilogram (1.651 kg/ha). Dalam tahun 2025, produktivitas melonjak tajam ke 2.004 kg/ha dengan total produksi mencapai 29,28 juta kilogram. Angka tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola areal tanaman yang luas, yaitu 12,7 ribu hektare, serta pengoptimalan proses produksi.

Menurut Aris, ekspansi ke Eropa sejalan dengan kemajuan operasional dalam menghasilkan produk yang kompetitif. “Catatan operasional yang menonjol berbanding lurus dengan serapan pasar internasional. Sepanjang tahun lalu, kami berhasil mengekspor volume sebesar 8,9 juta kilogram,” tambahnya. PTPN I juga menjaga dominasi di pasar teh curah (bulky) sekaligus memperkuat strategi hilirisasi untuk meningkatkan daya tahan produk di pasar lokal.

Kemitraan Global sebagai Kunci Penguasaan Pasar Eropa

Pengembangan produk premium PTPN I didukung oleh kemitraan dengan brand internasional yang terkenal. Aris menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan menguatkan citra produk Indonesia di panggung global. “Kedepannya, kami akan fokus pada pengembangan produk baru yang dipasarkan khusus di kota London. Hal ini akan dilakukan melalui kerja sama strategis dengan berbagai merek teh ternama dunia,” ujarnya. Melalui pendekatan ini, perusahaan berharap dapat menciptakan produk yang menarik perhatian konsumen Eropa, yang kini dianggap sebagai salah satu target utama.

Produk teh PTPN I juga telah menjangkau kawasan Timur Tengah, termasuk Dubai, serta beberapa negara di Amerika Serikat seperti Jerman dan Inggris. Aris menyebutkan bahwa kualitas produknya bisa bersaing dengan produsen utama seperti Kenya, India, dan Sri Lanka. Buktinya, produk PTPN I sudah dijual di gerai Twinings, London, yang merupakan salah satu toko teh premium terkenal. Ini menunjukkan bahwa pihaknya telah meraih kepercayaan konsumen internasional.

Strategi Membangun Budaya Minum Teh di Kalangan Generasi Muda

Selain memperkuat ekspor, PTPN I juga mengalihkan perhatiannya ke pasar domestik. Perusahaan mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui pengembangan varian ritel premium, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas. Inovasi ini bertujuan menarik minat konsumen muda yang lebih menyukai konsumsi teh dengan cara yang modern dan sesuai tren masa kini.

Salah satu strategi yang digunakan adalah memanfaatkan media sosial secara intensif. Aris Handoyo menjelaskan bahwa metode ini dirancang untuk mengedukasi generasi muda tentang manfaat kesehatan dan filosofi kebiasaan minum teh. “Dengan memperkenalkan produk siap minum atau Ready to Drink (RTD), kami ingin mengembalikan minat konsumen lokal terhadap teh Indonesia,” katanya. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang keunggulan produk lokal.

Produk siap minum tersebut diproduksi dengan teknologi mutakhir dan desain menarik agar lebih sesuai dengan selera generasi muda. PTPN I juga menekankan peran produk lokal dalam mengisi segmen pasar yang sebelumnya lebih dominan diisi oleh merek asing. Kehadiran Teh Celup Walini dan Goalpara, misalnya, menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pilihan yang lebih menarik dan bervariasi di lingkungan konsumen dalam negeri.

Dalam jangka panjang, PTPN I optimis bahwa percepatan hilirisasi dan inovasi produk akan menjadi tulang punggung peningkatan kontribusi ekspor Indonesia. Perusahaan menggambarkan Eropa sebagai pasar yang menjanjikan, terutama karena minat global terhadap produk berbasis alam dan berkualitas tinggi. Aris Handoyo menyampaikan bahwa konsistensi dalam menjaga kualitas dan efisiensi produksi akan terus ditingkatkan guna memastikan produk dapat bersaing dengan yang terbaik di dunia.

Sejalan dengan upaya ekspor, PTPN I juga berkomitmen untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri teh global. Perusahaan mengandalkan areal perkebunan yang luas dan proses produksi yang presisi untuk memenuhi permintaan pasar. Aris Handoyo menambahkan bahwa dengan mendorong hilirisasi, PTPN I berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif, sekaligus menjadikan konsumsi teh sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Pemimpin sektor perkebunan ini menegaskan bahwa ekspansi ke Eropa bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga membangun kesadaran akan keunggulan produk Indonesia. Dengan memasuki pasar yang ketat, PTPN I berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun budaya. Strategi yang dipilih menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga kualitas dan keterjangkauan produk dalam menghadapi tantangan persaingan global.

Keberhasilan ekspor PTPN I dalam beberapa tahun terakhir membuktikan potensi pasar luar negeri yang signifikan. Dengan menjaga konsistensi dalam menghasilkan produk premium dan mengoptimalkan pengelolaan lahan, perusahaan optimis dapat memperkuat dominasi di Eropa, Asia, serta pasar lainnya. Aris Handoyo mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang dikenal akan kualitas produk tehnya di tingkat internasional.

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.