Menhub: Bandara alternatif beroperasi 24 jam selama 8 bandara ditutup
Daftar Isi
Delapan Bandara Lumpuh, Pemerintah Buka Jalur Penerbangan Cadangan Sepanjang Malam
Atapkitadonasi.com – Menhub – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyebarkan abu vulkanik ke wilayah Jawa dan Lampung memaksa pemerintah menutup sementara delapan bandara sekaligus. Untuk mencegah lumpuhnya total mobilitas udara di kawasan tersebut, Kementerian Perhubungan mengaktifkan lima bandara cadangan dengan jam operasional penuh selama 24 jam. Langkah ini diambil agar penumpang yang terdampak tetap memiliki opsi keberangkatan maupun pendaratan tanpa harus menunggu berhari-hari hingga kondisi langit kembali aman.
Lima Bandara yang Dioperasikan Tanpa Henti
Bandara-bandara yang ditunjuk sebagai jalur alternatif meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur; Yogyakarta International Airport (YIA); serta Bandara Adi Soemarmo di Solo. Kelimanya dibuka penuh untuk menerima penerbangan komersial, baik sebagai titik keberangkatan maupun tujuan akhir, selama bandara-bandara utama masih terhalang oleh sebaran abu vulkanik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keputusan membuka jalur cadangan ini bersifat darurat dan berorientasi pada keselamatan penumpang. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta pada Minggu.
“Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam.”
Delapan Bandara yang Ditutup Sementara
Abu vulkanik dari GAK berdampak langsung pada delapan bandara yang tersebar di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan. Daftar lengkapnya mencakup Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penutupan sementara dijadwalkan berlaku hingga Minggu pukul 23.59 WIB. Selama periode tersebut, seluruh operasi penerbangan di kedelapan bandara itu dihentikan demi menjamin keselamatan awak pesawat dan penumpang, mengingat partikel abu vulkanik dapat merusak mesin jet dan mengurangi visibilitas secara drastis.
Dukungan Transportasi Darat Gratis bagi Penumpang Terdampak
Menyadari bahwa perpindahan dari bandara utama ke bandara cadangan bisa memakan waktu dan biaya tambahan, pemerintah menyiapkan moda transportasi darat tanpa pungutan biaya. Layanan kereta api dan bus disediakan secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan menuju Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, atau Yogyakarta.
Koordinasi layanan ini dijalankan bersama InJourney Airports dan masing-masing maskapai penerbangan. Tujuannya memastikan setiap penumpang memperoleh informasi yang jelas mengenai lokasi keberangkatan baru serta moda transportasi pendukung yang tersedia, sehingga tidak terjadi kebingungan di lapangan.
Hak Pilih Tetap di Tangan Penumpang
Salah satu poin penting yang ditegaskan pemerintah adalah bahwa keputusan akhir untuk menggunakan bandara alternatif tetap berada pada maskapai penerbangan. Setiap maskapai memiliki keleluasaan menentukan apakah akan mengalihkan operasinya ke bandara cadangan, dengan mempertimbangkan jadwal penerbangan, kesiapan armada, serta kapasitas pelayanan di lokasi pengganti.
Sementara itu, penumpang diberikan ruang untuk memilih: melanjutkan perjalanan melalui bandara pengganti atau membatalkan penerbangan sepenuhnya. Tidak ada kewajiban bagi penumpang untuk menerima pengalihan rute.
“Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya.”
Koordinasi Intensif dan Prioritas Keselamatan
Pemerintah memastikan bahwa koordinasi antarpemangku kepentingan—mulai dari otoritas bandara, maskapai, operator transportasi darat, hingga instansi meteorologi—dilakukan secara intensif sepanjang masa penutupan. Informasi pemindahan penerbangan dan jadwal keberangkatan baru akan disampaikan langsung oleh maskapai kepada setiap penumpang melalui mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan.
Menhub menekankan bahwa seluruh kebijakan darurat ini dirancang untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak menuju atau dari Jakarta, tanpa mengorbankan standar keselamatan penerbangan. Selama sebaran abu vulkanik masih menjadi ancaman bagi operasional udara, penutupan delapan bandara akan tetap diberlakukan dan jalur alternatif akan terus beroperasi penuh hingga kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Bagi penumpang yang terdampak, langkah praktis yang disarankan adalah memantau pengumuman resmi dari maskapai masing-masing, menyiapkan dokumen perjalanan, dan mengonfirmasi lokasi keberangkatan baru sebelum menuju bandara. Dengan sistem transportasi darat gratis yang telah disiapkan, perpindahan antarbandara diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan tanpa beban biaya tambahan di tengah situasi darurat ini.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menhub?
Menhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menhub matter?
Menhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.