Bisnis

Pertamina ajak masyarakat bijak gunakan BBM di tengah kenaikan harga

Pertamina Dorong Masyarakat Bijak Menggunakan BBM Saat Harga Naik

Pertamina ajak masyarakat bijak gunakan BBM – Di Kabupaten Badung, Bali, PT Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga yang terjadi terhadap BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green. Perubahan harga ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah serta menengah dengan kebutuhan pengguna BBM premium.

Kebijakan Penggunaan BBM untuk Menjaga Kesejahteraan

Kepala Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap masyarakat dapat memilah jenis BBM yang sesuai dengan kebutuhan. “Kami mengimbau masyarakat untuk menjalankan gerakan bijak menggunakan energi, karena ini bisa diterapkan di berbagai lapisan masyarakat,” jelas Roberth saat ditemui di Badung, Bali, Rabu.

“Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat,” kata Roberth Marcelino Verieza Dumatubun.

Dalam konteks ini, Roberth menekankan bahwa penggunaan BBM nonsubsidi tidak harus menghilangkan kebijakan subsidi, tetapi lebih tentang peran masing-masing golongan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang telah beralih ke BBM nonsubsidi tidak perlu merasa cemas terhadap penyesuaian harga, karena ini sejalan dengan kenaikan kualitas bahan bakar yang diberikan.

Kualitas BBM Nonsubsidi Lebih Baik untuk Penggunaan Harian

Roberth menyampaikan bahwa BBM nonsubsidi memiliki keunggulan dalam hal performa dan ramah lingkungan. “BBM nonsubsidi memiliki RON yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik, sehingga cocok digunakan oleh kendaraan yang membutuhkan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah,” ujar Roberth.

“Artinya untuk masyarakat yang mampu, diimbau untuk menggunakan yang nonsubsidi dengan tentunya RON yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik,” ujar Roberth Marcelino Verieza Dumatubun.

Menurut Roberth, BBM subsidi tetap diperuntukkan bagi kelompok tertentu, seperti kendaraan layanan umum, sepeda motor, dan mobil milik masyarakat menengah ke bawah. “Kita memberikan kesempatan bagi mereka yang lebih berhak menggunakan BBM bersubsidi agar alokasi dan hak mereka tidak berkurang,” tambahnya.

Dengan demikian, pihaknya memastikan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat mengakses BBM subsidi, sementara penggunaan BBM premium lebih ditekankan kepada kelompok yang mampu. “Supaya mereka tetap bisa beraktivitas dan bekerja menggunakan BBM bersubsidi, tidak terambil dari masyarakat yang notabene lebih mampu,” jelas Roberth menambahkan.

Peningkatan Harga BBM Nonsubsidi Berlaku Per 10 Juni 2026

Dalam kaitannya dengan harga jual, Pertamina telah mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026. Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap stabil di angka Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tidak berubah menjadi Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) masih dijual dengan harga Rp24.800 per liter. Kenaikan harga ini diharapkan dapat mendorong penggunaan BBM yang lebih efisien, sambil tetap menjaga ketersediaan bagi masyarakat yang membutuhkan subsidi.

Strategi Pertamina untuk Mengurangi Beban Perekonomian

Pertamina juga menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi beban perekonomian masyarakat. “Dengan cara ini, kita bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlanjutan ekonomi perusahaan,” kata Roberth.

Dia menambahkan bahwa penyesuaian harga ini tidak berarti mengabaikan peran BBM subsidi, tetapi justru semakin memperjelas batasan penggunaannya. “BBM subsidi tetap penting untuk masyarakat yang kurang mampu, sementara BBM premium dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan lebih spesifik,” jelas Roberth.

Perspektif Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi juga memicu perhatian masyarakat tentang pengelolaan anggaran sehari-hari. Masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi. Untuk mengantisipasi dampak ini, Pertamina mengajak masyarakat untuk memperhatikan penggunaan BBM sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai contoh, pengguna kendaraan dengan mesin berkapasitas tinggi mungkin lebih disarankan menggunakan Pertamax Turbo atau Pertamina Dex, sedangkan kendaraan biasa bisa memanfaatkan Pertamax atau Pertamax Green. “Kami percaya bahwa dengan kesadaran masyarakat, kita bisa mengoptimalkan penggunaan BBM secara lebih bijak,” ungkap Roberth.

Selain itu, Pertamina juga menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi diharapkan mendorong pengurangan penggunaan BBM subsidi secara bertahap. “Ini adalah langkah untuk memastikan BBM subsidi tetap dialokasikan kepada yang paling membutuhkan, sementara penggunaan BBM premium meningkatkan efisiensi dan kualitas bahan bakar,” jelas Roberth.

Kebijakan Penyesuaian Harga BBM dan Ketersediaan di SPBU

Perubahan harga BBM nonsubsidi ini telah berlaku di seluruh jaringan SPBU. Pertamina menyatakan bahwa harga jual BBM subsidi seperti Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipertahankan di Rp6.800 per liter. “Kami memastikan harga subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat yang layak mendapatkannya,” ujar Roberth.

Menurut data yang diberikan, harga Pertamax dan Pertamax Green meningkat signifikan, sedangkan jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan. Roberth menegaskan bahwa penyesuaian harga ini tidak hanya terkait dengan persediaan minyak, tetapi juga untuk mengikuti fluktuasi harga internasional. “Kenaikan harga BBM ini adalah bagian dari kebijakan yang terus diawasi agar tidak mengganggu kebutuhan utama masyarakat,” katanya.

Dengan perubahan ini, Pertamina berharap masyarakat dapat mengadaptasi kebiasaan penggunaan BBM tanpa merugikan kebutuhan sehari-hari. “Kami menyarankan masyarakat untuk merencanakan pengeluaran bahan bakar secara lebih cermat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi,” pungkas Roberth.

Tegar Ananda

Tegar Ananda menulis tentang isu sosial, donasi, dan peran individu dalam menciptakan perubahan positif. Melalui atapkitadonasi.com, Tegar menghadirkan konten yang mendorong kesadaran sosial tanpa klaim berlebihan. Ia percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan cara yang tepat.