Bisnis

PIHPS catat harga cabai rawit Rp84.400/kg, telur ayam Rp28.900/kg

B48ADF42-608A-440B-B1E6-4207A208AA94
Foto : Nadia Hakim - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Harga Cabai Rawit Merah Menembus Rp84.400 per Kilogram
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Harga Cabai Rawit Merah Menembus Rp84.400 per Kilogram

Atapkitadonasi.com – Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat mencapai Rp84.400 per kilogram. Angka tersebut menjadi salah satu harga komoditas pangan yang menonjol dalam pembaruan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Kamis pukul 10.30 WIB.

Selain cabai rawit merah, telur ayam ras berada pada kisaran Rp28.900 per kilogram. Pergerakan harga bahan pokok seperti cabai, telur, beras, bawang, daging, gula, dan minyak goreng penting diperhatikan karena seluruhnya merupakan kebutuhan yang dekat dengan belanja rumah tangga sehari-hari.

Cabai dan Bawang di Pasar Eceran

Kelompok cabai memperlihatkan perbedaan harga yang cukup lebar antarjenis. Cabai merah besar tercatat Rp46.100 per kilogram, sementara cabai merah keriting mencapai Rp60.650 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga tercatat sebesar Rp58.150 per kilogram.

Cabai rawit merah berada di posisi tertinggi dibandingkan jenis cabai lain yang dicatat dalam pembaruan tersebut. Selisih harga antarvarietas dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen ketika menyusun kebutuhan dapur, terutama untuk menu yang membutuhkan rasa pedas.

Pada komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual dengan harga Rp35.150 per kilogram. Bawang putih berada sedikit lebih tinggi, yakni Rp37.800 per kilogram. Kedua bahan ini lazim digunakan bersama cabai dalam berbagai masakan, sehingga perubahan harga pada kelompok bumbu dapat langsung terasa dalam pengeluaran harian.

Rentang Harga Beras

PIHPS juga mencatat harga beras pada sejumlah kategori kualitas. Beras kualitas bawah I berada di level Rp15.050 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II tercatat Rp14.600 per kilogram.

Untuk beras kualitas medium, harga kualitas medium I mencapai Rp16.250 per kilogram. Beras kualitas medium II tercatat Rp15.950 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dijual Rp17.400 per kilogram dan kualitas super II berada pada harga Rp16.800 per kilogram.

Rincian tersebut memperlihatkan bahwa pilihan beras tersedia dalam rentang harga yang berbeda. Konsumen dapat membandingkan kualitas dan harga sesuai kebutuhan rumah tangga, sementara pelaku usaha makanan dapat menjadikannya sebagai salah satu rujukan dalam menghitung biaya bahan baku.

Daging Ayam, Daging Sapi, dan Telur

Di kelompok protein hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp41.250 per kilogram. Telur ayam ras, yang kerap menjadi pilihan protein praktis bagi keluarga, berada pada harga Rp28.900 per kilogram.

Untuk daging sapi, kualitas I dibanderol Rp153.300 per kilogram. Daging sapi kualitas II tercatat Rp145.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut mencerminkan pengelompokan kualitas yang tersedia di pasar eceran.

Telur, ayam, dan daging sapi memiliki karakter penggunaan yang berbeda dalam belanja pangan. Telur umumnya dibeli dalam jumlah lebih kecil atau disimpan untuk beberapa kali konsumsi, sedangkan daging ayam dan daging sapi lebih sering disesuaikan dengan rencana menu, jumlah anggota keluarga, serta kebutuhan acara tertentu.

Gula dan Minyak Goreng

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.150 per kilogram. Untuk gula pasir lokal, harganya berada di angka Rp18.900 per kilogram. Selisih harga ini memberi pilihan bagi konsumen yang mempertimbangkan jenis produk dalam kebutuhan memasak maupun minuman.

Adapun minyak goreng curah berada pada Rp20.300 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp23.550 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II mencapai Rp23.700 per liter.

Perbandingan antara minyak goreng curah dan kemasan dapat membantu pembeli menyesuaikan belanja dengan kebutuhan. Bagi rumah tangga yang memasak rutin, perubahan harga per liter berpotensi memengaruhi total pengeluaran dapur, khususnya ketika digunakan bersama bahan pokok lain seperti beras, bumbu, telur, dan ayam.

Arti Pemantauan Harga Pangan

Data harga pangan di tingkat eceran memberikan gambaran mengenai nilai komoditas yang dihadapi konsumen saat berbelanja. Catatan ini bukan semata daftar angka, melainkan informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan pengeluaran dan membandingkan kebutuhan antarjenis barang.

Harga yang tercantum merupakan catatan nasional pada waktu pembaruan, sehingga kondisi di pasar atau wilayah tertentu dapat memiliki variasi. Faktor seperti lokasi belanja, jenis pasar, kemasan produk, kualitas barang, dan ketersediaan di daerah dapat memengaruhi harga yang ditemui pembeli.

Bagi konsumen, mencatat kebutuhan utama sebelum berbelanja dapat membantu menentukan prioritas ketika harga komoditas tertentu lebih tinggi. Memilih jenis cabai yang sesuai kebutuhan masakan, menyesuaikan kualitas beras dengan anggaran, serta memperhitungkan stok gula dan minyak goreng merupakan langkah sederhana untuk menjaga belanja tetap terukur.

Dengan cabai rawit merah tercatat Rp84.400 per kilogram, perhatian terhadap harga pangan menjadi semakin relevan. Pemantauan berkala atas bahan pangan utama dapat membantu rumah tangga memahami perubahan biaya konsumsi dan membuat keputusan belanja yang lebih terencana.

Frequently Asked Questions

What is PIHPS catat harga cabai rawit Rp84 400?

PIHPS catat harga cabai rawit Rp84 400 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PIHPS catat harga cabai rawit Rp84 400 matter?

PIHPS catat harga cabai rawit Rp84 400 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Nadia Hakim - atapkitadonasi.com

Nadia Hakim - atapkitadonasi.com

Nadia Hakim adalah penulis yang menaruh perhatian pada aspek nilai, etika, dan tanggung jawab dalam berdonasi. Tulisan-tulisannya di atapkitadonasi.com membahas zakat, sedekah, dan amal dari sudut pandang sosial dan moral, dengan bahasa yang tenang dan informatif. Nadia berkomitmen menghadirkan konten yang mendorong kebaikan tanpa menyesatkan pembaca.