Bisnis

Special Plan: Dirut ASDP: Hunimua–Waipirit operasi 24 jam perkuat konektivitas RI

Special Plan: ASDP Operasi 24 Jam di Rute Hunimua-Waipirit Perkuat Konektivitas RI

Special Plan – Dalam rangka memperkuat konektivitas nasional, ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan Special Plan berupa operasi feri 24 jam di rute Hunimua–Waipirit, Ambon, Maluku. Pelayanan ini resmi dijalankan sejak 1 Juni 2026, sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Timur Indonesia. Keputusan tersebut diumumkan oleh Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan resmi yang diberikan di Jakarta, Minggu. Menurut Heru, Special Plan ini diharapkan mampu mendukung distribusi logistik dan memastikan kelancaran transportasi antar daerah.

Kapasitas Tinggi untuk Kebutuhan Wilayah Timur

Pengoperasian feri 24 jam di rute Hunimua–Waipirit direspon atas kebutuhan yang terus meningkat di Maluku. Heru Widodo menjelaskan bahwa kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan kapan pun dibutuhkan. “Dengan Special Plan ini, ASDP memberikan pilihan transportasi yang lebih praktis dan andal,” ujarnya. Rute tersebut menjadi penghubung vital bagi puluhan ribu penumpang dan kendaraan setiap bulan, sejalan dengan tujuan pemerataan pembangunan di daerah terpencil.

“Operasi 24 jam adalah bagian dari Special Plan kami untuk memastikan aksesibilitas yang optimal, terutama selama musim liburan atau kegiatan besar,” tambah Heru.

Untuk menunjang Special Plan ini, ASDP telah menyiapkan enam kapal feri, termasuk empat armada yang telah dioperasikan sejak lama seperti KMP Erana, KMP Inelika, KMP Rokatenda, dan KMP Terubuk. Penambahan kapal ini diharapkan meningkatkan kapasitas pengangkutan dan mengurangi penantian di pelabuhan. “Kesiapan armada sangat penting untuk menjaga ketepatan waktu selama masa operasi,” jelas Heru.

Sistem Digital Mendukung Kelancaran Operasional

Komitmen ASDP dalam mewujudkan Special Plan tidak hanya terbatas pada ketersediaan kapal. Perusahaan juga menerapkan sistem digital Ferizy untuk mengoptimalkan pengelolaan penumpang dan kendaraan. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan, sehingga perjalanan bisa lebih terencana. “Ferizy adalah pendukung utama Special Plan kami dalam meningkatkan kenyamanan pengguna,” kata General Manager ASDP Cabang Hunimua, Syamsuddin Tanassy.

“Dengan Special Plan ini, kami ingin memberikan layanan yang lebih responsif, terutama selama masa sibuk seperti Lebaran atau Idul Adha,” imbuh Syamsuddin.

Sebelumnya, layanan 24 jam di rute ini telah diujicoba dalam beberapa periode dengan trafik tinggi, termasuk saat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Hasil uji coba tersebut membuktikan bahwa Special Plan ini efektif mengurangi antrean dan menjaga arus penyeberangan tetap lancar. “Dukungan dari masyarakat sangat berarti untuk memperkuat Special Plan ini,” tuturnya.

Statistik Pelayanan Selama Januari-Mei 2026

Dalam lima bulan pertama tahun 2026, rute Hunimua–Waipirit telah melayani 163.444 penumpang dan 136.398 kendaraan. Angka ini menunjukkan peran penting Special Plan dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendorong perekonomian wilayah Timur. “Volume penumpang dan kendaraan yang tinggi membuktikan keberhasilan Special Plan ini,” jelas Syamsuddin. Rute ini menjadi jembatan utama bagi pertukaran barang dan orang antar daerah, terutama di tengah dinamika kebutuhan logistik yang meningkat.

“Kami yakin Special Plan ini akan berdampak signifikan dalam meningkatkan mobilitas masyarakat di Maluku,” pungkas Syamsuddin.

Heru Widodo menegaskan bahwa Special Plan ini sejalan dengan visi ASDP untuk mendorong pemerataan pembangunan. “Dengan layanan 24 jam, ASDP ingin menjamin aksesibilitas yang lebih baik, terutama bagi daerah dengan akses transportasi terbatas,” ujarnya. Keberhasilan Special Plan ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjadi pilihan utama dalam transportasi laut nasional.

Kinerja dan Manfaat Special Plan

Sebagai bagian dari Special Plan, ASDP terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Heru Widodo menyatakan bahwa kebijakan operasi 24 jam telah terbukti efektif dalam menjaga keandalan operasional dan memperkuat konektivitas RI. “Manfaat Special Plan ini mencakup kenyamanan penumpang, keamanan perjalanan, serta pengurangan hambatan logistik,” jelasnya. Rute Hunimua–Waipirit menjadi contoh nyata bagaimana Special Plan dapat meningkatkan efisiensi transportasi di daerah terpencil.

“Kami berkomitmen untuk menyempurnakan layanan ferry melalui Special Plan ini, agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal,” tambah Heru.

Dengan Special Plan yang diterapkan, ASDP berupaya menghadirkan solusi transportasi yang modern dan berkelanjutan. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung ekonomi lokal melalui peningkatan distribusi barang dan peningkatan kenyamanan perjalanan. “Kami akan terus mengoptimalkan Special Plan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Syamsuddin. Keberhasilan Special Plan ini menunjukkan kemampuan ASDP dalam menjawab tantangan transportasi di daerah paling ujung Indonesia.

Indah Kurniawan

Indah Kurniawan berfokus pada penulisan konten edukatif tentang donasi online, filantropi, dan tren kebaikan digital. Di atapkitadonasi.com, Indah menyusun artikel berbasis riset ringan dan referensi tepercaya agar pembaca mendapatkan pemahaman yang utuh sebelum berdonasi. Ia percaya bahwa informasi yang benar dapat mencegah kesalahan dan meningkatkan dampak sosial.